Seks pakai kondom jadi solusi bagi pasangan yang belum ingin punya momongan. Selain itu, penggunaan kondom juga bisa melindungi diri dari kemungkinan menularnya berbagai penyakit kelamin. Meski cukup efektif, pemakaian kondom untuk mencegah kehamilan belum terjamin seratus persen. Kenapa pakai kondom bisa hamil? Ini mungkin terjadi jika Anda melakukan kesalahan atau kecerobohan saat menggunakan kondom.

Kenapa sudah pakai kondom bisa hamil?

Kesalahan pakai kondom tentu membuat kondom tidak berfungsi dengan baik dan benar. Artinya, sperma bisa kebobolan masuk menemui sel telur dan terjadi pembuahan. Jika sudah begini, kehamilan bisa terjadi. Rencana Anda untuk mencegah kehamilan pun bisa terusik.

Untuk itu, penting bagi Anda dan pasangan untuk memahami apa saja kesalahan pakai kondom.

1. Kondom rusak

ukuran kondom

Kecil kemungkinan kondom rusak saat masih terkemas rapi dalam bungkusnya. Pasalnya, setelah selesai dibuat, pihak pabrik akan mengecek kembali kondisi kondom dengan pemindaian elektronik. Tahap ini dilakukan untuk melihat apakah ada bagian kondom yang sobek atau bolong.

Namun, menyimpan kondom yang tidak benar atau terlalu lama disimpan juga bisa merusak kondom. Menyimpan kondom pada suhu yang panas (misalnya di mobil, di bagasi motor, atau di dompet) dan ditumpuk-tumpuk dengan benda lain bisa menipiskan kondom sehingga lebih mudah robek saat digunakan.

Kerusakan kondom juga bisa terjadi saat kondom dibuka dari kemasan dengan gunting. Potongan gunting bisa mengenai bagian kondom dan membuat kondom rusak. Kesalahan ini sebenarnya masih bisa dicegah, jika Anda memerhatikan dengan cermat bagaimana kondisi kondom sebelum dipakai. Jika warnanya sudah pudar, usang, dan tidak lengkat sebaiknya jangan digunakan.

2. Pakai double kondom

ciri kondom kedaluwarsa

Pernah terbesit di otak Anda pakai dua kondom untuk antisipasi kebocoran? Meski dapat diterima secara logika, faktanya risiko kondom gagal menghadang sperma semakin mungkin terjadi kalau Anda pakai kondom dobel. Jadi usaha yang Anda lakukan malah sia-sia, bukan? Kesalahan ini terjadi karena gesekan meningkat sehingga kondom jadi semakin rapuh dan rentan robek. Nah, itulah mengapa sudah pakai kondom bisa hamil juga.

3. Pakai kondom yang sudah pernah dipakai

kondom dipakai dua kali

Suasana sudah intim, tapi tidak ada persediaan kondom jadi alasan beberapa pasangan menggunakan kondom yang sama dua kali. Menggunakan kondom yang sudah pernah digunakan (atau sudah ejakulasi lebih dari sekali) tentu membuat kondom jadi melar dan gampang lepas. Kondom tersebut juga jadi rentan robek karena terus bergesekan dan isinya mungkin sudah penuh.

Selain kondisinya sudah tidak layak pakai, tingkat kebersihan kondom juga tidak lagi terjamin. Jika tetap digunakan, risiko Anda terkena penyakit kelamin akan meningkat.

4. Terlalu cepat lepas kondom

kondom rasa

Memakai kondom memang bisa mengurangi kenikmatan dalam bercinta, menurut beberapa pasangan. Rasa tidak nyaman ini membuat Anda terburu-buru melepas kondom, padahal sesi panas Anda masih berlanjut. Awas, jika Anda terangsang kembali kemungkinan Anda melakukan seks tanpa kondom di sesi berikutnya bisa terjadi.

5. Ukuran kondom tidak sesuai

seks tanpa kondom

Sama seperti pakaian, kondom juga punya berbagai ukuran. Jika Anda salah membeli ukuran kondom, sebaiknya jangan digunakan. Kondom yang terlalu besar akan mudah lepas dan bila terlalu sempit akan gampang robek. Selain membuat Anda tidak nyaman saat bercinta, fungsi kondom untuk mencegah hamil juga jadi tidak maksimal.

6. Tidak pakai pelumas

pelumas seks lubrikan bikin susah hamil

Pelumas seks berguna untuk melancarkan dan mengurangi rasa sakit saat penetrasi. Namun, pelumas juga bisa menjaga kondom tetap aman digunakan. Berhubungan seks dalam waktu lama tanpa pelumas bisa meningkatkan gesekan kulit dan kondom. Akibatnya, kondom akan robek dan sperma bisa bocor.

Namun, pilihan jenis pelumas yang salah juga bisa merusak kondom. Penggunaan pelumas berbasis minyak dengan kondom lateks ternyata bisa membuat kondom gampang robek. Maka, lebih baik pilih pelumas berbahan dasar air saja.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca