Cara Menengahi Orangtua yang Tidak Akur dengan Pasangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidak semua orangtua merasa langsung cocok dan suka dengan pasangan hidup anaknya. Kadang ada banyak faktor yang membuat orangtua punya alasan tersendiri mengapa mereka tidak menyukai pasangan Anda meski telah menikah. Berada dalam kondisi ini memang memusingkan, sebab baik pasangan dan orangtua adalah orang yang sama penting dalam hidup Anda. Namun, cobalah untuk menengahi pasangan yang tidak akur dengan orangtua lewat cara-cara berikut ini.

Cara menengahi orangtua yang tidak akur dengan pasangan

menghadapi mertua

Untuk menengahi orangtua yang tidak pernah akur dan seringkali bersitegang dengan pasangan, cobalah:

1. Tanyakan alasan pastinya

Orangtua pasti punya alasan khusus kenapa tidak suka pada pasangan anaknya. Jika Anda tak pernah mendengar alasan pastinya, coba langsung tanyakan.

Anda perlu tahu mengapa orangtua tidak bisa bersikap baik pada pasangan. Tanpa mengetahui penyebab pastinya, akan sulit bagi Anda untuk menengahi dan menemukan solusi dari masalah ini. Oleh karenanya, cobalah untukĀ berbicara secara jujur dan terbuka pada orangtua.

Gunakan intonasi yang lembut saat menanyakan hal ini pada orangtua Anda. Utarakan kesedihan dan kebingungan Anda selama ini setiap kali mereka dan pasangan Anda berinteraksi. Kemudian, tanyakan padanya kira-kira apa yang orangtua harapkan dari Anda dan pasangan.

Jika dalam hal ini pasangan Anda juga memiliki kejengkelan yang sama, tanyakan hal serupa pada pasangan. Dengan mengetahui hal ini dari kedua belah pihak, Anda mulai bisa merencanakan langkah selanjutnya untuk membuat hubungan orangtua dan pasangan jadi lebih harmonis.

2. Sampaikan hal positif satu sama lain

Ketika tahu bahwa orangtua ternyata tidak akur dengan pasangan, jangan merasa kesal dan berbalik marah. Justru Anda perlu meluluhkan hati orangtua dengan cara yang halus.

Coba mulai dengan membicarakan kebaikan satu sama lain saat bertemu. Misalnya, ketika Anda mengunjungi orangtua, selipkan pembicaraan tentang kebaikan pasangan yang sesuai dengan konteks obrolan.

Sebagai contoh, saat sedang membicarakan soal asisten rumah tangga yang mudik, selipkan obrolan bahwa pasangan sangat membantu Anda di rumah. Katakan pada orangtua bahwa Anda bersyukur menikah dengannya karena mau diajak bekerja sama dalam pekerjaan rumah.

Sebaliknya, Anda juga bisa menyelipkan obrolan tentang kelebihan orangtua di depan pasangan. Cara ini diharapkan mampu memudarkan rasa tidak suka, baik antara orangtua ke pasangan dan sebaliknya.

Meski awalnya tak akan ditanggapi atau dianggap masa bodoh, jangan putus asa. Percayalah bahwa hati orangtua Anda dan pasangan lama-lama akan dilembutkan jika terus mengusahakan yang terbaik.

3. Menghabiskan waktu secara terpisah

Sesekali, Anda pasti ingin menghabiskan waktu libur dengan orangtua dan pasangan bersama-sama. Namun jika rencana terus gagal karena orangtua tidak akur dengan pasangan, tak ada salahnya membuat jadwal terpisah. Artinya ketika Anda menghabiskan waktu bersama orangtua, pasangan tidak perlu ikut, begitu pun sebaliknya.

Hal ini juga dilakukan agar Anda bisa berbicara lebih intim pada orangtua tentang pasangan tanpa merasa tidak enak, begitu pun sebaliknya. Namun, saat pergi dengan masing-masing pihak Anda tetap perlu menyelipkan obrolan tentang masalah ini secara halus.

Siapa tahu, omongan Anda akan didengarkan oleh kedua belah pihak ketika disampaikan dengan bahasa yang enak di waktu yang tepat. Dengan begitu, nantinya diharapkan hubungan antara orangtua Anda dan pasangan bisa mencair sehingga tak ada lagi rasa tidak suka di kedua pihak.

Jika tak kunjung ada perubahan meski telah mencoba usaha-usaha ini, saatnya Anda butuh bantuan ahli. Mintalah saran dari psikolog atau konselor pernikahan untuk mencari solusi dari masalah yang sedang Anda alami.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mungkinkah Kita Bertemu Tambatan Hati pada Waktu yang Salah?

Ungkapan 'bertemu orang yang tepat pada waktu salah' atau sebaliknya sangat sering terdengar, tapi apakah bisa terjadi dalam kehidupan nyata?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 12 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Bercerai dengan Pasangan?

Waktu yang tepat untuk bercerai dengan pasangan bukan hal yang mudah. Pikiran ini terjadi ketika ada beragam faktor yang terpendam dalam pernikahan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

Benarkah melakukan hubungan suami-istri setelah bertengkar itu termasuk seks terbaik? Lalu apakah masalahnya terselesaikan? Temukan jawabannya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Masalah Utama yang Sering Diributkan Menjelang Pernikahan

Masa-masa menuju pernikahan adalah waktu-waktu yang rawan. Menjelang pernikahan, biasanya masalah datang silih berganti menguji Anda dan pasangan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 10 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan baru setelah bercerai

Kapan Waktu Tepat Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
pernikahan beda usia

Pernikahan Beda Usia, Membawa Tantangan Sekaligus Dinamika

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit