Sebenarnya, Siapa Saja yang Harus Melakukan Tes HIV?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

HIV (human immunodeficiency virus) menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat orang dengan HIV rentan terhadap penyakit serius. Jika tidak dideteksi dini dan tidak mendapatkan pengobatan yang cepat, bisa sangat mengancam nyawa. Oleh karena itu, setiap orang perlu melakukan tes HIV, terlebih lagi jika Anda aktif secara seksual. Mengapa demikian? Apakah hasil tes selalu akurat?

Kenapa harus melakukan tes HIV?

Tes HIV dilakukan untuk mengetahui status HIV atau mendiagnosis orang yang baru terinfeksi virus. Selain itu, tes HIV dilakukan juga untuk mendeteksi infeksi yang sebelumnya tidak diketahui dan sekaligus untuk memastikan status HIV pada orang yang berisiko HIV.

Melakukan tes ini dapat mendeteksi penyakit lebih dini. Dengan begitu, dokter bisa merekomendasikan tindakan pengobatan atau pencegahan supaya kondisi tidak bertambah buruk.

Tes HIV juga perlu dilakukan secara rutin dan disarankan untuk melakukan tes ini setidaknya sekali dalam setahun pada orang yang aktif secara seksual. Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan, karena siapa pun bisa terkena virus HIV.

Jika hasil tes positif, Anda dapat mendapatkan perawatan untuk HIV agar tetap sehat selama bertahun-tahun dan dapat mengurangi kemungkinan penularan HIV ke pasangan Anda.

Jika Anda hamil, Anda harus melakukan tes sehingga Anda dapat memulai pengobatan jika Anda positif HIV. Jika seorang wanita positif HIV akan diobati untuk HIV di awal kehamilannya, sehingga risiko penularan HIV ke bayinya sangat rendah.

Siapa saja yang perlu tes HIV?

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan, ada beberapa indikasi tes HIV, yaitu:

  • Setiap orang dewasa, anak, dan remaja dengan kondisi medis yang diduga terjadi infeksi HIV. Terutama dengan riwayat tuberkulosis (TB) dan penyakit kelamin.
  • Asuhan antenatal pada ibu hamil dan ibu bersalin.
  • Laki-laki dewasa yang meminta sunat sebagai tindakan pencegahan HIV.

Bayi dan anak dengan kondisi di bawah ini juga memerlukan tes HIV. Kondisi tersebut antara lain:

  • Anak memiliki penyakit yang berhubungan dengan HIV seperti tuberkulosis berat atau mendapat obat anti tuberkulosis (OAT) berulang, malnutrisi, atau pneumonia berulang dan diare kronis atau berulang.
  • Bayi yang baru lahir dari ibu terinfeksi HIV dan sudah mendapatkan tindakan pencegahan penularan dari ibu ke anak.
  • Anak yang riwayat keluarganya tidak diketahui.
  • Terkena atau berpotensi memiliki infeksi HIV melalui jarum suntik yang terkontaminasi, menerima transfusi berulang, dan sebab lainnya.
  • Anak yang mengalami kekerasan seksual.

Selain itu, tes HIV juga harus ditawarkan secara rutin kepada:

  • Pekerja seks, pengguna NAPZA suntik (penasun), laki-laki hubungan seksual dengan laki-laki (LSL), dan waria. Tes harus diulang minimal setiap 6 bulan sekali.
  • Pasangan ODHA.
  • Ibu hamil di wilayah epidemi meluas dan epidemi terkonsentrasi.
  • Pasien tuberkulosis.
  • Semua orang yang berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan di daerah epidemi HIV meluas.
  • Pasien penyakit kelamin.
  • Pasien hepatitis.
  • Warga binaan permasyarakatan.

Apakah tes HIV akurat?

Tes HIV modern sangat akurat. Akurasi ini harus dipertimbangkan dengan periode jendela. Misalnya, tes generasi ke-4 akan mengambil 95 persen infeksi pada 28 hari setelah terpapar. Tes konfirmasi setelah tiga bulan paparan virus selalu disarankan. Ini karena lima persen orang mengambil waktu lama ini untuk menunjukkan hasil positif.

Hasil tes positif secara rutin dikonfirmasi menggunakan jenis tes yang berbeda yang disebut western blot. Tes western blot mencari respon imun terhadap protein HIV spesifik dan 100 persen akurat sebagai tes konfirmasi.

Adakah yang bisa memengaruhi hasil tes HIV?

Tes antibodi HIV dan tes konfirmasi, tidak terpengaruh oleh keadaan lain. Ini termasuk infeksi, obat-obatan, sebagian besar vaksinasi, kenaikan berat badan, makan atau minum apa pun sebelum tes, penggunaan alkohol atau narkoba, obat kumur atau waktu dalam sehari.

Hasil tes Anda akurat bahkan jika Anda terkena flu atau pilek atau sedang menggunakan obat apapun. Anda tidak perlu berpuasa sebelum melakukan tes HIV, karena makanan dan minuman tidak memengaruhi hasil tes.

cara penularan HIV

Perlukah tes HIV lagi?

Hal ini akan bergantung pada waktu terakhir Anda terpapar virus. Namun, lebih baik jika paparan itu kurang dari tiga bulan sebelumnya, maka tes HIV pada tiga bulan setelah paparan biasanya dianjurkan.

Hasil tes HIV negatif

Hasil negatif bukan berarti Anda tidak memiliki HIV. Ini disebabkan oleh periode jendela, waktu antara seseorang yang terpapar HIV dan ketika tes dapat memastikan apakah mereka terkena HIV. Periode jendela bervariasi dari orang ke orang dan juga berbeda tergantung pada jenis tes HIV.

Tanyakan kepada penyedia perawatan kesehatan Anda tentang periode jendela untuk tes yang Anda ikuti. Jika Anda mendapatkan tes HIV setelah paparan HIV dan hasilnya negatif, lalu melakukan tes HIV lagi setelah periode jendela untuk memastikan.

Misalnya, jika dokter Anda menggunakan tes antigen atau antibodi yang dilakukan oleh laboratorium, Anda harus diuji kembali 45 hari setelah paparan terakhir Anda.

Untuk tes lain, Anda harus mengujinya kembali setidaknya 90 hari setelah paparan terakhir Anda untuk memastikan dengan pasti apakah Anda terkena HIV.

Jika Anda mengetahui bahwa Anda HIV-negatif pada terakhir kali Anda melakukan tes HIV, Anda hanya dapat memastikan bahwa Anda masih negatif jika Anda belum memiliki potensi paparan HIV sejak tes terakhir Anda.

Jika Anda aktif secara seksual, terus ambil tindakan untuk mencegah HIV, seperti menggunakan kondom dengan cara yang benar setiap kali Anda melakukan hubungan seks dan minum obat untuk mencegah HIV jika Anda berisiko tinggi.

Hasil tes HIV positif

Ini berarti bahwa virus HIV telah terdeteksi dalam tubuh Anda, tetapi jangan khawatir, ada pengobatan untuk HIV yang akan membuat Anda tetap sehat.

Jika hamil, mulailah Anda pada perawatan untuk mencegah penularan ke bayi Anda. Lakukan tindakan pencegahan jika hidup dengan atau bepergian di tempat-tempat dengan prevalensi tuberkulosis (TB) tinggi

Memulai pengobatan dengan segera dapat memastikan bahwa Anda tetap sehat dan mengurangi peluang Anda menyebarkan HIV ke orang lain.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca