Mengenali Ciri-ciri Andropause, ‘Menopause’ Pada Pria

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat seorang pria memasuki usia kepala lima, biasanya ia mulai memperlihatkan sejumlah perubahan perilaku ataupun sikap. Misalnya jadi sering mengeluh sakit, rewel, serta kemampuan seksualnya menurun. Mungkin hal ini menandakan bahwa pria sedang mengalami gejala andropause. Apa itu andropause? Simak ulasannya.

Gejala dan Ciri Andropause pada Pria

Andropause adalah kondisi menurunnya kadar hormon testosteron seiring dengan proses penuaan. Andropause bisa digolongkan sebagai penyakit degeneratif pria.

Namun terdapat beberapa perbedaan antara menopause yang terjadi pada wanita berbeda dengan andropause yang terjadi pada pria. Pada wanita, ovulasi berakhir dan produksi hormon menurun selama waktu yang relatif singkat.

Pada pria, produksi hormon dan penurunan bioavailabilitas testosteron ini terjadi selama bertahun-tahun dengan konsekuensi tidak selalu jelas.

Umumnya, proses penurunan kadar testosteron pada pria dimulai pada usia 35 tahun dan terus berlangsung sampai testosteron benar-benar habis di usia sekitar 70-an. Puncak hormon pertumbuhan pria terjadi sekitar umur 20 tahun, dan jatuh sekitar 14 persen setiap 10 tahun sesudah itu.

Di usia 40 tahun, hormon pertumbuhan telah hilang hampir setengahnya, dan pada usia 80 tahun, hanya memiliki sisa beberapa persen saja. Kekurangan hormon ini menyebabkan tanda-tanda penuaan semakin terlihat.

Pria harus waspada terhadap ketidakseimbangan hormonnya, sebelum gejala tersebut menjadi lebih buruk. Gejala-gejala andropause biasa disebut testosterone deficiency syndrome atau TDS. Berikut gejalanya yang harus Anda ketahui.

  • Kekurangan energi dan cepat merasa lelah
  • Libido rendah
  • Disfungsi ereksi alias impotensi
  • Berkeringat cukup banyak setiap malam
  • Mood mudah berubah dan sensitif
  • Depresi
  • Bertambahnya berat badan walaupun nafsu makan berkurang
  • Banyak rambut yang rontok
  • Melemahnya daya ingat
  • Denyut jantung yang tidak teratur
  • Susah tidur atau insomnia
  • Ginekomastia atau pembesaran puting payudara pada pria seiring bertambahnya usia

Menurut pakar endokrinologi pada The Endocrine Clinic Mount Elizabeth Novena Hospital, jika seorang pria mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala ini, kemungkinan pria itu tengah mengalami ketidakseimbangan endokrin.

Biasanya, endokrinologis dapat melakukan pengetesan dan melakukan sejumlah diagnosa, juga latihan untuk memperbaiki ketidakseimbangan tersebut.

tips-puasa-aman-lansia

Bagaimana Menghadapinya?

Bila wanita bisa menjalani terapi sulih hormon estrogen, estrogen replacement therapy atau ERT untuk meningkatkan kualitas hidup pascamenopause. Pria andropause pun bisa menjalani terapi sulih hormon testosteron, testosterone replacement therapy atau TRT, yang kini mudah dilakukan di berbagai klinik dan rumah sakit di Indonesia.

Namun, seperti halnya ERT, hingga kini TRT pun masih menuai kontroversi. Sebagian dokter masih melarangnya, karena dianggap bisa memicu stroke dan kanker prostat.

Jika pasangan Anda mulai menunjukkan gejala menopause yang terjadi pada pria ini, hal itu wajar dan tidak bisa dicegah. Yang harus diperhatikan adalah pola makan yang harus lebih teratur, mulai kurangi atau hentikan kebiasaan merokok dan olahraga teratur, misalnya berjalan 30 menit setiap pagi.

Beberapa pria lebih sensitif dan mudah marah pada masa ini, karena itu sabar adalah kunci menghadapi pria yang sedang mengalami andropause.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Terapi Hormon untuk Pria

Hormon testosteron yang menurun pada pria tentu bisa memengaruhi gairah seksualnya. Lantas, apakah terapi hormon untuk pria bisa mengatasi masalah ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 31 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Wanita Lansia Makin Enggan Berhubungan Intim?

Gairah seks wanita lansia bisa menurun 2-3 kali lebih cepat ketimbang pria, dan umum mulai dirasakan sedini usia 40 tahun. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 29 Agustus 2019 . Waktu baca 3 menit

Sering Bikin Wanita Cemas, Ini 4 Mitos Seputar Seks Setelah Menopause

Gairah seksual Anda berubah begitu memasuki masa menopause. Namun, jangan khawatir. Inilah 4 mitos seputar seks setelah menopause yang perlu Anda ketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 23 April 2019 . Waktu baca 3 menit

Ternyata, Makan Makanan Ini Bisa Membuat Menopause Datang Lebih Cepat

Menopause dapat dipengaruhi beberapa faktor. Makanan tertentu, seperti karbohidrat, dapat menyebabkan menopause datang lebih cepat. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Kesuburan, Kehamilan 22 April 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mempersiapka gejala menopause

Memasuki Usia 40-an? Begini Cara Bersiap-siap Menghadapi Menopause

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
seks memperlambat menopause

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 3 April 2020 . Waktu baca 4 menit
olahraga untuk wanita menopause

5 Tips Menurunkan Berat Badan Setelah Menopause

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
berat badan naik menopause

Berat Badan Malah Naik Setelah Menopause? Ternyata Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2019 . Waktu baca 3 menit