Apa Itu Kebiri Kimia dan Bagaimana Prosesnya?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Kebiri kimia adalah salah satu hukuman untuk pelaku kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia. Hal ini dijelaskan pada Perppu No.1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, khususnya pada pasal 81 (tentang sanksi terhadap pelaku pemerkosaan) dan pasal 82 (tentang sanksi terhadap pelaku pencabulan). Kekerasan seksual terhadap anak sering kali berkaitan dengan pedofilia. Pedofilia didefinisikan sebagai minat seksual yang berkelanjutan terhadap anak di bawah usia 13 tahun. American Psychological Association menyatakan bahwa pedofilia adalah gangguan mental, dan hubungan seks antara orang dewasa dan anak-anak selalu salah. 

Apa itu kebiri?

Kebiri pada pria adalah prosedur di mana seseorang akan kehilangan fungsi testisnya, sehingga mereka kehilangan libido dan mandul. Pengebirian memiliki dua jenis prosedur yang berbeda, yaitu dengan pembedahan dan proses kimia. Dalam pengebirian bedah, atau pembedahan testis, efek yang ditimbulkan adalah permanen. Namun, dalam pengebirian kimia, obat-obatan akan diberikan secara berkala untuk mengurangi kadar testosteron dalam tubuh, sehingga dorongan seksual akan berkurang.

Proses kebiri kimia

Pengebirian kimia dilakukan dengan menggunakan obat antiandrogen untuk mengurangi kadar testosteron, yang dapat menekan libido atau dorongan seksual. Prosedur ini biasa digunakan untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut, dan untuk beberapa kasus, ini digunakan sebagai terapi rehabilitasi kejahatan seksual. Tidak seperti kebiri bedah yang bersifat permanen, efek kebiri kimia pada seseorang dapat hilang dari waktu ke waktu setelah pengobatan dihentikan.

Kebiri kimia bekerja mempercepat metabolisme testosteron alami, mengubah efek hormon dalam tubuh, dan mempengaruhi pelepasan kelenjar pituari dari hormon prekusor untuk produksi testosteron. Pilihan obat yang paling umum digunakan dalam prosedur adalah medroxyprogesterone acetate (MPA) dan cyproterone acetate. Obat tersebut dapat mengurangi kadar testosteron secara efektif pada pria, menurunkan gairah seks, serta mengurangi kemampuan mereka untuk dirangsang secara seksual.

Hukum kebiri kimia di Indonesia

Di Indonesia, Perppu dibuat untuk memberatkan hukuman dan memberikan hukuman tambahan bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak, berupa:

  1. Hukuman mati, hukuman seumur hidup, atau pidana minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun jika korban lebih dari satu orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya reproduksi, dan/ atau korban meninggal dunia.
  2. Pengumuman kepada publik tentang identitas pelaku.
  3. Pemberian suntikan kebiri kimia disertai dengan rehabilitasi.
  4. Pemberian alat pendeteksi elektronik (chip) terhadap pelaku untuk mengetahui keberadaan mantan narapidana, sehingga mudah untuk melakukan kebiri kimia, dan mengetahui keberadaan mantan narapidana tersebut.

Pro kontra kebiri kimia

1. Aman dan efektif dalam mengurangi libido

Obat yang digunakan dalam prosedur dapat secara dramatis mengurangi jumlah testosteron yang diproduksi di testis, dan menekan dorongan seksual tanpa menghilangkan kemampuan seseorang untuk melakukan hubungan seks. Pria yang dikebiri secara kimiawi masih dapat berhubungan seks, hanya saja keinginan mereka untuk terlibat dalam aktivitas seks tak akan ada lagi.

2. Mengurangi tingkat residivisme (pengulangan perbuatan tercela)

Seperti yang telah ditunjukkan sebelumnya, penelitian besar yang dilakukan mengenai pengebirian kimia untuk pelaku kejahatan seksual telah mencatat penurunan dramatis pada tingkat kekambuhan. Berdasarkan beberapa penelitian, tingkat residivisme untuk pelanggaran seksual kedua hanya sekitar 2%, dibandingkan tanpa perlakuan kimia yang sebesar 40%.

3. Memiliki efek kesehatan yang negatif

Meskipun efek dari prosedur ini dapat hilang setelah pengobatan dihentikan, namun efek samping dapat terus muncul dari waktu ke waktu. Di antaranya adalah hilangnya kepadatan tulang yang secara langsung berhubungan dengan osteoporosis, dan hilangnya massa otot disertai dengan peningkatan lemak tubuh yang memicu penyakit jantung. Efek samping lain termasuk disfungsi ereksi, mandul, rambut rontok, dan lemas.

4. Melanggar hak asasi manusia untuk pelaku kejahatan

Para penentang hukum kebiri kimia percaya bahwa memaksa pelaku kejahatan seksual untuk menjalani pengobatan yang dapat mempengaruhi reproduksi seksual dan dorongan seks benar-benar melanggar hak konstitusional penjahat. Namun, bagi beberapa pelaku, mereka akan secara sukarela memilih untuk dikebiri secara kimia daripada memiliki hukuman tanpa batas waktu.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

    Benarkah melakukan hubungan suami-istri setelah bertengkar itu termasuk seks terbaik? Lalu apakah masalahnya terselesaikan? Temukan jawabannya di sini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki

    Alami 3 Tanda Ini, Itu Artinya Anda Terlalu Sering Masturbasi

    Masturbasi membantu memuaskan keinginan seksual. Namun, bila terlalu sering dilakukan, masturbasi bisa menimbulkan tanda-tanda seperti berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Bolehkah Melakukan Oral Seks Setelah Cabut Gigi?

    Setelah cabut gigi, gusi Anda akan terasa nyeri. Bila dilihat dari sisi medis, bolehkah melakukan seks oral setelah cabut gigi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Cara Membersihkan Penis Setelah Berhubungan Seks

    Menjaga kebersihan penis seusai beraktivitas seksual sangat penting. Bagaimana cara membersihkan penis setelah berhubungan intim? Simak jawabannya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

    Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
    efek samping pakai vibrator terlalu sering

    Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
    seks memperlambat menopause

    Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020

    Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020