home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Gejala Impotensi Sejak Dini, Plus Tipe-Tipe Pria yang Paling Berisiko Impoten

Kenali Gejala Impotensi Sejak Dini, Plus Tipe-Tipe Pria yang Paling Berisiko Impoten

Impotensi adalah masalah seksual yang paling umum dialami pria usia matang. Dilansir dari Healthline, diperkirakan kurang lebih 50% pria berusia 40-70 tahun menunjukkan gejala impotensi setidaknya sekali semasa hidupnya. Lalu, apa saja gejala impotensi yang harus diwaspadai? Siapa saja yang paling berisiko mengalami hal ini?

Tanda dan gejala impotensi yang paling umum

Gejala impotensi yang paling umum adalah ketidakmampuan untuk penis mencapai ereksi meski sudah mendapatkan cukup rangsangan, atau kesulitan untuk mempertahankan agar penis terus ereksi sehingga tidak bisa ejakulasi dan berorgasme.

Seorang pria dikatakan mengalami impotensi ketika semua gejala-gejala ini timbul secara teratur berkelanjutan, bukan hanya sekali saja. Hal ini kemudian ikut memengaruhi aspek psikologis dan emosional pria, dan menimbulkan gejala seperti rasa malu atau minder, tidak berharga atau tidak pantas, putus asa, depresi, hingga bahkan kehilangan gairah seks.

Siapa yang paling berisiko mengalami impotensi?

Pada umumnya, impotensi disebabkan oleh sesuatu yang bersifat fisik dari masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti:

  • Penyakit jantung.
  • Diabetes.
  • Obesitas.
  • Hipertensi.
  • Kolesterol tinggi.
  • Tumor otak.
  • Penyakit saraf seperti stroke, Parkinson, Alzheimer dan multiple sclerosis.
  • Kecanduan alkohol.
  • Perokok berat dan aktif dalam waktu lama.
  • Trauma fisik di bagian kemaluan atau di sumsum tulang belakang; misalnya karena kecelakaan bermotor atau kecelakaan kerja.
  • Sedang menjalani pengobatan seputar masalah prostat.
  • Masalah hormon seperti hipogonadisme dan masalah tiroid seperti hipertiroid atau hipotiroid.
  • Penggunaan obat-obatan resep terkait masalah kesehatan tertentu yang bisa menurunkan gairah seks, seperti diuretik, antidepresan, dan obat hipertensi.

Selain penyebab yang berkaitan dengan kondisi fisik, faktor psikologis pun bisa memicu terjadinya impotensi, seperti:

  • Depresi.
  • Gangguan kecemasan.
  • Stres berlebihan karena mengkhawatirkan performa seksnya; cemas berlebihan tidak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi.
  • Stres berkepanjangan yang terkait masalah ekonomi, profesi, atau konflik dengan pasangan.

Selain itu, risiko impotensi dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Gejala impotensi lebih sering terjadi pada pria usia lanjut 60 tahun ke atas dibandingkan dengan pria yang berusia lebih muda.

Dilansir dari Medicine net, pria berpendidikan rendah dilaporkan berpeluang lebih tinggi untuk mengidap impotensi karena mereka tidak menganut kebiasaan hidup sehat. Rata-rata karena minimnya pengetahuan soal pola hidup sehat dan/atau terbatasnya akses mereka terhadap makanan sehat dan tempat olahraga.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Medicinenet. 2016. Erectile Dysfunction (ED) Causes and Treatment. [Online] Tersedia pada: https://www.medicinenet.com/impotence_pictures_slideshow_erectile_dysfunction/article.htm (Diakses 20 Agustus 2018)

Nall Rachel dan Gotter Ana. 2016. 5 Common Causes of Impotence. [Online] Tersediaa pada: https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction/common-causes-impotence (Diakses 20 Agustus 2018)

Shiel William C. 2018. Erectile Dysfunction (Impotence): Symptoms & Signs. [Online] Tersedia pada: https://www.medicinenet.com/impotence/symptoms.htm (Diakses 20 Agustus 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 04/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x