10 Tips Melakukan Seks Cepat Saat Tak Ada Waktu

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/05/2020
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda melakukan seks cepat? Hmm, bagaimana rasanya? Kita semua tahu bahwa seks yang memuaskan adalah yang melibatkan pemanasan, dapat berupa ciuman, pijatan, sentuhan-sentuhan memanjakan, atau permainan tertentu. Namun, saat waktu yang kita miliki terbatas, seks singkat pun menjadi pilihan yang menantang. Terkadang seks cepat juga dilakukan saat salah satu pasangan tidak sabar menunggu. Tapi apakah seks cepat tersebut dapat membuat Anda dan pasangan merasa terkoneksi? Lalu bagaimana cara melakukannya agar sama bermaknanya seperti bercinta biasa.

Bagaimana melakukan seks cepat?

Berdasarkan survei terapis seks yang berasal dari Kanada dan Amerika, yang dipublikasikan pada The Journal of Sexual Medicine, seks cepat atau quickie tidak melibatkan pemanasan (foreplay), biasanya berlangsung sekitar 3 sampai 13 menit. Mungkin pada novel-novel romantis, adegan seks yang lama terasa sangat sensual, namun seringnya di kehidupan nyata, seks maraton yang berlangsung terlalu lama membuat salah satu pasangan bertanya-tanya kapan akan berakhir, atau mereka menjadi bosan. Seks cepat akan menjadi tantangan tersendiri sebab Anda tidak perlu merasa tertekan harus melakukan seks yang terbaik. Tapi yang perlu Anda lakukan adalah kejar-kejaran dengan waktu, untuk itu ada beberapa trik yang bisa Anda coba, seperti:

1. Melakukan banyak ciuman

Seks kilat rasanya memang tidak memerlukan pemanasan, namun bukan berarti Anda harus melewatkan ciuman. Menurut Patti Britton, PhD, pelatih seks di Los Angeles, yang dikutip oleh situs Health, gairah dapat muncul cepat dengan cara berciuman. Selain itu, ciuman juga menstimulasi sistem saraf dan sistem endokrin – memproduksi hormon-hormon yang membangkitkan gairah.  Jangan melewatkan pemanasan singkat, sebab hal ini juga membuat hubungan terasa lebih intim.

2. Tetap kenakan baju Anda

Ini salah satu trik seks singkat yang bisa Anda coba, untuk apa Anda membuang waktu Anda dengan membuka baju? Menurut Joel Block, PhD, psikologis dan konsultan hubungan untuk CanDoBetter.com, yang dikutip situs Health, baju yang Anda berdua pakai akan menambah gairah yang menggebu-gebu. Hal ini akan memunculkan rasa putus asa untuk memiliki satu sama lain.

3. Berganti-ganti tempat

Untuk meningkatkan antusiasme, jangan lakukan di satu tempat saja. Anda bisa melakukannya di tempat yang berbeda-beda. Contohnya, Anda bisa melakukannya di kamar mandi, lalu berpindah ke dapur, lalu berpindah ke kasur. Masih menurut Block, seks semakin panas ketika ada risiko takut ketahuan. Meskipun tidak ada orang sama sekali di sekitar Anda, lakukan di tempat yang tidak biasa di mana orang mungkin akan tiba-tiba datang atau lewat, dengan begitu sensasi menegangkan akan semakin terasa. Pastikan juga tempat tersebut tidak mengundang bahaya.

4. Lakukan apa yang ada dalam fantasi

Masih menurut Britton, yang dikutip situs Health, “Fantasi dapat memacu respon seksual secara psikologis karena tubuh Anda secara tidak langsung akan meniru apa yang dipikirkan oleh otak.” Selain itu, fantasi tersebut juga dapat membuat Anda terbebas dari distraksi. Meskipun Anda berada di kamar Anda sendiri, bayangkan saja seolah-olah Anda sedang berlibur eksotis di pulau dengan suasana romantis. Anda tahu benar apa yang selanjutnya harus dilakukan.

5. Menarasikan aksi panas

Cara lain agar Anda dan si dia fokus satu sama lain adalah dengan tetap berkomunikasi selama aksi panas, tidak peduli itu hanya obrolan manis, atau obrolan ‘menggoda’. Masih menurut Block, komunikasi selama aksi membuktikan bahwa Anda dan pasangan masih memiliki percikan cinta. Ungkapkan saja apa yang ingin Anda lakukan atau katakan, buat narasi tersebut sama baiknya dengan aksi Anda. Tapi hindari berbicara terlalu panjang lebar, hal ini akan membuat situasi menjadi canggung. Mudah bukan salah satu cara menuju seks cepat?

6. Kirim sinyal-sinyal sensual

Anda bisa memulai pemanasan dengan pesan menggoda, katakan pada pasangan bahwa Anda sangat ingin ‘bermain’. Menurut Allison, Ph.D, penulis buku The Mystery of the Undercover Clitoris, yang dikutip oleh situs Women’s Health, biarkan pasangan Anda mengetahui apa yang ada dalam pikiran Anda dengan cara mengirimkan pesan, email atau foto yang menggoda pada pasangan. Ketika Anda dan pasangan bertemu, gairah pun sudah menyala. Anda bisa langsung melakukan seks cepat.

7. Menata tempat yang Anda rencanakan untuk berhubungan seks

Anda mungkin memang tidak punya waktu, namun tidak ada salahnya menata tempat, seperti memberikan wewangian pada ruangan, menyetel musik yang dapat membangkitkan ‘semangat’ pasangan, mungkin Anda ingin menaruh lotion di sekitar ‘tempat beraksi’ sehingga tidak perlu mencari-cari lagi. Anda juga bisa memasangkan cermin di kamar mandi, jika sebelumnya tidak ada cermin di sana. Saat berhubungan seks dan melihat ke cermin dapat membuat suasana semakin panas.

8. Pertimbangkan seks tanpa senggama

Jika Anda perempuan berusia 40 tahun ke atas, mungkin senggama akan terasa nyeri. Anda perlu lubrikasi tambahan. Tapi di samping itu ada cara lain untuk bercinta singkat, tanpa ereksi pada vagina, seperti seks oral, handjobs, atau manuver lainnya. Tentunya seks tersebut tidak akan memakan waktu yang lama.

9. Gunakan vibrator

Terkadang adegan seks yang cepat dapat membuat perempuan sulit mendapatkan orgasme. Vibrator bisa menjadi alternatif. Getaran yang dihasilkan oleh vibrator juga dapat menstimulasi laki-laki. Pastikan Anda menjaga kebersihan vibrator dan membelinya dari tempat yang terpercaya.

10. Perhatikan posisi Anda

Menurut Monica Lieser, terapis pernikahan dan keluarga yang sudah memiliki lisensi dan rekan-penulis buku 14 Days of Foreplay, yang dikutip situs Men’s Health, laki-laki bisa melakukan seks cepat dengan posisi seks berdiri, tentunya baik juga untuk perempuan, sebab Anda akan memiliki akses untuk menciumnya. Dengarkan juga apa yang diinginkan oleh perempuan. Anda juga bisa mencium aroma tubuhnya, seperti punggungnya, wajahnya, dan dada/payudaranya. Lieser berpendapat alasan untuk mendapatkan seks cepat adalah gairah yang intens.

BACA JUGA:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

6 Tanda Pasangan Anda Selingkuh

Sikap pasangan yang berubah drastis bisa menjadi tanda-tanda bahwa ia sedang selingkuh. Apa saja tanda-tanda yang bisa diperhatikan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Suami Tiba-tiba Mengaku Gay, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Suami akhirnya mengaku bahwa ia gay setelah Anda mencurigai tanda dan sikapnya selama ini. Apa yang bisa istri lakukan pada situasi ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Mengatasi Trauma Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai

Setelah bercerai, pasti banyak orang yang mengalami trauma dan takut memiulai hubungan baru. Bagaimana cara mengatasi trauma setelah bercerai?

Ditulis oleh: Novita Joseph

Direkomendasikan untuk Anda

air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
efek samping pakai vibrator terlalu sering

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
seks memperlambat menopause

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020