Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Telat datang bulan atau telat haid menjadi salah satu tanda kehamilan pertama yang biasanya paling diandalkan. Namun, bagi Anda yang belum pernah mengalami hal ini mungkin bertanya-tanya, kapan dan seberapa lama telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan? Simak ulasannya di sini.

Memahami siklus haid yang normal

Siklus haid merupakan periode sejak dimulainya menstruasi di bulan ini hingga satu hari sebelum hari pertama menstruasi di bulan berikutnya. Siklus haid yang normal rata-rata sekitar 28 hari. Akan tetapi, siklus ini bisa berubah-ubah. Bisa lebih pendek bahkan lebih panjang, kisarannya sekitar 21-35 hari.

Sementara itu, menstruasinya sendiri yang normal berlangsung selama 3 sampai 5 hari. Lagi-lagi, kisaran ini bisa berbeda-beda pada setiap orang karena berbagai hal.

Kapan telat datang bulan bisa jadi pertanda kehamilan?

Sudah menjadi hal umum bahwa telat datang bulan adalah salah satu ciri kehamilan yang biasanya disadari pertama kali. Jika Anda rajin menghitung siklus haid setiap bulannya, Anda akan dengan mudah menyadari kalau sudah telat datang bulan.

Periode menstruasi biasanya dianggap terlambat jika setelah 5 hari atau lebih tidak menstruasi sejak tanggal seharusnya. Di waktu-waktu tersebut Anda bisa mulai mengecek tanda kehamilan secara mandiri (di rumah) menggunakan test pack. Dengan catatan, Anda memang sudah berhubungan intim (terutama tanpa pengaman seperti kondom atau pil KB) sebelum telat datang bulan.

Gambarannya seperti ini, jika biasanya Anda memiliki siklus 28 hari per bulannya, tapi setelah hari ke-33 menstruasi tidak juga dimulai, maka Anda perlu mencurigai hal ini sebagai pertanda kehamilan. Sedangkan, kalau siklus Anda tidak beraturan maka cobalah untuk mengeceknya 5 hari setelah siklus terpanjang Anda.

Sebagai contoh, jika pada hari ke-40. Jika menstruasi tak kunjung datang, Anda juga bisa mulai melakukan tes kehamilan untuk memastikan telat datang bulan sebagai pertanda kehamilan atau bukan. Apalagi jika Anda telat datang bulan selama 6 minggu atau lebih. Anda patut curiga dan sebaiknya segera memeriksakannya ke dokter.

Meskipun begitu, menstruasi bisa saja telat atau tidak sama sekali mengalaminya karena stres berlebih, diet yang sedang Anda lakukan, olahraga yang tidak teratur, atau kondisi medis tertentu. Jadi telat datang bulan memang tidak cuma menandakan kehamilan.

darah haid coklat

Gejala yang perlu diperhatikan selain telat datang bulan

Telat datang bulan memang bisa menjadi pertanda kehamilan. Meski demikian, jika seseorang hamil, tubuh tak hanya memberikan sinyalnya lewat berhentinya haid. Biasanya ada serangkaian gejala lain yang menandakan perubahan tubuh akibat kehamilan.

Perut kram

Pembuahan bisa membuat perut menjadi kram. Ini memang mirip dengan nyeri haid yang Anda rasakan saat menstruasi. Di awal kehamilan, biasanya Anda akan merasakan ketidaknyamanan ini. Anda mungkin justru mengira ini adalah gejala sindrom pramenstruasi (PMS). Akan tetapi, jika ternyata menstruasi tak kunjung datang, Anda patut curiga dan melakukan tes kehamilan.

Payudara terasa kencang dan nyeri

Seiring dengan pertambahan usia kehamilan, biasanya tubuh akan memproduksi lebih banyak estrogen dan progesteron. Hal ini dikarenakan kedua hormon ini digunakan tubuh untuk mendukung pertumbuhan bayi.

Efeknya, payudara mungkin akan terasa lebih kencang dan besar dikarenakan peningkatan aliran darah di dalamnya. Selain itu, puting susu juga akan terasa sakit dan warnanya akan terlihat semakin menghitam.

Merasa tidak enak badan

Rasa mual, nafsu makan menghilang, lebih mudah lelah, dan lebih sering buang air kecil biasanya menjadi pertanda kehamilan, selain telat datang bulan. Kondisi badan yang tidak keruan ini sering kali dianggap masuk angin. Akan tetapi, jika hal ini terjadi saat Anda telat haid yang disertai dengan payudara mengencang dan kram perut, segera periksa ke dokter.

Selain tanda di atas, perhatikan juga apakah Anda mengalami perdarahan ringan atau bercak seperti flek kecokelatan. Pasalnya, hal ini akan muncul saat sel telur yang telah mengalami pembuahan menempel ke lapisan rahim. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda telat datang bulan disertai ciri-ciri di atas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Obat Tradisional yang Ampuh untuk Mengatasi Eksim

Kulit gatal dan panas meradang? Bisa jadi eksim Anda kambuh. Untungnya ada banyak cara meredakan eksim dengan obat herbal dan tradisional.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
obat sakit gigi

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
alergi binatang kucing dan anjing

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit