Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

9 Tips Perawatan Setelah Khitan agar si Kecil Cepat Sembuh

9 Tips Perawatan Setelah Khitan agar si Kecil Cepat Sembuh

Setelah anak menjalani sunat atau khitan, orangtua perlu mengetahui bagaimana perawatan yang tepat. Hal ini bertujuan agar si kecil bisa segera pulih serta terhindar dari risiko infeksi dan berbagai komplikasi lainnya. Yuk, simak informasi berikut seputar perawatan setelah khitan yang bisa Anda terapkan di rumah!

Berapa lama harus menjalani perawatan di rumah setelah sunat?

perawatan setelah khitan

Melansir situs Kids Health, umumnya dibutuhkan waktu sekitar 7-10 hari sampai anak sembuh setelah dikhitan.

Lama perawatan setelah khitan biasanya tergantung metode operasi yang diterapkan dan usia anak saat disunat.

Menurut studi pada Iranian Red Crescent Medical Journal, anak yang berusia kurang dari 1 tahun saat dikhitan umumnya lebih cepat pulih dan lebih jarang mengalami komplikasi daripada anak yang usianya lebih tua.

Oleh karena itu, sejumlah ahli menganjurkan untuk mengkhitan anak di usia 1 sampai 5 tahun.

Namun, hal ini tergantung pertimbangan orang tua dan kesiapan masing-masing anak. Selain itu, setiap anak memiliki kondisi yang berbeda-beda.

Jadi, Anda sebaiknya bertanya langsung pada dokter berapa lama waktu yang si kecil butuhkan sampai sembuh setelah dikhitan.

Perawatan setelah khitan agar cepat sembuh

anak laki laki

Perawatan setelah sunat laser dan sunat biasa kurang lebih sama.

Agar masa pemulihan jadi lebih cepat dan si kecil terbebas dari risiko infeksi, perhatikan panduan perawatan setelah khitan di bawah ini.

1. Minum obat pereda nyeri

Setelah sunat, si kecil mungkin akan merasa tidak nyaman atau sakit pada area penis. Biasanya, dokter meresepkan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol.

Ikutilah anjuran dari dokter atau apoteker untuk mengonsumsi obat-obatan ini. Pastikan si kecil minum obat sesuai aturan pakai dan resep yang diberikan oleh dokter.

2. Minum jamu dari kunyit

Anda juga bisa mencoba memberikan jamu dari kunyit sebagai cara alternatif untuk merawat luka si kecil. Jika ia tidak suka rasanya, campurkan kunyit pada makanan atau sup.

Kunyit berkhasiat sebagai pereda nyeri alami, anti peradangan, sekaligus bisa mencegah infeksi.

Akan tetapi, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum memberikannya untuk anak.

3. Membersihkan area penis

Berhati-hatilah saat membersihkan area penis si kecil setelah disunat. Bantulah ia untuk membersihkannya setelah buang air.

Lakukan perawatan kebersihan penis setelah khitan dengan cara yang benar. Hindari memakai sabun untuk membersihkannya, melainkan dengan air hangat suam-suam kuku.

Bila ingin membersihkan dengan sabun, pilih sabun yang bebas dari bahan kimia yang terlalu keras seperti antiseptik, pewangi, dan pengawet.

Keringkan dengan handuk lembut dengan cara menepuk-nepuk pelan, jangan digosok.

4. Mengganti perban bila kotor

Selama masa perawatan setelah khitan, penis si kecil akan diperban. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga kebersihan perban.

Jika perban kotor atau basah, artinya perlu diganti. Berikut cara mengganti perban sebagai salah satu perawatan anak setelah khitan.

  1. Bukalah perban dengan perlahan.
  2. Gunakan kasa yang telah diberi air hangat atau cairan infus untuk membantu melepaskan bagian perban yang menempel.
  3. Ganti perban dengan kasa steril dan plester yang baru dan pastikan penis dalam keadaan bersih sebelum dibalut kembali.

Jika Anda tidak tahu cara merawat luka sunat dan mengganti perban dengan baik, mintalah bantuan tenaga kesehatan seperti dokter atau perawat.

5. Berendam air hangat

Mengutip situs Children’s Hospital at Dartmouth-Hitchcock, sejak 3 hari setelah dikhitan, anak dianjurkan untuk berendam air hangat.

