Mengenal Parafimosis, Gangguan Penis yang Tidak Disunat

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Parafimosis adalah kondisi yang hanya dijumpai pada pria yang belum disunat. Kondisi ini terjadi saat kulit penutup pada penis tidak dapat ditarik ke depan melebihi ujung pada penis. Hal ini menyebabkan kulit menjadi bengkak dan terjepit, yang pada akhirnya dapat memperlambat atau menghentikan aliran darah pada ujung penis. Kondisi ini dapat berujung pada komplikasi yang serius jika tidak ditangani segera.

Parafimosis tidak sama dengan fimosis. Fimosis adalah kondisi di mana kulit tidak dapat ditarik dari ujung penis. Kondisi ini sering terjadi pada anak kecil, dan bukan suatu kondisi yang serius. Di lain sisi, parafimosis merupakan sebuah situasi gawat darurat. Anda harus segera menghubungi dokter Anda atau pergi ke rumah sakit jika mengalami gejala parafimosis.

Apa saja gejala parafimosis?

Gejala utama dari parafimosis adalah tidak dapat kembalinya kulit selubung pada penis ke posisi semula (melebihi ujung penis). Kulit dan ujung penis dapat menjadi bengkak dan sakit. Ujung penis juga dapat berubah warna menjadi merah atau biru akibat kurangnya darah yang mengalir ke daerah tersebut.

Apa penyebab parafimosis?

Parafimosis paling sering terjadi ketika petugas kesehatan tidak menagani kulit pada penis dengan baik Mereka mungkin tidak mengembalikan kulit kembali ke posisi semula setelah melakukan pemeriksaan atau tindakan medis. Namun, di samping itu terdapat juga penyebab lainnya, seperti:

  • infeksi
  • trauma fisik pada area sekitar alat kelamin
  • menarik kulit pada penis terlalu kuat
  • mempunyai kulit lebih yang ketat dibandingkan kulit normal
  • kulit pada penis ditarik kebelakang untuk waktu yang cukup lama

Bagaimana cara menangani dan mengobati parafimosis?

Penanganan dapat bervariasi tergantung dari umur dan kondisi yang Anda alami. Secara umum, langkah awal penanganan paraphimosis adalah untuk mengurangi pembengkakan. Dokter mungkin akan melakukan beberapa hal seperti:

  • Mengompres dengan es pada area tersebut.
  • Memasang perban dengan ketat pada penis.
  • Menggunakan jarum untuk mengeluarkan darah dan nanah yang tersumbat.
  • Menyuntikan hyaluronidase, sebuah enzim yang dapat membantu mengurangi pembengkakan.
  • Pada kasus yang parah, dokter mungkin harus membuat sayatan kecil untuk mengurangi tekanan pada penis.

Setelah pembengkakan berkurang, dokter selanjutnya akan mengembalikan kulit kembali ke posisi semula. Proses ini sangat menyakitkan, dan biasanya Anda akan diberikan obat penghilang rasa sakit sebelum prosedur dilakukan. Obat penahan rasa sakit tersebut dapat berupa obat anestesi, blokade saraf, atau obat golongan narkotik yang dapat Anda minum.

Selama prosedur, dokter pertama-tama akan melumasi kulit dan penis Anda. Selanjutnya, dokter meremas secara perlahan penis Anda dan bersamaan dengan itu, menarik kulit penis Anda.

Pada kasus yang sangat berat, sunat atau pemotongan kulit penis, mungkin akan dibutuhkan. Hal ini juga dilakukan untuk mencegah agar kondisi ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Pastikan Anda mengikuti instruksi dokter setelah menjalani prosedur dan mengonsumsi obat Anda secara teratur. Dokter akan mengajari Anda mengenai cara membersihkan dan merawat ujung penis Anda setelah penanganan dilakukan.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami demam dan tetap mengalami sakit pada penis setelah prosedur penanganan. Gejala ini dapat menandakan adanya infeksi, yang harus ditangani dengan antibiotik

Apa komplikasi yang bisa terjadi jika parafimosis dibiarkan?

Paraphimosis mungkin menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan cepat. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan aliran darah pada penis yang selanjutnya akan menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam jaringan. Ketika hal ini terjadi, paraphimosis dapat menyebabkan:

  • infeksi berat
  • kerusakan pada ujung penis
  • gangrene atau kematian jaringan yang berujug pada kehilangan ujung penis

Jika ditangani secara cepat dan tepat, kondisi ini memiliki kemungkinan yang sangat tinggi untuk sembuh secara sempurna. Setelah pembengkakan ditangani dan kulit dikembalikan ke posisi semula, kebanyakan penderita dapat sembuh tanpa mengalami komplikasi.

Bagaimana cara mencegah parafimosis jika saya tidak sunat?

Sirkumsisi atau sunat dapat mencegah parafimosis. Namun, jika Anda tidak disunat, parafimosis dapat dicegah dengan:

  • Mempraktikan cara hidup bersih dan selalu membersihkan ujung penis secara teratur.
  • Selalu letakkan kulit penis kembali ke posisi semula  (ke atas ujung penis) setelah ditarik ke belakang untuk dibersihkan setelah hubungan seksual atau buang air kecil.
  • Pastikan petugas kesehatan menarik kulit penis Anda kembali ke posisi normal setelah melakukan pemeriksaan maupun prosedur medis.
  • Jangan pernah membiarkan kulit penis Anda tertarik  ke belakang ujung penis untuk jangka waktu yang lama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Lakukan Hal Ini Saat Pasangan Menolak Berhubungan Seks

Seks yang sehat memang dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak, Namun, baaimana jika pasangan menolak berhubungan seks? Simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Berapa kali Anda menonton pornografi dalam seminggu? Hati-hati, lho. Para ahli menguak kalau kecanduan pornografi berdampak pada risiko disfungsi ereksi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Senam Kegel untuk Stamina Seks Pria dan Cara Melakukannya

Meski senam kegel sudah lama dikenal efektif untuk mengencangkan vagin.Namun, ternyata senam kegel juga memiliki manfaat untuk stamina seks pria.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kanker penis

Kanker Penis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit
penis sehat

8 Makanan Wajib untuk Menjaga Kesehatan Penis

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit