3 Fungsi Selenium, Mineral Penting yang Dibutuhkan Tubuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Mungkin Anda tidak menyadari bahwa tubuh Anda membutuhkan mineral, salah satunya adalah selenium. Mineral ini dapat diproduksi tubuh, tapi dapat juga diperoleh dari makanan.

Selenium merupakan mineral yang diperlukan tubuh, seperti vitamin dan mineral lainnya, yaitu kalsium dan zat besi, tapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Tubuh secara alami memproduksi mineral ini dan bisa ditemukan cukup banyak pada otot rangka. Namun, Anda bisa juga memperoleh mineral ini dari beragam makanan.

Fungsi selenium dan efek kekurangan selenium

Fungsi selenium bagi tubuh erat kaitannya dengan efek bila kekurangan mineral ini, terutama dapat mencegah terjadinya beberapa penyakit. Berikut fungsi sekaligus efeknya bila tubuh kekurangan selenium.

1. Membantu fungsi kognitif otak

Tubuh menggunakan selenium untuk membuat enzim yang bernama selenoprotein, di antaranya adalah glutathione peroxidases sebagai antioksidan. Molekul pada enzim tersebut mencegah terjadinya kerusakan sel dengan cara mengubah bahan kimia seperti hidrogen peroksida menjadi bahan yang tidak berbahaya seperti air.

Bila kekurangan mineral ini di dalam tubuh, tentu aktivitas antioksidan yang melindungi sel juga terganggu, seperti penurunan kognitif otak atau mental seiring bertambahnya usia.

2. Membantu sistem kekebalan tubuh

Dilansir dari Healthline, badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat yakni FDA, tahun 2003 menyimpulkan bahwa mengonsumsi selenium dapat mengurangi risiko terbentuknya kanker tertentu, juga mencegah HIV berkembang menjadi AIDS.

Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Linus Pauling Institute. Tidak banyak penelitian tentang efek suplemen selenium pada orang dengan HIV. Satu studi menemukan bahwa suplemen membantu menurunkan tingkat rawat inap di antara orang dengan HIV dan yang lainnya menemukan efek selenium dengan perkembangan HIV.

Selain itu, beberapa studi juga menguak kemungkinan bahwa selenium mampu mengurangi risiko keguguran dan menurunkan risiko bayi dengan penyakit asma. Walaupun selenium memang sangat penting bagi manusia, bukti yang mendukung pernyataan ini belum banyak.

3. Penting bagi metabolisme hormon tiroid dan sintesis DNA

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa wanita yang memiliki tingkat selenium lebih tinggi mengurangi risiko masalah tiroid. Namun, hal ini belum terbukti pada pria. Selain itu, perbaikan DNA yang dilakukan selenium mencegah terjadinya kanker prostat pada laki-laki.

Menurut beberapa penelitian, kekurangan selenium dapat menyebabkan risiko kanker prostat lebih tinggi. Satu studi menemukan bahwa orang yang mengonsumsi selenium dalam jumlah lebih tinggi, sebesar 159 mcg sehari, memiliki risiko lebih rendah dibandingkan mereka yang memiliki 86 mcg mineral ini.

Penggunaan suplemen tambahan pada orang dengan tingkat selenium rendah dapat menurunkan risiko kanker prostat. Akan tetapi, salah satu studi dari National Cancer Institute (NCI) menemukan bahwa untuk pria dengan kadar selenium yang sudah tinggi, suplemen hanya meningkatkan kemungkinan kanker prostat. Maka, Anda harus hati-hati dengan konsumsi suplemen vitamin dan mineral apa pun.

Penelitian lain juga menghubungkan tingkat selenium dengan kanker paru-paru. Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 9.000 pria dan wanita di Finlandia, tingkat selenium rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru.

Bagaimana cara memenuhi kebutuhan selenium?

Selenium banyak terdapat pada makanan. Namun, jumlah selenium pada tanaman juga bergantung pada kadar selenium dalam tanah dan air di mana tanaman itu tumbuh. Berikut adalah contoh-contoh makanan yang mengadung selenium.

  • Kacang brazil
  • Udang
  • Kepiting
  • Salmon
  • Beras merah
  • Telur
  • Ayam
  • Bawang putih
  • Bayam
  • Jamur shitake

Seberapa banyak selenium yang diperlukan oleh tubuh?

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan, anak di bawah usia tiga tahun membutuhkan 5 sampai 17 mcg (mikrogram) selenium per hari. Anak usia empat sampai 12 tahun membutuhkan 20 mcg selenium per hari.

Sedangkan pria dan wanita dewasa memerlukan 30 mcg selenium per hari. Jika Anda sedang hamil, kebutuhan selenium harian Anda ditambah menjadi 35 mcg. Kemudian, ibu menyusui membutuhkan 45 mcg selenium per harinya.

Hati-hati, Anda tidak boleh mengonsumsi selenium melebihi 400 mcg karena bisa menyebabkan keracunan. Gejala munculnya keracunan selenium atau selenosis adalah rambut rontok, sakit perut, kuku muncul bercak putih, dan bisa menyebabkan kerusakan jaringan.

Untuk itu, bila ingin mengonsumsi suplemen untuk menambah kandungan selenium sebaiknya  konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca