5 Cara Mendukung Pasangan yang Memiliki Masalah Kejiwaan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gangguan jiwa atau penyakit mental yang dialami pasangan bisa jadi tantangan besar dalam sebuah hubungan. Namun, buah kesulitan itu dapat menumbuhkan rasa cinta yang begitu dalam ketika Anda berdua benar-benar bisa menghadapinya. Mendukung pasangan Anda yang memiliki gangguan jiwa pun menjadi sangat penting. 

Banyak orang yang masih bingung bagaimana mereka dapat membantu pasangannya tersebut karena takut salah langkah. Lantas, apa yang harus kita lakukan sebagai pasangan?

Ketahui tanda-tanda gangguan mental yang dialami pasangan

pacaran beda karakter

Sebelum mengetahui bagaimana cara membantu pasangan Anda, mungkin ada baiknya untuk mengerti perbedaan penderita penyakit mental dengan orang yang hanya kesusahan biasa. 

Seperti yang dilansir dari Mental Health Foundation, gejala dari beberapa gangguan mental memang terlihat sama. Namun, sebenarnya terdapat perbedaan antara dua gangguan mental yang berbeda. 

Misalnya, penderita OCD akan menunjukkan gejala yang berbeda dengan serangan panik. Orang yang memiliki OCD cenderung melakukan tindakan yang sama berulang kali untuk mengurangi kecemasan mereka. Sementara itu, orang yang mengalami serangan panik akan terlihat seperti orang ketakutan, jantung berdebar, hingga pingsan. 

Sangat penting bagi Anda untuk mempelajari bagaimana jenis gangguan jiwa pada pasangan muncul, terutama yang dialami oleh pasangan Anda. Dengan begitu, Anda tahu bagaimana harus bersikap di hadapan pasangan Anda.

Cara mendukung pasangan yang menderita gangguan jiwa

Walaupun sulit, mendukung pasangan yang menderita gangguan mental, seperti OCD, gangguan kecemasan atau depresi, atau masalah kejiwaan lainnya dapat meningkatkan kualitas hubungan Anda. 

Anda harus bisa menyeimbangkan masalah pribadi dengan masalah yang dihadapi pasangan. Menurut National Alliance on Mental Illness, terdapat beberapa tips ketika menghadapi pasangan yang menderita penyakit mental. 

1. Dengarkan mereka bercerita

Salah satu cara mendukung pasangan yang menderita gangguan jiwa adalah membiarkannya cerita. Akan tetapi, sebaiknya tidak memaksanya berbagi masalah jika ia tidak menghendaki. 

Pada saat bercerita, pasangan membutuhkan keberanian dan kepercayaan agar ia tahu bahwa Anda tidak akan merendahkannya. Oleh karena ketakutan itulah, biasanya butuh waktu bagi pasangan Anda sampai ia berani menceritakan masalahnya keseluruhan. 

2. Jangan menginterupsi

salah paham dengan pasangan

Setelah pasangan berani membicarakan tentang gangguannya, jangan mengeinterupsinya. Jadilah pendengar yang baik agar pasangan Anda tidak merasa disepelekan.

Walaupun mungkin Anda tidak pernah mengalami hal yang serupa, akan lebih baik jika Anda tidak tetap diam dan bukan mengatakan Anda pernah mengalaminya. Tunjukkanlah simpati dan empati dengan mendengarkan ceritanya tanpa menghakimi. 

3. Tidak menjadi terapisnya

masalah rumah tangga

Mencari tahu apa yang terjadi dan bagaimana menghadapi pasangan Anda yang mengalami gangguan mental adalah langkah yang tepat. Akan tetapi, bertindak seolah-olah Anda adalah terapisnya merupakan sikap yang seharusnya tidak dilakukan. 

Bukannya berdampak baik, hal itu justru berpotensi membuat hubungan Anda kacau. Cara terbaik untuk mendukung pasangan Anda ketika ia mengalami gangguan mental adalah dengan menemaninya saat ia menjalani sesi terapi. 

Pasangan Anda tetap bertanggung jawab dengan kehidupan dirinya sendiri, mulai dari pekerjaan hingga jadwal terapisnya. Oleh karena itu, membiarkan pasangan tetap mandiri pun bagus, asalkan Anda tetap berada di sampingnya. 

4. Menghargai hubungan

kencan pertama sukses

Walaupun pasangan Anda menderita gangguan mental, hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menghindari berbagai kegiatan yang dapat Anda lakukan secara normal. 

Mulai dari tetap menghabiskan waktu bersama dan mengungkapkan pujian serta rasa sayang layaknya pasangan biasa dapat membuat hubungan Anda positif. Jika terasa sulit, cobalah bicarakan hal ini pada ahlinya, seperti psikolog.  

5. Tetap menyayangi diri sendiri

hubungan pacaran sehat

Tidak jarang mendukung pasangan yang memiliki gangguan jiwa membuat Anda lupa dengan diri sendiri. Pada saat Anda terlalu fokus dengan pasangan Anda, kesehatan fisik dan mental Anda pun bisa menurun. 

Mulai dari sulit membagi waktu, mengurus diri sendiri dan keluarga, hingga kehilangan teman dapat terjadi ketika Anda tidak dapat menyeimbangkan hidup Anda.

Oleh karena itu, menyayangi diri sendiri dengan menjalani pola hidup sehat tetap penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental Anda. 

Jika Anda tidak dapat menjaga diri sendiri, bagaimana Anda bisa mendukung pasangan? Anda juga bisa ikut komunitas serupa untuk mengatasi masalah ini. 

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Terbebas dari Gangguan Kecemasan

Mengatasi gangguan kecemasan bisa menggunakan obat sampai meditasi, bahkan kelompok berbagi. Mana yang cocok dengan Anda? Cek di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rachmadin Ismail
Hidup Sehat, Psikologi 10 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit

Beberapa Gangguan Jiwa Bisa Muncul Sekaligus, Ini Sebabnya

Pasien masalah kejiwaan bisa memiliki banyak gangguan jiwa sekaligus bila kondisinya tidak ditangani dengan baik. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 3 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit

Tak Pernah Merasa Senang dan Selalu Galau, Mungkin Anda Alami Gangguan Anhedonia

Anhedonia adalah suatu kondisi di mana Anda tidak bisa merasa puas dan bahagia. Baca penjelasan lengkapnya pada artikel Hello Sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Psikologi 30 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit

5 Hal yang Dipertimbangkan Dokter Sebelum Meresepkan Antidepresan

Seorang dokter tentu tidak asal memilih obat antidepresan untuk pasiennya. Ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan agar obat tepat guna. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Psikologi 25 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda stress yang sering diabaikan

7 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu depresi

Penyakit Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
cara mengatasi pasangan pemabuk

5 Cara Menghadapi Pasangan Pemabuk

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit