Apa Saja Risiko yang Dapat Ditimbulkan Oleh Seks Anal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Seks anal atau hubungan seks melalui dubur adalah aktivitas seksual yang melibatkan masuknya penis ke dalam anus. Orang-orang melakukan hubungan anal karena anus penuh dengan ujung saraf, sehingga ia sangat sensitif. Untuk beberapa penerima seks anal, anus bisa menjadi zona sensitif seksual yang merespon rangsangan seksual. Untuk pasangan yang memberikannya, anus dapat memberikan rasa ketat yang menyenangkan di sekitar penis. Meski banyak orang yang menganggap hal ini menyenangkan, namun aktivitas ini memiliki sejumlah risiko dan tentunya memerlukan tindakan pencegahan khusus. Untuk mengetahui apa saja efek yang ditimbulkan, mari kita lihat selengkapnya di bawah ini.

Kenapa seks anal lebih berisiko?

Ada sejumlah risiko kesehatan yang berkaitan dengan seks anal. Menurut WebMD, seks pada anus ini adalah bentuk aktivitas seksual yang paling berisiko karena beberapa alasan, termasuk alasan berikut:

1. Anus tidak memiliki lubrikasi alami yang dimiliki vagina

Penetrasi dapat merobek jaringan bagian dalam anus, yang memungkinkan bakteri dan virus untuk memasuki aliran darah. Hal ini dapat mengakibatkan penyebaran infeksi menular seksual, termasuk HIV. Studi telah menunjukkan bahwa risiko anus terpapar HIV adalah 30 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan pasangan yang melakukan seks vaginal. Paparan human papillomavirus (HPV) juga dapat menyebabkan perkembangan kutil anus dan kanker anus. Menggunakan pelumas dapat sedikit membantu, namun tidak benar-benar mencegah robek.

2. Jaringan dalam anus tidak terlindungi seperti kulit di luar anus

Jaringan eksternal pada anus memiliki lapisan sel mati yang berfungsi sebagai pelindung terhadap infeksi. Jaringan di dalam anus tidak memiliki perlindungan alami ini, sehingga ia rentan robek dan mengalami penyebaran infeksi.

3. Anus dirancang untuk menyimpan feses

Anus dikelilingi dengan otot berbentuk cincin, yang disebut sebagai sfingter anal. Ia biasanya mengencang setelah Anda buang air besar. Ketika otot mengetat, penetrasi anal bisa sangat menyakitkan dan sulit. Melakukan seks anal secara berulang dapat menyebabkan lemahnya sfingter anal. Hal ini dapat menyebabkan Anda sulit untuk menahan buang air besar. Namun, latihan kegel dapat memperkuat sfingter, sehingga dapat membantu mencegah atau memperbaiki masalah ini.

4. Anus penuh dengan bakteri

Bahkan jika kedua pasangan tidak memiliki infeksi atau penyakit menular seksual, bakteri normal di anus berpotensi untuk menginfeksi pasangan yang menerimanya. Mempraktikkan seks vaginal setelah seks anal juga dapat menyebabkan infeksi saluran kencing dan infeksi pada vagina.

Seks pada anus juga dapat membawa risiko lain. Kontak oral dengan anus dapat membuat kedua pasangan berisiko untuk hepatitis, herpes, HPV, dan infeksi lainnya. Untuk pasangan heteroseksual, kehamilan bisa terjadi jika air mani keluar dekat dengan pembukaan vagina.

Meskipun cedera serius dari seks anal tidak umum, tapi itu bisa terjadi pada Anda. Perdarahan setelah seks anal dapat disebabkan oleh wasir atau robekan, atau juga karena sesuatu yang lebih serius seperti perforasi (lubang) di usus besar. Ini adalah masalah berbahaya yang memerlukan perhatian medis segera. Pengobatan melibatkan perawatan di rumah sakit, operasi, dan antibiotik untuk mencegah infeksi.

Cara mencegah nyeri dan kerusakan pada anus

Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kerusakan jaringan anal. Secara khusus, ini meliputi:

1. Menggunakan pelumas berbasis air

Hal ini penting, karena anus tidak memiliki lubrikasi alami seperti pada vagina. Oleh karena itu, pasangan Anda perlu menggunakan pelumas untuk memberikan kenyamanan. Perlu diingat bahwa pelumas yang berbahan dasar minyak dapat merusak kondom lateks. Akan lebih baik lagi jika menggunakan pelumas khusus anal yang mengandung benzocaine, ia dapat mengurangi rasa sakit dan membuat penetrasi lebih nyaman.

2. Melakukannya perlahan

Ini sangat penting, terutama bagi Anda yang belum pernah melakukan seks anal sebelumnya. Lakukanlah langkah demi langkah ketika menjelajahi daerah ini. Anda dapat memulainya dengan menggunakan jari tangan pasangan Anda, lalu lakukanlah langkah ini dalam berbagai kesempatan hingga tiba saatnya melanjutkan penjelajahan.

3. Memperhatikan kebersihan

Pastikan pasangan Anda memiliki kuku yang telah dipotong dan bersih sebelum memulai eksplorasi, hal ini dilakukan untuk menghindari masuknya bakteri. Setelah Anda melakukan seks anal, hindari memasukkan penis ke dalam mulut atau vagina sebelum pasangan Anda memakai kondom yang baru.

Berhentilah jika Anda merasa sangat kesakitan. Jika Anda mengalami perdarahan setelah seks anal atau menemukan luka atau bengkak di sekitar anus, periksalah ke dokter sesegera mungkin.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

Benarkah melakukan hubungan suami-istri setelah bertengkar itu termasuk seks terbaik? Lalu apakah masalahnya terselesaikan? Temukan jawabannya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Alami 3 Tanda Ini, Itu Artinya Anda Terlalu Sering Masturbasi

Masturbasi membantu memuaskan keinginan seksual. Namun, bila terlalu sering dilakukan, masturbasi bisa menimbulkan tanda-tanda seperti berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Apa Anda Tipe Orang yang Tidak Bisa Hidup Tanpa Pasangan? Cek di Sini Ciri-cirinya

Kesetiaan kadang sulit dibedakan dengan ketergantungan. Akibatnya, banyak orang yang justru merasa tidak bisa hidup tanpa pasangan mereka sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15/10/2019 . Waktu baca 6 menit

Bolehkah Melakukan Oral Seks Setelah Cabut Gigi?

Setelah cabut gigi, gusi Anda akan terasa nyeri. Bila dilihat dari sisi medis, bolehkah melakukan seks oral setelah cabut gigi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13/10/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . Waktu baca 4 menit
efek samping pakai vibrator terlalu sering

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit
seks memperlambat menopause

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020 . Waktu baca 6 menit