Benarkah Berpikiran Mesum Bisa Bikin Hidung Mimisan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Jika Anda penikmat film kartun Jepang alias anime, mungkin pernah sesekali melihat adegan si tokoh yang tiba-tiba mimisan saat sedang terangsang atau memikirkan hal-hal mesum. Namun, apakah di dunia nyata juga bisa seperti itu? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Benarkah terangsang secara seksual bisa bikin hidung mimisan?

Mimisan terjadi ketika pembuluh darah kecil di dalam hidung pecah akibat gesekan atau tekanan. Contohnya, mimisan karena keseringan mengupil atau kondisi udara yang kering.

Nah, ada juga teori yang menyebutkan bahwa peningkatan seksual berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah. Teorinya, semakin lama mendapatkan rangsangan seksual, tekanan darah akan ikut meningkat di sekujur tubuh, sehingga memungkinkan pembuluh darah di hidung untuk pecah akibat tekanan tinggi.

Namun teori ini sudah dibantah kebenarannya. Tekanan darah memang cenderung naik saat terangsang atau berhubungan seksual, tapi hanya dalam skala kecil, seperti dilansir laman Blood Pressure UK.

Mayo Clinic juga menyebutkan bahwa mimisan bukanlah gejala maupun akibat dari tekanan darah tinggi. Naiknya tekanan darah lebih mungkin memperburuk perdarahan saat mimisan ketimbang jadi penyebab mimisan. Kondisi ini disebut sebagai mimisan posterior, dan sangat jarang terjadi.

Jadi, mimisan saat terangsang hanyalah sebuah hiperbola yang ada di literatur fiksi. Sekalipun terjadi di kehidupan nyata, ini bukan disebabkan oleh naiknya gairah seksual namun lebih mengarah pada penyebab mimisan yang umum.

Perubahan tubuh yang mungkin terjadi saat seseorang terangsang

menutup mata saat bercinta menutup mata saat berhubungan seks

Saat seseorang terangsang oleh gambar, sentuhan, atau suatu imajinasi, tubuh akan memberikan respons. Tidak hanya mengubah fisik, tapi juga memengaruhi emosional seseorang.

Perubahan akibat rangsangan seksual ini memiliki empat fase, yaitu munculnya keinginan (libido), gairah seks meningkat, kepuasan seks (orgasme), dan resolusi (fungsi tubuh kembali normal). Nah, pada fase tubuh saat terangsang ini tersebut dialami oleh wanita dan pria pada waktu yang berbeda dan tidak menyebabkan mimisan.

Baik pria dan wanita yang sedang terangsang, sangat umum merasakan perubahan seperti berikut ini:

  • Detak jantung meningkat dan pernapasan jadi lebih cepat
  • Otot akan menegang
  • Pada wanita, puting payudara akan mengeras dan bibir vagina jadi membengkak
  • Pada pria, aliran darah ke penis akan semakin membesar sehingga skrotum (buah zakar) mengencang. Kemudian, kepala penis akan melebar dan ukuran testis jadi lebih besar.
  • Vagina dan penis akan mengeluarkan cairan pelumas

Jika rangsangan seksual tetap ada, seseorang akan memasuki tahap orgasme. Tahapan ini membuat tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan berada pada tingkat tertinggi. Otot di sekitar kaki akan mengejang, diikuti dengan kontraksi dari otot sekitar vagina dan pangkal penis.

Selanjutnya, vagina dan penis akan mengeluarkan cairan dan secara perlahan tubuh akan kembali pada kondisi normal. Beberapa fungsi tubuh yang bekerja lebih keras ini akan membuat Anda berkeringat dan kelelahan.

Itulah berbagai respons tubuh saat Anda sedang terangsang, yang tidak termasuk dengan mimisan. Walaupun begitu, mimisan dapat terjadi kapan saja, termasuk saat gairah seksual Anda memuncak. Jika Anda merasa mimisan terus terjadi tanpa penyebab yang jelas, segera konsultasi ke dokter.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 5, 2020 | Terakhir Diedit: November 21, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca