Pria Harus Ejakulasi Seberapa Cepat untuk Dikatakan Punya Ejakulasi Dini?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ejakulasi dini adalah keluhan seks yang paling umum dilaporkan oleh hampir sebagian besar pria dewasa. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian dari Drug Discovery Today Journal tahun 2016 yang menyebutkan bahwa sekitar 20-30 persen pria di dunia mengalami ejakulasi dini. Beragam studi juga melaporkan 1 dari 3 pria di dunia ini pernah terlalu cepat ejakulasi setidaknya sekali seumur hidup.

Sebenarnya, seberapa cepat air mani harus keluar untuk bisa dikatakan ejakulasi dini?

Berapa lama pria bisa tahan sampai akhirnya terlalu cepat ejakulasi?

Ejakulasi dini adalah orgasme yang terjadi terlalu cepat di luar keinginan, baik sebelum atau sesaat setelah penetrasi seksual. Orgasme pada pria ditandai dengan keluarnya air mani, yang menjadi gol dari aktivitas seks pada umumnya. Ejakulasi dini bahkan bisa juga terjadi saat masturbasi.

Sebenarnya tidak ada patokan batas waktu khusus yang harus dilalui pria untuk mencapai “garis akhir” setelah bercinta. Setiap pria memiliki waktu orgasme yang bervariasi, tergantung situasi dan kondisinya saat itu. Waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh pria untuk ejakulasi normalnya akan memakan waktu sekitar 4-5 menit, ungkap Andrew C. Kramer, MD, seorang ahli urologi dari University of Maryland School of Medicine di Amerika Serikat.

Akan tetapi, sebagian besar pakar kesehatan mengartikan waktu ejakulasi dini biasanya hanya dalam hitungan 30-60 detik atau kurang dari dua menit setelah penetrasi. Ejakulasi dini juga ditandai dengan orgasme yang terjadi bahkan setelah rangsangan seks yang minim.

Ejakulasi dini dapat membuat seks jadi terasa tidak memuaskan bagi kedua belah pasangan yang akhirnya dapat memadamkan gairah bercinta dalam jangka panjang.

pasangan seks

Ejakulasi dini bisa disertai masalah ereksi

Ejakulasi dini merupakan satu dari beberapa masalah seksual pria yang kerap dikeluhkan. Masalah terlalu cepat ejakulasi juga bisa terjadi bersamaan dengan disfungsi ereksi alias empotensi, meski tidak selalu demikian.

Disfungsi ereksi bisa terjadi di usia berapa pun, tapi kebanyakan dialami oleh pria berusia sekitar 60 tahun ke atas. Sementara ejakulasi dini umumnya dialami oleh pria usia muda.

Bisakah kondisi ini diobati?

Perlu diketahui bahwa masalah terlalu cepat ejakulasi ini bisa berakar dari beragam penyebab. Mulai dari masalah psikologis seperti kepercayaan diri yang terlalu rendah, stres, bahkan hingga terlalu bersemangat untuk bercinta. Ejakulasi dini bisa juga disebabkan oleh suatu penyakit dalam tubuh seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, meski ini tergolong jarang.

Itu kenapa sebenarnya sulit untuk bisa menentukan mana yang spesifiknya menjadi penyebab ejakulasi dini Anda; apakah itu hanya disebabkan oleh faktor psikologis, masalah struktur penis, atau justru kombinasi keduanya.

Maka, perawatan untuk ejakulasi dini biasanya juga melibatkan terapi kombinasi seperti rutin konseling bersama terapis seks dan obat-obatan tertentu. Jenis obat yang biasa digunakan untuk mengatasi ejakulasi serupa dengan obat-obatan antidepresan, misalnya Paxil (paroxetine), Zoloft (sertraline), dan Prozac (fluoxetine).

Jika diperlukan, terapis seks mungkin juga menyarankan agar Anda dan pasangan menunda berhubungan seks untuk sementara waktu sampai kemampuan ejakulasi Anda pulih.

Selain itu, ada beberapa cara rumahan lainnya untuk membantu pria mencegah ejakulasi dini seperti teknik masturbasi khusus dan rutin senam Kegel agar orgasme lebih terkontrol.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sengaja Menahan Ejakulasi? Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda

Menahan ejakulasi atau menunda ejakulasi dilakukan untuk memuaskan pasangan di atas ranjang. Namun, apa yang terjadi pada tubuh saat melakukan hal itu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Fakta Unik 21 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Sudah Mencapai Klimaks, Tapi Kok Penis Tidak ‘Basah’?

Saat berhubungan seksual, orgasme kering pada pria mungkin terjadi. Apa itu orgasme kering? Cari tahu infonya di artikel Hello Sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Bahaya Suplemen Testosteron Jika Diminum Sembarangan

Meski bermanfaat untuk meningkatkan gairah bercinta, suplemen testosteron menyimpan risiko penyakit jantung jika digunakan sembarangan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebugaran, Perawatan Pria, Hidup Sehat 25 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit

Kata Para Ahli, Kecanduan Game Bisa Turunkan Gairah Seks Pria

Meski bisa mengusir stres dan kebosanan, pria yang kecanduan main game berisiko mengalami penurunan gairah seks. Awas, keintiman di ranjang jadi terancam!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 25 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat ginseng buat pria

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
seberapa sering ejakulasi

Seberapa Sering Pria Harus Ejakulasi untuk Menjaga Kesehatannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 4 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengatasi Ejakulasi Dini dengan Botox, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit