Disunat Atau Tidak, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan tradisi sunatan yang ada di masyarakat. Sederhananya, sunat digambarkan sebagai pengangkatan kulit kulup penis alias preputium. Biasanya, hal ini dilakukan untuk berbagai alasan. Baik itu tradisi budaya, keyakinan agama, atau pembersihan diri. Walaupun sebenarnya tidak diwajibkan secara medis, mana yang lebih baik untuk kesehatan pria, disunat atau tidak? Simak jawabannya dibawah ini.

Dari sisi medis, perlukah laki-laki disunat?

keluar cairan dari penis

Sunat merupakan salah satu prosedur operasi pengangkatan kulup atau jaringan yang menutupi kepala penis. Sunat biasanya dilakukan pada hari pertama atau kedua setelah lahir, bisa juga ketika anak menginjak usia sekolah. Namun, ada juga laki-laki yang baru sunat saat sudah dewasa, biasanya mengikuti kesiapan mentalnya.

Dilansir dari WebMD, melakukan sunat untuk alasan medis atau kesehatan masih menjadi perdebatan para ahli. American Academy of Pediatrics (AAP) mengungkapkan bahwa laki-laki yang disunat sejak lahir mendapatkan lebih banyak manfaat untuk kesehatan daripada risikonya.

Penis yang tidak disunat lebih rentan terhadap perkembangan bakteri. Pasalnya, kulit kulup yang tidak diangkat dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran. Bila dibiarkan, kotoran tersebut dapat menumpuk dan menyebabkan infeksi pada organ reproduksi pria.

Bila laki-laki tidak disunat, ini artinya ia harus benar-benar membersihkan penisnya dengan benar – termasuk saat menarik kulit kulup. Pastikan tidak ada sisa-sisa sabun yang terperangkap di dalam kulit kulup. Sebab jika tidak, ini bisa menyebabkan iritasi pada kulit sensitif di kepala penis.

Walaupun tidak ada anjuran khusus dari segi medis, laki-laki sebaiknya disunat untuk memudahkan saat membersihkan penis. Hal ini bermanfaat untuk menghindari kemungkinan infeksi pada kepala penis yang bisa terbawa hingga dewasa.

Apa saja manfaat sunat untuk kesehatan?

anak disunat

Ketimbang tidak disunat, manfaat sunat nyatanya jauh lebih banyak. Pasalnya, laki-laki akan lebih mudah untuk menjaga ujung penisnya lebih bersih karena tidak ada lagi kulit penutup yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan bakteri.

Selain itu, sunat terbukti memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, di antaranya:

  • Menurunkan risiko infeksi saluran kemih. Meskipun risiko infeksi saluran kemih pada laki-laki cenderung rendah, tapi infeksi ini lebih sering terjadi pada laki-laki yang tidak disunat.
  • Menurunkan risiko penyakit menular seksual. Pria yang disunat berisiko lebih rendah terkena infeksi menular seksual seperti HPV, herpes kelamin, sipilis, bahkan HIV/ AIDS.
  • Melindungi dari risiko kanker penis pada pria dan kanker serviks pada pasangan wanitanya. Walaupun kanker penis tergolong jarang, pria yang disunat cenderung lebih aman dari kanker penis.
  • Mencegah berbagai penyakit penis. Sekitar tiga persen anak laki-laki yang tidak disunat akan berakhir dengan permintaan sunat saat mereka bertambah dewasa. Ini karena usia dewasa sering kali mengalami fimosis atau kondisi saat kulit kulup penis tidak dapat ditarik kembali.
  • Mencegah balanitis (kepala penis sakit dan bengkak) dan balanoposthitis (radang kepala penis dan kulup).

Sama seperti prosedur bedah, proses sunat juga memiliki efek samping yang bisa saja muncul meskipun risikonya lebih rendah. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:

  • Risiko perdarahan dan infeksi di area yang disunat
  • Iritasi pada kelenjar
  • Peningkatan risiko meatitis (radang pembukaan penis)
  • Risiko cedera pada penis

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan pada JAMA Pediatrics menemukan bahwa bayi yang disunat di bawah satu tahun mengalami efek samping sunat sebesar 0,5 persen. Namun, sunat tidak dianjurkan untuk dilakukan pada bayi prematur yang kondisi kesehatannya belum stabil.

Pada dasarnya, laki-laki sebaiknya melakukan prosedur sunat sejak bayi. Ini karena risiko atau efek samping sunat bisa meningkat 10-20 kali lebih tinggi jika dilakukan setelah anak cukup besar.

Walau demikian, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk disunat atau tidak. Di sini Anda bisa menanyakan tentang manfaat dan risiko sunat sebelum mengambil keputusan untuk menyunatkan bayi laki-laki Anda. Pilihlah dokter profesional agar sunat berjalan lancar dan minim efek samping.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca