Yakin Sudah Cocok Dengan Pasangan? 4 Faktor Ini Bisa Jadi Tolak Ukurnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/07/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Dalam hubungan pacaran, ketidakcocokan wajar terjadi. Anda dan pasangan adalah dua orang berbeda dengan berbagai pemikiran yang tentu berbeda pula. Namun, tak jarang Anda tidak menyadarinya karena tertutup oleh rasa cinta yang begitu besar. Meskipun wajar, tetapi jika Anda dan pasangan tidak bisa saling mengerti dan memahami maka hal ini justru bisa menjadi senjata penghancur bagi hubungan Anda berdua. Untuk melihat ketidakcocokan dalam hubungan, berikut beberapa faktor yang bisa menjadi tolak ukurnya.

Faktor penentu ketidakcocokan dalam hubungan

1. Fisik

menghibur pasangan sedang sedih

Dilihat secara fisik, salah satu hal yang bisa dijadikan tolak ukur untuk melihat ketidakcocokan dalam hubungan ialah kontak fisik. Misalnya, seberapa sering dan jenis kontak fisik yang Anda dan pasangan inginkan.

Sebagai contoh, Anda adalah tipe orang yang tidak suka melakukan kontak fisik sedangkan pasangan justru sebaliknya. Bagi pasangan, kontak fisik menjadi semacam alat ungkapan cinta.

Masalah akan terjadi saat pasangan dalam kondisi tertentu membutuhkan kontak fisik untuk menenangkannya sementara Anda tidak menyukainya dan sedang dalam kondisi sibuk.

Saat pasangan terus berusaha untuk mendekati Anda dan menginginkan kontak fisik yang diharapkannya maka bukan tidak mungkin emosi Anda akan memuncak. Hal ini bisa berakibat pada pertengkaran yang berujung putus. Dalam hal ini, bukan berarti Anda tidak cinta hanya saja ada perbedaan mencolok yang membuat Anda berdua tidak cocok.

2. Emosi

ingin bercerai

Tidak sejalannya hubungan emosional antara Anda dan pasangan bisa menjadi salah satu pertanda ketidakcocokan dalam hubungan. Misalnya, Anda sebagai wanita selalu menginginkan pembicaraan hangat dari hati ke hati membicarakan perasaan masing-masing setiap bertemu dengan pasangan.

Hal ini Anda lakukan sebagai cara untuk mengetahui perasaan pasangan Anda dan berharap dapat membantunya atau menghiburnya jika ia dalam keadaan sedih. Sayangnya, sebagai laki-laki pasangan Anda tidak mudah untuk menyatakan hal ini secara terang-terangan dan menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya.

“Gak ada yang mau diceritain kok, aku ga ada masalah, kamu aja yang cerita.” Kalimat ini menandakan pasangan tidak ingin membicarakan apapun tentang perasaannya karena menutupi atau bahkan karena memang merasa tidak ada yang perlu diceritakan.

Sementara itu, Anda merasa tidak mungkin tidak ada hal yang diceritakan tentang perasaanya dan menganggap pasangan tidak mengerti tujuan baik Anda. Ketika Anda dan pasangan memiliki pandangan yang berbeda mengenai cara menunjukkan emosi, maka hal ini bisa menjadi masalah baru yang tak kunjung selesai.

3. Tingkat dan cara berpikir

membicarakan menstruasi

Ketika pasangan memiliki cara berpikir yang sejalan, maka obrolan yang terjadi akan tersambung dengan baik. Mulai dari mimpi, ide, tujuan, perasaan, cara pandang, dan hal-hal lainnya akan sejalan.

Interaksi yang terjalin pun akan semakin kuat karena antusiasme masing-masing menemukan orang yang memiliki cara pandang yang sama dengannya dari berbagai sisi. Hal ini membuat Anda dan pasangan tidak pernah bosan dan lelah untuk membicarakan berbagai hal karena ada keseruan tersendiri berbicara dengan orang yang cocok secara pemikiran.

Jika Anda dan pasangan memiliki tingkat intelektual yang berbeda maka bukan tidak mungkin diskusi yang terjadi bisa sangat terbatas. Selain itu, perbedaan ini juga bisa membuat Anda dan pasangan memiliki kesulitan untuk menyelaraskan cara pandang.

Meskipun cara pandang tidak harus sama, tetapi memiliki cara pandang yang sejalan dalam beberapa hal krusial diperlukan untuk masa depan hubungan Anda dan pasangan. Sayangnya, perbedaan tingkat intelektual ini banyak membuat orang tidak tahu caranya menjadi pendengar yang baik, memahami pola pikir pasangan, dan memahami cara berpikir yang berbeda dari pola pikirnya.

4. Spiritual

Tanda Hubungan Anda Dengan Pasangan Tidak Bahagia

Keyakinan spiritual menjadi dasar seseorang untuk melakukan sesuatu, berhubungan dengan orang lain, dan mengendalikan diri saat situasi tidak bersahabat. Keyakinan spiritual ini bersumber dari kepercayaan masing-masing pihak dan bisa saja berbeda. Biasanya, hal ini sudah tertanam di dalam diri dan menjadi dasar bagi segala tindakan dan keputusan yang diambil.

Saat pasangan menceritakan dasar sikapnya berdasarkan keyakinan yang dimiliki, maka Anda perlu mendengarkannya dengan penuh hormat bahkan ketika Anda meyakini hal yang sebaliknya.

Pasangan yang satu iman pun bahkan bisa menafsirkan ajaran dengan cara berbeda. Untuk dapat tetap sejalan, Anda dan pasangan perlu saling membuka diri untuk memahami perbedaan pandangan pada Anda berdua.

Sayangnya, ketidakcocokan secara jiwa ini bisa menjadi masalah besar bagi pasangan. Pasalnya, keyakinan rohani bukan sebuah hal yang bisa diubah begitu saja. Hal ini rawan menimbulkan konflik yang menyebabkan ketidakcocokan dalam hubungan.

Berbagai ketidakcocokan ini sebenarnya bisa diatasi asalkan Anda dan pasangan mau saling mengerti, memahami, dan menerima berbagai perbedaan yang muncul sekarang ataupun nanti.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Selain Hubungan Seks, Ada Masalah Hubungan Asmara pada Penderita ADHD

Selain kehidupan seks, penderita ADHD juga memiliki sejumlah tantangan dalam menjalani hubungan asmara mereka dan berasal dari gejala yang dialami.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Kanker payudara memberikan tantangan tersendiri dalam hubungan asmara. Namun, hubungan harmonis yang dimiliki pasien kanker payudara ternyata ada manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Flirting atau menggoda adalah bagian dari komunikasi, tetapi terkadang menjadi ambigu. Pahami apa saja alasan orang menggoda (flirting) ke orang lain, yuk!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 06/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Menjadi yang kedua atau diduakan mungkin jadi hal yang tak pernah Anda inginkan. Namun, nyatanya tidak dengan hubungan poliamori. Apa itu poliamori?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cepat jatuh cinta

Psst, Jangan Buru-Buru Jatuh Cinta Nanti Jadi Cepat Benci!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 5 menit
pasangan borderline personality disorder

Tips Awet Bersama Pasangan dengan Borderline Personality Disorder

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 7 menit
fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . Waktu baca 7 menit
jual mahal berhasil

Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa Jual Mahal Kadang Berhasil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit