Obat Kuat Pria, Bagaimana Cara Kerjanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pria terkadang ingin staminanya di ranjang bisa bertahan lebih lama. Sedangkan untuk mendapatkan stamina maksimal itu tentunya bukan hal yang mudah. Aksi panas biasanya dilakukan pada malam hari, sedangkan energi yang tersisa pun tidak banyak. Sehingga saat siap melakukan hubungan seks dengan pasangan, seks tersebut tidaklah lama. Bahkan terkadang penis pun tak kunjung ereksi. Untuk mengatasi masalah tersebut, obat kuat pun menjadi solusi untuk masalah stamina pria.

Sebenarnya, bagaimana cara kerja obat kuat sehingga bisa berfungsi dengan cepat? Penasaran?

Bagaimana cara kerja obat kuat?

Sebenarnya, obat kuat ini masih dipertanyakan baik atau tidaknya. Kita harus membedakan mana obat untuk membantu ereksi, dan obat untuk merangsang agar terjadi ereksi. Tujuan akhirnya memang sama-sama untuk ereksi, namun cara kerjanya beda.

Sildenafil atau viagra sering disebut sebagai obat kuat pada iklan-iklan yang Anda temukan di jalan-jalan, padahal obat tersebut biasanya diresepkan untuk masalah impotensi. Tapi tahukah Anda bahwa sildenafil merupakan obat untuk menangani tekanan darah tinggi di paru-paru? Ya, memerlukan proses bagi sildenafil untuk jadi obat impotensi. Sildenafil (viagra) tidak akan memberikan efek apa pun kalau tidak ada rangsangan seksual.

Tidak hanya sildenafil saja yang dapat digunakan untuk membantu ereksi, ada berbagai suplemen yang direkomendasikan seperti L-arginine, yohimbe, ginkgo, dan ginseng. Semua memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk pelebaran arteri dan relaksasi pembuluh darah.

Obat kuat bekerja dengan cara merangsang produksi siklik guanosin monofosfat tersebut. Zat tersebut dapat relaksasi otot-otot, sehingga arteri di penis melebar dan darah mengalir ke penis dengan mudah. Kalau Anda tidak bisa ereksi, ini dipengaruhi oleh aliran darah yang tidak lancar, sehingga arteri sulit melebar. Sedangkan proses terjadinya ereksi memerlukan arteri yang melebar agar darah dapat mengalir ke penis dengan cepat. Darah tersebut akan terjebak di corpora cavernosa (bagian pada penis), sehingga terjadilah ereksi. Tentu saja peningkatan aliran darah dapat terjadi jika ada gairah seksual.

Sudah terbayang ya, terjadinya ereksi? Selain rangsangan, faktor lainnya adalah sistem saraf, sebab saat Anda mendapatkan sentuhan seksual, sistem saraf pada penis akan mengeluarkan nitrat oksida. Zat tersebut dapat merangsang enzim yang memproduksi zat siklik guanosin monofosfat atau cGMP.

Bagaimana dengan obat perangsang atau pembangkit gairah?

Ada yang disebut dengan suplemen testosteron. Suplemen ini salah satu bagian dari terapi testosteron. Cara kerja suplemen testosteron adalah merangsang produksi hormon testosteron. Hormon ini merupakan hormon seksual laki-laki. Gairah seksual dipengaruhi oleh peningkatan testosteron.

Produksi testosteron yang rendah dapat mempengaruhi suasana hati laki-laki, begitu juga gairahnya. Meski sudah ada rangsangan seksual, ada kemungkinan ia tidak merasa bergairah.

Amankah mengonsumsi obat kuat?

Meskipun beberapa pil mungkin akan mengklaim sebagai obat herbal atau vitamin, tetep saja beberapa bahan-bahan di dalamnya terkadang tidak tercantum pada label. Perlu ada riset lebih lanjut tentang bahan-bahan yang terdapat dalam obat kuat itu. Efek samping selalu ada seperti pening, tekanan darah rendah, mual, berdebar-debar, bahkan gemetar. Anda juga mesti berhati-hati dengan beberapa bahan seperti Kava, sebab sering dikaitkan dengan kerusakan hati.

Beberapa orang yang mengonsumsi obat dan suplemen memang mengakui jadi lebih menarik, stamina seksual meningkat, dan merasa lebih percaya diri saat di ranjang. Beberapa berpendapat itu adalah sugesti pikiran kita setelah minum obat.

Kepercayaan diri laki-laki juga mempengaruhi terjadinya ereksi. Saat ia minum obat, kemungkinan sebagian dirinya merasa percaya diri, sehingga ia menyimpulkan bahwa obat tersebut bekerja dengan baik. Memang, obat tersebut bekerja dengan untuk melebarkan dan merelaksasi pembuluh darah, itu tidak diragukan. Namun, sebagian efek lainnya dipengaruhi oleh faktor fisik dan mental juga.

Stamina seksual sebenarnya bisa Anda dapatkan dari diet dan berolahraga. Kedua hal tersebut dapat membuat fisik Anda kuat dan sehat, sehingga organ-organ yang membantu proses ereksi pun dapat berfungsi dengan baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

7 Penyakit Kelamin yang Sering Menular Lewat Seks Tanpa Kondom (Plus Gejalanya untuk Diwaspadai)

Berbeda penyakitnya, berbeda juga gejalanya. Namun, Anda perlu tahu gejala penyakit menular seksual yang paling sering menyerang berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29/07/2020 . Waktu baca 13 menit

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Psst, Jangan Buru-Buru Jatuh Cinta Nanti Jadi Cepat Benci!

Katanya jarak antara cinta dan benci itu dekat, banyak juga yang bilang hati-hati jika cepat jatuh cinta karena bisa cepat juga untuk benci. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 16/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
berhubungan seks setelah operasi caesar

Berhubungan Seks Setelah Operasi Caesar, Wajarkah Bila Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat ginseng buat pria

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
pijat prostat

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit