Benarkah Banyak Minum Air Bisa Cegah Infeksi Saluran Kemih?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/11/2017
Bagikan sekarang

Infeksi saluran kencing lebih umum menyerang wanita daripada pria. Paling tidak, sekitar 40-60 persen perempuan akan mengalaminya satu kali di sepanjang hidupnya. Satu dari 4 perempuan bahkan rentan mengalami infeksi kambuhan, apabila tidak dicegah dan ditangani sampai tuntas di waktu sebelumnya. Sebenarnya Anda tak perlu sampai repot-repot menebus obat infeksi saluran kencing di apotek. Trik sederhana satu ini terbilang cukup ampuh untuk menurunkan risiko Anda terinfeksi ISK, bahkan tanpa efek samping obat. Apa itu?

Mengapa perempuan lebih rentan terkena infeksi saluran kencing (ISK)?

Infeksi saluran kencing merupakan infeksi yang bisa terjadi di bagian manapun pada sistem kemih Anda, bisa menyerang ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Sebagian besar infeksi biasanya menyerang saluran kemih bawah, yaitu kandung kemih dan uretra (saluran terakhir yang membuang urin ke luar tubuh).

Wanita memiliki uretra yang lebih pendek daripada pria. Selain itu, uretra wanita juga berada lebih dekat ke anus. Kedua faktor ini membuat bakteri yang ada di vagina dan/atau anus bisa lebih mudah masuk ke dalam kandung kemih wanita. Aktivitas seksual juga dapat memicu perpindahan bakteri dari vagina ke uretra, sehingga bisa menyebabkan infeksi pada saluran kemih.

Minum air putih lebih ampuh cegah infeksi daripada harus minum obat infeksi saluran kencing

Pernyataan di atas dilaporkan oleh sebuah penelitian milik University of Miami School of Medicine setelah melibatkan sebanyak 140 orang perempuan sehat berusia dibawah 45 tahun yang setidaknya pernah terinfeksi ISK minimal tiga kali dalam satu tahun terakhir. Separuh dari partisipan diminta untuk lebih banyak minum air hingga 2,5 liter per hari, sementara yang lainnya tetap minum dalam porsi biasanya mereka sehari-hari.

Setelah diamati selama satu tahun, peneliti menemukan bahwa perempuan yang minum sedikit air mengalami peningkatan risiko infeksi saluran kencing hingga tiga kali lipat, sedangkan perempuan yang banyak minum air putih hanya mengalami rata-rata peningkatan hingga 1,6 kali. Secara total, peneliti menyimpulkan risiko infeksi saluran kencing setelah meningkatkan asupan air putih menurun hingga 48 persen.

Peningkatan risiko infeksi pada wanita yang jarang minum air putih juga berarti bahwa mereka juga harus tiga kali bolak-balik mengonsumsi lebih banyak antibiotik sebagai obat infeksi saluran kencing. Sebaliknya, kelompok wanita yang banyak minum air putih hanya membutuhkan dua kali resep.

Mengapa minum air yang banyak dapat mengurangi risiko ISK?

Banyak minum air putih memicu Anda untuk lebih sering buang air kecil. Secara tidak langsung, bolak-balik pipis dapat membantu membilas lebih banyak bakteri yang masuk ke dalam kandung kemih. Hal ini pun membantu mengurangi kemungkinan bakteri untuk menempel pada sel-sel di dinding saluran kemih yang dapat menimbulkan infeksi.

Minum air yang cukup

Terlepas dari temuan penelitia di atas, banyak dokter yang telah lama menyarankan setiap wanita untuk memperbanyak minum air putih untuk menurunkan risiko terkena ISK. Kebutuhan air tiap orang bisa berbeda-beda. Namun pada umumnya, minum air putih 8 gelas sehari (sekitar 2 liter) dapat mencukupi kebutuhan air banyak orang.

Minum air merupakan cara yang mudah dan aman untuk mencegah infeksi daripada harus mengonsumsi obat infeksi saluran kencing. Pengurangan konsumsi antibiotik juga dapat membantu menurunkan risiko terjadinya resistensi antibiotik.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020