Pria Ternyata Juga Bisa Stres Setelah Berhubungan Intim, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Pria sering kali dianggap memiliki gairah seksual yang besar, selalu ingin berhubungan intim, dan lebih menikmati kegiatan seksual dibandingkan wanita. Padahal, pria juga bisa mengalami stres setelah berhubungan intim atau post-coital dysphoria. Alih-alih merasa bahagia, hubungan intim justru menimbulkan emosi negatif yang membekas.

Mengenal fenomena stres setelah berhubungan intim pada pria

dampak stres pada hubungan asmara

Post-coital dysphoria (PCD) ditandai dengan timbulnya perasaan sedih, stres, frustrasi, atau bahkan depresi usai berhubungan intim. Kondisi ini dapat terjadi sekalipun Anda melakukan hubungan intim bersama pasangan dengan persetujuan (consent).

Hubungan intim memang bisa membuat seseorang menjadi emosional, tapi banyak orang menganggap hal ini hanya terjadi pada wanita. Pria dianggap selalu menikmati seks sehingga tak banyak yang menyadari bahwa mereka pun bisa mengalami PCD.

Sejumlah peneliti di Queensland University of Technology, Australia, melakukan survei yang melibatkan lebih dari 1.200 pria dari sejumlah negara. Survei ini bertujuan untuk mengetahui persentase pria yang mengalami PCD dengan menilai gejalanya, seperti munculnya rasa sedih, tidak puas, terganggu, dan stres setelah berhubungan intim.

Hasilnya, sebanyak 41 persen responden mengaku mengalami PCD. Sebanyak 20 persen di antaranya mengalami PCD dalam sebulan terakhir, dan sekitar 4 persen dari total responden mengaku hampir selalu mengalami PCD setiap kali berhubungan intim.

Para responden mengalami emosi negatif yang berbeda-beda. Beberapa pria merasa tidak suka disentuh, ingin menyendiri, serta ingin segera pergi usai berhubungan intim. Ada pula yang merasa hampa atau menganggap ada yang salah dengan dirinya.

Hubungan intim yang penuh kasih sayang sebenarnya bermanfaat bagi kesehatan fisik dan emosional. Namun, pada pria yang mengalami PCD, stres dan perasaan negatif setelah berhubungan intim justru membuat kegiatan ini tidak lagi terasa menyenangkan.

Penyebab stres usai berhubungan intim pada pria

efek trauma

Penyebab post-coital dysphoria belum diketahui secara pasti, mengingat belum banyak penelitian yang membahas tentang fenomena ini. Kendati demikian, para ahli menduga PCD berkaitan dengan perubahan hormon, kondisi emosional, dan stigma tentang seks.

1. Perubahan hormon

Beberapa ahli menduga bahwa PCD mungkin berkaitan dengan meningkatnya hormon dopamin, oksitosin, dan endorfin saat melakukan kegiatan seksual. Ketiganya adalah hormon yang memberikan rasa rileks dan mengurangi stres setelah berhubungan intim.

Untuk mengimbangi dopamin, oksitosin, dan endorfin yang tinggi, tubuh memproduksi hormon prolaktin. Meningkatnya prolaktin membuat ketiga hormon tersebut menurun secara drastis. Akibatnya, Anda merasakan emosi negatif yang menjadi awal dari PCD.

2. Kondisi emosional dan trauma

Jika Anda pernah mengalami trauma terkait hubungan seks, kegiatan ini mungkin dapat menimbulkan emosi negatif di kemudian hari. Hubungan seks yang seharusnya menimbulkan perasaan baik, justru akan mengingatkan Anda pada trauma.

Selain trauma, pengalaman buruk atau memalukan terkait seks juga bisa menyebabkan stres setelah berhubungan intim. Terapi dengan psikolog akan membantu Anda dalam menggali akar masalahnya sehingga kegiatan seksual tidak lagi tampak mengerikan.

3. Stigma negatif tentang seks

Seks adalah bagian yang normal dalam hubungan asmara. Namun, tidak sedikit orang yang menilai seks tabu karena lingkungannya mengajarkan demikian. Mereka akhirnya menganggap hubungan intim sebagai sesuatu yang kotor dan memalukan.

Stigma seperti ini sangat sulit dihilangkan, bahkan ketika seorang pria sudah dewasa dan berusaha tidak memercayainya. Dampaknya, hubungan intim malah menimbulkan emosi negatif dan perasaan bersalah.

Stres setelah berhubungan intim tidak hanya terjadi pada wanita, tapi juga pria. Kondisi ini bahkan cukup umum terjadi pada pria, hanya saja tidak banyak terungkap karena pria lebih jarang mengutarakan perasaannya dibandingkan wanita.

Emosi yang Anda alami sebetulnya tidak perlu ditangani secara serius selama tidak menurunkan kualitas hubungan seksual secara keseluruhan. Namun, jika Anda mulai terganggu, cobalah berkonsultasi dengan psikolog untuk menentukan solusinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Posisi Seks yang Bisa Anda Coba di Pantai Bersama Pasangan

Supaya liburan Anda bersama pasangan lebih intim dan menyenangkan, ada beberapa posisi yang bisa Anda berdua lakukan saat bercinta di pantai.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26/12/2019 . 4 menit baca

Panduan Menjadwalkan Hubungan Seks dengan Pasangan Agar Lebih Mesra

Siapa bilang seks dilakukan secara spontan? Anda juga bisa membuat jadwal hubungan seks bersama pasangan untuk hubungan yang lebih mesra.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21/12/2019 . 4 menit baca

Mendengar Cerita Korban Trauma Juga Bisa Bikin Stres, Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Secondary traumatic stress adalah kondisi yang rentan menyerang orang terdekat korban trauma. Mengapa kondisi ini bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 06/12/2019 . 4 menit baca

Cara Mencegah Tiba-tiba Kentut dari Vagina Saat Berhubungan Seks (Queefing)

Kentut bisa bunyi kapan saja, termasuk saat bercinta. Namun, kentut yang keluar dari tubuh wanita saat seks biasanya dari vagina. Lantas, bisakah dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 22/10/2019 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

stres kerja di rumah

Terlalu Lama Kerja di Rumah Bikin Stres? Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020 . 5 menit baca
efek samping pakai vibrator terlalu sering

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . 4 menit baca
Menolak fantasi seksual pasangan

Cara Halus Menolak Fantasi Seksual Pasangan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/02/2020 . 4 menit baca
gairah seksual hilang

Penyebab Pasangan Hilang Gairah Seksual dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 02/01/2020 . 4 menit baca