Hubungan Seks Secara Rutin Bisa Mencegah Pikun, Benarkah?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020
Bagikan sekarang

Hubungan seks ternyata tidak hanya bermanfaat untuk menjaga hangatnya asmara. Jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, hubungan seks juga diyakini bisa mencegah pikun begitu Anda mencapai masa lansia. Hal ini ditemukan pada sebuah penelitian yang dimuat dalam The Journals of Gerontology tahun 2017.

Kegiatan seksual bersama pasangan memang menimbulkan efek positif bagi tubuh, sebagaimana ditemukan dalam beberapa studi terdahulu. Ini disebabkan karena saat berhubungan seks, tubuh Anda mengalami serangkaian proses yang berdampak baik bagi kesehatan jantung, peredaran darah, sistem kekebalan tubuh, dan tentunya otak.

Kata peneliti soal seks rutin dan menurunnya risiko pikun

pikun karena diabetes

Kabar baik ini disampaikan oleh beberapa peneliti dari Coventry University dan Oxford University, Inggris. Mereka sebelumnya sedang menganalisis manfaat kegiatan seksual dan menemukan hubungannya dengan fungsi kognitif pada lansia.

Fungsi kognitif adalah rangkaian proses mental yang melibatkan kemampuan berpikir, belajar, dan mengingat. Fungsi ini juga membuat Anda mampu memusatkan perhatian, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan sejenisnya.

Penelitian ini dilakukan pada 73 lansia berusia 50-83 tahun yang tidak memiliki riwayat pikun, gangguan ingatan, ataupun cedera otak. Mereka diminta mengisi kuesioner gaya hidup dan kesehatan serta pemeriksaan fungsi kognitif. Fungsi kognitif diukur dengan mengacu skor Adenbrooke’s Cognitive Examination III (ACE-III).

ACE-III adalah tes singkat yang menguji lima fungsi kognitif, yakni kemampuan memusatkan perhatian, ingatan, bahasa, perbendaharaan kata, dan memahami bentuk.

Secara keseluruhan, responden yang aktif berhubungan seksual memiliki skor ACE-III lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak aktif. Skor yang lebih tinggi menunjukkan potensi hubungan seks rutin sebagai salah satu cara untuk mencegah pikun.

Pada penelitian ini, ada dua fungsi kognitif yang meningkat drastis, yakni kemampuan berpikir dengan lancar (fluency) serta visuospasial. Keduanya adalah unsur penting dalam fungsi kognitif lansia dan perlu dipertahankan agar lansia terhindar dari pikun.

Lansia yang dapat berpikir dengan lancar akan mampu memahami informasi dengan lebih mudah. Mereka tahu apa yang harus dilakukan dengan berbagai hal di sekitarnya dan bisa menjalani kegiatan sehari-hari secara mandiri.

Sementara itu, fungsi visuospasial membuat lansia dapat mengenali, membayangkan, dan menghitung jarak objek di sekitarnya. Dengan adanya kemampuan ini, lansia tidak akan mudah tersesat ataupun bingung meskipun ada di wilayah yang familiar.

Menurut penelitian ini, kemampuan berpikir lancar dan visuospasial meningkat seiring bertambahnya frekuensi seks. Keduanya meningkat saat responden yang tadinya tidak aktif sama sekali mulai rutin berhubungan seks sebulan sekali, lalu seminggu sekali.

Bagaimana hubungan seks rutin bisa mencegah pikun?

kentut vagina

Ada banyak teori yang menjelaskan mengapa hubungan seks bisa berdampak besar bagi kesehatan lansia. Salah satunya karena hubungan seks meningkatkan produksi senyawa kimia pada otak yang disebut dopamin.

Ketika diproduksi dalam jumlah besar, dopamin dapat menimbulkan rasa bahagia yang membuat Anda ingin melakukan sesuatu secara terus-menerus. Dalam kasus ini, rasa bahagia yang timbul saat berhubungan seks membuat Anda ingin melakukannya lagi.

Namun, fungsi dopamin tidak berhenti sampai di situ. Senyawa ini juga memacu motivasi, ingatan, dan kemampuan memusatkan perhatian. Efek dopamin usai rutin berhubungan seks lambat laun meningkatkan fungsi kognitif sehingga berpotensi mencegah pikun pada lansia.

Temuan ini memang masih terbilang baru. Sampel studi yang digunakan juga terbilang kecil sehingga perlu dikaji lebih lanjut. Meski demikian, ini adalah salah satu bukti bahwa hubungan seksual tidak hanya bermanfaat bagi kelanggengan hubungan, tapi juga kesehatan jangka panjang.

Tips meningkatkan kualitas hubungan seksual untuk lansia

seks lansia

Hubungan seksual pada masa lansia memang tidak sama seperti saat Anda berusia 20-an. Anda mungkin butuh waktu lama mencapai orgasme, tidak dapat ereksi dengan cepat, mudah menjadi emosional, atau mengalami gangguan lainnya.

Walau demikian, usia lanjut bukanlah halangan untuk mencegah pikun lewat hubungan seks rutin. Meski membutuhkan upaya ekstra, ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk meningkatkan kepuasan berhubungan seksual, seperti:

  • Mengobrol dengan pasangan untuk saling menyampaikan keinginan atau kekhawatiran satu sama lain.
  • Berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah kesehatan yang mengganggu hubungan seks.
  • Mencoba posisi seks yang nyaman sesuai kondisi Anda dan pasangan.
  • Mencoba hal baru dan tidak hanya terpaku pada seks dengan penetrasi.
  • Beradaptasi dengan rutinitas yang baru, misalnya berhubungan seks pada pagi hari ketika Anda merasa segar dan berenergi.
  • Berkonsultasi dengan seorang terapis seks.

Siapa sangka, aktivitas sederhana seperti berhubungan seksual ternyata memberikan manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental. Seks yang dilakukan secara rutin bahkan bisa meningkatkan fungsi kognitif dan membantu mencegah pikun.

Kondisi tubuh yang menurun memang menjadi kendala bagi lansia untuk menikmati kegiatan intim yang satu ini. Namun, dengan beberapa penyesuaian, hubungan seksual pada masa lansia bisa tetap terasa nyaman dan mendebarkan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Pasangan Hilang Gairah Seksual dan Cara Mengatasinya

Tiba-tiba gairah seksual hilang? Tidak perlu panik saat mengalaminya. Terdapat penjelasan ilmiah mengenai penyebab sekaligus cara mengatasinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Cara Membersihkan Penis Setelah Berhubungan Seks

Menjaga kebersihan penis seusai beraktivitas seksual sangat penting. Bagaimana cara membersihkan penis setelah berhubungan intim? Simak jawabannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah

Masturbasi Dulu Sebelum Bercinta, Benarkah Bikin Cepat Klimaks?

Masturbasi biasanya identik dilakukan sendirian. Lantas kalau sudah menikah dan aktif secara seksual, adakah manfaat masturbasi jika dilakukan sebelum seks?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Apakah Benar Penis Kecil Berarti Tidak Subur?

Ukuran penis selalu menjadi topik perdebatan antar pria.Namun, apa benar penis berukuran kecil menandakan bahwa seorang pria tidak subur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesuburan, Kehamilan 23/04/2019

Direkomendasikan untuk Anda

Perubahan gairah seksual pasangan paruh baya

4 Perubahan Gairah Seksual yang Terjadi di Usia Paruh Baya

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
gairah seksual menurun

Jenis Pekerjaan Ini Bisa Menurunkan Gairah Seksual

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 10/03/2020
seks lansia

Intip 6 Rahasia Seks Bergairah di Usia Senja

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 07/01/2020
mimisan saat terangsang

Benarkah Berpikiran Mesum Bisa Bikin Hidung Mimisan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/01/2020