Wajarkah Mengalami Keputihan Setelah Berhubungan Seks?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda mengalami keputihan, tak usah khawatir. Pasalnya, kondisi ini sangat normal dan umum terjadi pada wanita. Cairan ini justru membantu membasuh kotoran, menjaga vagina tetap bersih dan lembap, serta melindungi vagina dari infeksi. Namun, banyak orang yang mengalami keputihan setelah berhubungan seks.

Keputihan setelah berhubungan seks, apakah normal?

keputihan saat hamil

Pada dasarnya, keputihan setelah seks adalah hal yang normal. Seseorang bisa mengalami keputihan kapan saja, termasuk setelah seks. Namun perlu digarisbawahi, tidak semua orang mengalami keputihan yang normal. Biasanya, keputihan yang normal dan sehat memiliki ciri seperti:

  • Tidak berbau. Kalaupun ada aroma yang muncul biasanya tidak menyengat atau mengganggu.
  • Berwarna putih atau bening.
  • Teksturnya tebal dan lengket.
  • Keputihan licin dan basah.

Sedikit banyaknya keputihan juga tidak bisa ditentukan secara jelas. Biasanya hal ini tergantung kondisi tubuh Anda. Biasanya keputihan akan keluar lebih banyak jika Anda sedang hamil, sudah aktif secara seksual, dan sedang menggunakan alat kontrasepsi. Selain itu, saat rahim berovulasi, Anda juga biasanya akan sering mengalami keputihan yang basah dan licin selama beberapa hari.

Kapan keputihan dikatakan tidak normal?

obat infeksi jamur vagina alami

Jika setelah berhubungan Anda sering mengalami keputihan tetapi tak seperti ciri-ciri yang telah disebutkan sebelumnya, Anda perlu berhati-hati. Pasalnya, keputihan juga bisa jadi penanda masalah kesehatan organ reproduksi Anda. Biasanya Anda bisa mengecek normal atau tidaknya keputihan dari warna, tekstur, dan baunya.

Keputihan berwarna merah

Jika Anda mengalami keputihan setelah berhubungan dan warnanya merah maka waspada. Biasanya, warna merah menandakan adanya perdarahan. Perdarahan bisa jadi kondisi serius tetapi bisa jadi tidak. Terkadang, kondisi ini juga bisa menjadi tanda awal kanker endometrium. Untuk itu, segera konsultasikan ke dokter jika mengalaminya.

Keputihan berwarna putih atau kekuningan

Jika Anda mengalami keputihan berwarna putih atau kekuningan dengan tekstur pekat, tebal, dan bau yang kuat, bisa jadi ini adalah infeksi. Kondisi ini umumnya menandakan adanya infeksi jamur vagina. Umumnya, kondisi ini bisa menyebabkan gatal atau iritasi.

Keputihan berwarna kuning-kehijauan

Jika keputihan berwarna kuning kehijauan biasanya kondisi ini menandakan infeksi bakteri atau penyakit kelamin yang menular. Apalagi jika teksturnya tebal, menggumpal, dan berbau busuk.

Keputihan berwarna merah muda

Keputihan yang berwarna merah muda biasanya mengandung sedikit darah. Kondisi ini bisa menjadi tanda perdarahan di awal kehamilan. Namun, ketika Anda mengalami hal ini setelah berhubungan seks bisa jadi ada robekan kecil di vagina atau leher rahim. Akibatnya, keputihan Anda berwarna merah muda.

Abu-abu

Keputihan juga bisa berwarna abu-abu. Biasanya, kondisi ini menandai adanya gejala infeksi bakteri vagina yang disebut bacterial vaginosis. Selain keputihan yang berwarna abu, kondisi ini juga menyebabkan berbagai gejala lain seperti:

  • Gatal
  • Vagina dan keputihan berbau tak sedap
  • Kemerahan di sekitar vulva atau bukaan vagina

Jika Anda mengalami hal ini, segera konsultasikan ke dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik jika Anda positif mengalami infeksi bakteri vagina.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Setelah Berhubungan Intim, Baiknya Tidur Pakai Celana Dalam Atau Tidak?

Ada banyak informasi yang beredar mengenai penggunaan celana dalam setelah berhubungan intim. Untuk mengetahui fakta dari ahlinya, berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 08/03/2019 . Waktu baca 3 menit

Kok, Jadi Diare Setelah Seks? Ternyata, Ini Penyebabnya!

Nyeri vagina biasanya dirasakan banyak wanita setelah berhubungan intim. Namun, ada beberapa mengalami diare. Apa sebabnya diare setelah seks? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Pencernaan, Diare, Health Centers 16/02/2019 . Waktu baca 3 menit

Badan Pegal-pegal Setelah Berhubungan Intim? Mungkin 3 Ini Penyebabnya

Anda mungkin bingung kenapa badan terasa pegal setelah berhubungan seks? Simak hal-hal yang mungkin jadi penyebabnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 07/02/2019 . Waktu baca 4 menit

Anyang-anyangan Setelah Seks? Mungkin Ini 4 Penyebabnya

Tidak sedikit wanita yang merasakan anyang-anyangan setelah berhubungan seks. Apa normal? Apa sih penyebab anyang-anyangan setelah seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 01/02/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pakai pantyliner

Tidak Dianjurkan untuk Digunakan Setiap Hari, Kapan Sebaiknya Pakai Pantyliner?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/08/2019 . Waktu baca 4 menit
keputihan yang normal

Normalnya, Seberapa Lama dan Sering Keputihan Seharusnya Berlangsung?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/08/2019 . Waktu baca 4 menit
keputihan sebelum haid

Keputihan Sebelum Haid, Normal Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2019 . Waktu baca 4 menit
perut kram setelah berhubungan

Kenapa, Ya, Saya Sering Kram Perut Setelah Berhubungan Seks?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2019 . Waktu baca 6 menit