Tujuannya untuk mencegah pengerasan kulit pada ujung penis dan membantu membersihkan area luka.

Rendamlah si kecil selama 5-10 menit dalam air suam-suam kuku. Namun, Anda tak perlu menggunakan sabun atau bahan lainnya.

Lakukan kegiatan ini setiap hari selama kurang lebih 1 minggu.

6. Oleskan petroleum jelly

Selama masa perawatan setelah khitan, Anda bisa mengoleskan petrolatum (petroleum jelly) pada ujung dan batang penis si kecil secukupnya.

Cara ini dapat membantu merawat luka sunat agar lebih cepat sembuh.

Petrolatum bisa mencegah agar luka akibat sunat tidak menempel pada pakaian dalam atau celana.

Selain petroleum jelly, Anda bisa mengoleskan salep antibiotik atau salep lainnya sesuai anjuran dokter.

7. Pakai baju dan celana yang longgar

Hindari baju atau celana yang terlalu ketat selama masa perawatan setelah sunat. Pakaian yang terlalu ketat bisa menekan area penis dan menyebabkan sakit.

Selain itu, sirkulasi udara dan darah ke area penis pun akan terhambat. Akibatnya, luka pada penis susah kering sehingga proses penyembuhannya menjadi lebih lama.

8. Batasi aktivitas si kecil

Selama masa perawatan setelah khitan, sebaiknya Anda tidak membiarkan si kecil melakukan kegiatan yang membutuhkan posisi mengangkang seperti naik sepeda, naik kuda-kudaan, melompat-lompat, atau berlari.

Hindarilah aktivitas tersebut selama kurang lebih 3 minggu setelah khitan agar jahitan bekas operasi tidak rusak.

9. Berikan makanan bergizi

Tidak ada pantangan makanan khusus setelah anak disunat. Namun, agar proses perawatan setelah khitan berlangsung lancar, sebaiknya berikan anak makanan yang bergizi.

Hal ini bertujuan agar ia tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Pastikan ia makan sayur, buah, dan protein yang cukup.

Jika si kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu, hindari memberikan makanan tersebut agar reaksi alergi tidak mengganggu proses pemulihan.

Kapan harus segera periksa ke dokter?

osteoporosis pada anak

Umumnya, perawatan luka khitan laser ataupun khitan biasa dapat dikerjakan sendiri di rumah.

Namun, dalam kondisi tertentu, bisa saja terjadi komplikasi pascasunat yang membutuhkan penanganan khusus.

Selama masa perawatan setelah khitan, pantaulah terus kondisi si kecil dan waspadalah jika ia mengalami kondisi-kondisi berikut.

  • Bekas luka khitan mengeluarkan darah terus menerus.
  • Area luka membengkak dan/atau kemerahan.
  • Tubuh si kecil lemas.
  • Anak demam dengan suhu 38°C atau lebih.
  • Si kecil mengalami mual, muntah, dan pusing.
  • Anak merasakan sakit yang tak kunjung mereda setelah minum obat.
  • Tidak bisa buang air kecil atau sakit ketika buang air kecil.
  • Keluar darah saat buang air kecil, atau urine jadi keruh dan berbau menyengat.

Apabila si kecil mengalami hal-hal tersebut di atas, segeralah hubungi dokter atau kunjungi pusat layanan kesehatan terdekat.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Circumcision in boys. (2018). Retrieved 24 August 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/circumcision-in-boys/

Surgeries and Procedures: Circumcision (for Parents) – Nemours Kidshealth. (2016). Retrieved 24 August 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/procedure-circumcision.html

Post-Circumcision Care. Retrieved 24 August 2021, from https://www.chadkids.org/urology/post-circumcision-care

Bicer, S., Kuyrukluyildiz, U., Akyol, F., Sahin, M., Binici, O., & Onk, D. (2015). At What Age Range Should Children Be Circumcised?. Iranian Red Crescent Medical Journal, 17(3). doi: 10.5812/ircmj.26258

Gorgulu, T., Olgun, A., Torun, M., & Kargi, E. (2016). A fast, easy circumcision procedure combining a CO2 laser and cyanoacrylate adhesive: a non-randomized comparative trial. International Braz J Urol, 42(1), 113-117. doi: 10.1590/s1677-5538.ibju.2015.0284

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 29/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita