Apa Itu Foreplay dan Kenapa Penting Dilakukan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Hubungan seksual yang panas penuh spontanitas terkadang bisa menjadi suatu pengalaman seksual terbaik. Tapi umumnya, kebanyakan wanita akan setuju bahwa hubungan seksual yang baik berarti bahwa Anda memahami betapa pentingnya foreplay. Foreplay disebut-sebut dapat melipatgandakan gairah untuk kedua pasangan, dan membuat pengalaman bercinta secara keseluruhan menjadi lebih menyenangkan.

Apa itu foreplay?

posisi bercinta

Foreplay adalah aktivitas intim secara fisik maupun emosional. Fungsinya untuk membangun gairah dan hasrat seksual demi aktivitas seksual. Foreplay berguna merangsang seksualitas antar pasangan. meningkatkan keintiman emosional antara pasangan, dan juga menunjukkan tingkat keterikatan dan kepercayaan tertentu antar satu sama lain.

Seringnya, foreplay digambarkan sebagai aktivitas yang difokuskan untuk merangsang vagina sebagai kepentingan membuat penetrasi jadi lebih nyaman, seperti petting (menggesekkan alat kelamin), bermesraan, masturbasi, stimulasi manual (“fingering” atau “handjob“) atau bahkan seks oral.

Namun foreplay tidak hanya terbatas untuk wanita atau stimulasi vagina saja. Foreplay juga bukan sekadar kegiatan fisik yang selalu dilakukan hanya kepada atau untuk tubuh perempuan saja.

Foreplay bisa dimulai dengan satu orang yang menunjukkan minat seksual dalam caranya sendiri untuk menyampaikan keinginannya terlibat dalam aktivitas seksual lebih lanjut dengan pasangan seksualnya. Setiap tindakan yang menciptakan dan meningkatkan hasrat, minat, stimulasi atau rangsangan seksual pada pasangan seks tergolong foreplay.

Gelagat hasrat seksual bisa ditunjukkan melalui keintiman fisik, seperti mencium, menyentuh, memeluk, membelai tubuh, atau memberikan cupang pada pasangan.

Keterlibatan mental juga dapat memupuk minat seksual, seperti menggoda, berbicara nakal, berbisik, atau memuji penampilan. Perilaku ini dapat menjadi isyarat non-fisik yang menunjukkan ketersediaan seksual. Minat seksual dapat diindikasikan dan diciptakan oleh ketelanjangan, seperti menanggalkan pakaian atau dengan memakai pakaian dalam yang seksi, atau bisa juga dengan menciptakan suasana romantis, intim, atau erotis yang terang-terangan.

Singkatnya, aktivitas ini  bisa disebut sebagai pemanasan sebelum bercinta, layaknya makanan pembuka sebelum menu utama. Tapi sebenarnya sejumlah kegiatan menggoda ini juga dapat terjadi tidak hanya sebelum penetrasi berlangsung, namun juga selama atau setelah hubungan seksual.

Pentingnya foreplay untuk wanita

Pemanasan sebelum berhubungan seks ini adalah hal yang di dalam hati didambakan sangat oleh pasangan wanita. Kenapa didambakan? Bagi kebanyakan wanita, hubungan seks bukan sekadar proses penetrasi antara penis dan vagina.

Menurut Dr. Ruth Westheimer, EdD, terapis psikoseksual dan dosen di New York University, foreplay bagi wanita sangat bermanfaat untuk fisik dan emosionalnya. Dengan sentuhan, ciuman, dan kata-kata mesra yang terlontar dari mulut pasangan dapat membantu mempersiapkan pikiran dan tubuh untuk bercinta.

Dari segi fisik, tubuh wanita butuh banyak rangsangan lembut menggairahkan sebelum proses penetrasi. Foreplay juga membantu wanita untuk bisa mencapai orgasme sejak awal dimulainya hubungan seksual.

Menurut Westheimer, saat sesi pemanasan ini, darah akan mengalir ke klitoris. Lalu, agar seorang wanita bisa mendapatkan  orgasme, harus ada lubrikasi pada vagina, tetapi klitorisnya juga harus terangsang dari awal. Kunci agar klitoris tetap ereksi dan bagina terlumasi adalah terus dirangsang dengan berbagai sentuhan atau ucapan.

Sedangkan dari segi emosional, wanita butuh perlahan memasrahkan seluruh tubuhnya pada Anda agar nyaman dalam berhubungan seks hingga menggapai puncak kenikmatan.

Westheimer mengatakan seorang wanita umumnya pakai perasaan ketika mereka berhubungan seks.

Wanita juga membutuhkan jaminan secara emosional bahwa lawan pasangan seksnya memang benar menginginkan dirinya. Dengan waktu yang tidak sebentar, sentuhan, rangkaian kata lembut, manis, dan menggoda bisa menjadi sesi foreplay yang baik.  

Pria juga butuh foreplay karena alasan ini

Tidak hanya wanita yang butuh dan ingin menikmati kenikmatan saat foreplay.  Ternyata pria juga butuh, lho. Pada sebuah studi penelitian dari University of Chicago yang mensurvei sampel 1.352 pria dan wanita berusia 57 hingga 85,  melaporkan bahwa pria juga butuh adanya pemanasan seks.

Penelitian ini memeriksa dan mewawancarai kondisi saat para pasangan berhubungan seks dalam satu tahun. Ditemukan hasil yang mengejutkan, bahwa pria yang jarang foreplay berisiko mengalami masalah berikut:

  • 2,4 kali lebih mungkin mengalami masalah ereksi
  • 2,2 kali lebih mungkin menderita masalah dengan gairah, ejakulasi, dan orgasme.
  • 5 kali lebih mungkin mengalami hubungan seks yang kurang puas.

Ditemukan juga hasil saat meningkatnya waktu pemanasan sebelum bercinta, semakin puas juga hubungan seks antara pria dan wanita. Selain itu, masalah saat mulai penetrasi seks pun jadi lebih sedikit. Foreplay dinilai juga dapat mengatasi sulit ereksi, ketahanan saat ereksi, dan yang penting adalah kepuasan saat orgasme atau ejakulasi pria.

Waktu foreplay yang dibutuhkan pria dan wanita sangat bervariasi

seks di usia 30 tahunan

Eksplor tubuh pasangan satu sama lain itu perlu. Ini bisa didapat saat Anda melakukan foreplay.

Perlu diingat, kulit di sekujur tubuh menanti untuk dijadikan sarana eksplorasi seksual yang tiada batasnya. Selain itu, otak juga merupakan organ seksual yang amat potensial. Maka, Anda sangat disarankan untuk berbagi pengalaman “liar” atau mengobrol seputar hal-hal yang bisa membangkitkan gairah seksual selama sesi pemanasan awal.

Seperti yang dilansir dari Psychology Today, rata-rata waktu foreplay yang ideal adalah paling tidak 15 hingga 16 menit agar pasangan benar-benar terangsang dan siap melanjutkan ke sesi berikutnya.

Semakin lama waktu yang dihabiskan pria dan wanita untuk foreplay, semakin mantap dan tercapai orgasme yang akan mereka alami. Ini terjadi ketika tubuh mereka sama-sama siap, dan gairah mereka memang terbangun untuk berhubungan seks yang maksimal.  

Tips melakukan foreplay sebagai pemanasan bercinta

Tidak ada panduan langkah demi langkah mengenai cara foreplay yang benar, karena foreplay pada prinsipnya bukanlah sebuah prosedur yang harus dilakukan dalam urutan baku.

Foreplay lebih tentang memahami apa yang bisa membuat pasangan Anda bergairah dan kesediaan Anda untuk memberikan “jasa” yang membuatnya bisa mengalami kenikmatan seksual yang intens.

Tapi ingat, setiap orang berbeda. Beberapa orang bisa sangat bergairah hanya dengan ciuman, sementara yang lain lebih menikmati stimulasi oral langsung. Ada banyak cara untuk memberikan pasangan Anda sensasi pemanasan seks yang menyenangkan.

Untuk bisa membawa tubuh dan pikiran bersemangat menyambut seks, sontek beberapa tips panduan di bawah ini untuk mulai menggabungkan foreplay ke dalam rutinitas seks Anda dan pasangan:

1. Kirim sinyal dulu

Agar mesra dan mengalir romantis, baiknya pemanasan hubungan intim yang akan dilakukan sebelum bercinta ini dimulai dengan sinyal-sinyal asmara. Untuk pria, coba untuk mengarahkan wajah Anda ke bagian tengkuk wanita. Bagian leher wanita ini cukup sensitif dan cepat terangsang.

Sedangkan untuk wanita, boleh mencoba dengan mengarahkan ujung jempol kaki ke kaki pria. Gerakkan sampai tempat ke pangkal paha pria dekat penis. Kedua cara ini bisa menjadi cara mengirimkan sinyal yang menandakan Anda ingin bercinta.

2. Atur mood seksi

Untuk memahami pentingnya foreplay Anda harus tahu lebih dulu bagaimana untuk menggerakkan mood sesuai dengan situasi. Langkah selanjutnya adalah memperhatikan detail romantis. Menciptakan lingkungan yang tepat untuk melakukan hubungan seksual dipercaya sangat penting, terutama pada tahap yang lebih maju dalam hubungan Anda berdua. Misalnya, pastikan ruangan tetap hangat, pencahayaan redup dan sejuk, dan seprai bersih.

Setelah moodnya tepat, luangkan waktu untuk menggoda pasangan dengan menanggalkan pakaiannya dengan perlahan, atau minta dirinya untuk melepaskan pakaiannya sendiri, alias strip tease, yang ditemani dengan musik sensual.

Banyak yang berpendapat bahwa menyaksikan pasangannya menanggalkan baju mereka meningkatkan erotisme merangsang dan melipatgandakan pengalaman seksual. Tak apa untuk sesekali memuji penampilan pasangan atau bahkan berbicara nakal nan menggoda. Ungkapkan apa yang anda rasakan, apa yang Anda inginkan dari pasangan Anda, dan apa yang Anda fantasikan dengan tubuh pasangan..

3. Cium dan belai tubuhnya

Selama pemanasan, lakukan selambat dan sesantai mungkin demi membangun antisipasi yang intens. Mulailah dengan mencium dan membelai si dia. Ciuman biasanya ekspresi fisik pertama dari keinginan seksual, tetapi juga sering terlupakan selama hubungan seksual.

Selama hubungan seksual, ciumlah setiap jengkal bagian tubuh pasangan Anda dan jangan hanya dibatasi pada mulut. Puting, paha bagian dalam, bagian belakang leher yang memiliki ujung saraf.

Kebanyakan wanita mengeluh bahwa pasangan mereka tidak mencium cukup lama dan memburu-buru stimulasi langsung ke area genital. Jangan malu untuk bereksperimen pada setiap bagian dari tubuhnya, misalnya dengan memberikan pijatan sensual, dan ingat untuk memperpanjang durasi pemanasan dengan lebih banyak berciuman dan membelai.

4. Perhatikan reaksinya

Foreplay adalah waktu yang tepat untuk belajar memahami apa yang pasangan Anda sukai karena tanpa itu, Anda tidak akan pernah tahu apa yang benar-benar ia butuhkan untuk sepenuhnya terangsang.

Jangan malu-malu, coba lihat reaksinya saat Anda melakukan tindakan tertentu dan pinta umpan balik, juga berikan pendapat Anda sendiri.  Kedua pasangan akan mendapat keuntungan dari komunikasi yang baik selama sesi foreplay dan bercinta.

Jika saat Anda foreplay merasakan adanya rasa sakit dan tidak nyaman di bagian tertentu, baiknya konsultasi ke dokter.

Contoh, bila saat pemanasan seks ini Anda merasa sakit ketika ereksi atau Anda mengalami sakit saat penetrasi, baiknya ke dokter. Dokter nantinya akan memeriksa kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan untuk mencari tahu penyebab sakit saat berhubungan seksual.

5. Rayu dengan kata-kata

Foreplay tidak harus diawali dengan sentuhan menggelitik nan merangsang, Anda bisa mencoba cara mudah dengan ucapan menggoda pada pasangan. Mungkin tidak terpikirkan oleh Anda sebelumnya, tapi ini bisa menaikkan libido satu sama lain, lho. Hilangkan rasa malu, liarkan pikiran Anda, dan tumpahkan ke dalam kata-kata untuk memicu pasangan bergairah pada Anda.

Contoh ucapannya seperti, “Duh, sayang, kamu kalau pakai baju begini bikin aku jadi ingin lebih lama sama kamu, deh” atau, “Kamu wangi banget sih, aku suka wangi parfum di tubuh kamu”. Dengan demikian, hal ini bisa menambah rasa percaya diri pasangan, sembari menaikkan lonjakan hasrat bercinta.

6. Jangan malu untuk minta disentuh

Masih banyak pasangan yang malu-malu untuk minta disentuh bagian intimnya. Disarankan untuk membuang semua rasa malu tersebut dan dengan percaya diri katakan pada pasangan bagaimana Anda ingin dipuaskan.

Umumnya memainkan dan menyentuh mesra bagian puting susu, anus, bagian belakang leher menjadi tempat yang diam-diam diidamkan. Ini karena bagian tersebut memiliki banyak ujung saraf. Jadi, jangan malu-malu. Karena saat malu-malu, kenikmatan foreplay yang mantap bisa rugi dilewatkan

7. Jangan fokus hanya di satu titik rangsangan

Saat foreplay, memang akan fokus untuk selalu menyentuh atau memainkan titik rangsangan pasangan Anda. Namun penting untuk diingat, bahwa terus menerus fokus di satu tempat, puting atau buah zakar, misalnya, akan membuat pasangan bosan.  

Triknya, gunakan satu tangan untuk memainkan satu titik rangsangan di tubuh pasangan, misalnya klitoris wanita. Tangan lainnya bisa menjamah, menggerayangi, atau bahkan memainkan bagian tubuh pasangan yang lain, misalnya payudara.

Pastikan Anda melakukannya secara bergantian, jangan lupa tanyakan pada pasangan bagian mana yang ini dipuasakan untuk menambah keintiman saat sesi pemanasan ini.

8. Mainkan dan goda tubuh pasangan

Ketika semua bagian tubuh pasangan sudah Anda dijamah, Anda bisa mencoba sedikit cara untuk menggoda pasangan sebelum masuk ke tahap penetrasi. Caranya, coba berpura dengan posisi penetrasi, misalnya perlahan arahkan ujung penis keluar vagina.

Lihat ekspresi pasangan, setelah itu Anda bisa menyapu bagian luar vagina dengan menggosok-gosokan permukaan penis. Intinya, buat sesi bercinta Anda ini penuh canda, tawa, dan saling mendambakan tubuh satu sama lain dengan godaan mesra.

10 .Jangan cepat-cepat menyudahi sesi foreplay

Ada beberapa saat sebelum klimaks ketika banyak wanita menyerah, berpikir orgasme tidak akan terjadi dan menyudahi sesi panas ini. Tak jarang juga banyak pria yang sibuk bergonta-ganti teknik stimulasi demi mengantarkan pasangannya ke gerbang orgasme. Padahal untuk mencapai orgasme tak diperlukan bermacam manuver rumit yang hanya akan membuyarkan fokus Anda berdua. Lanjutkan stimulasi yang Anda berdua lakukan dan kenikmatan akan datang.

Foreplay juga dapat membantu kedua pasangan merasa lebih dekat dan lebih intim, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kedua pasangan lebih terangsang, kata Herbenick.

Jangan lupakan juga afterplay setelah berhubungan seks

gejala hpv

Tidak hanya foreplay yang penting untuk kebaikan hubungan seks Anda dengan pasangan, afterplay juga berperan penting, lho. Afterplay adalah salah satu kegiatan yang dilakukan setelah berhubungan seks. Bukan sekedar kegiatan romantis, aktivitas ini punya manfaat besar untuk hubungan Anda dengan pasangan.

Di dalam sesi afterplay atau pendinginan setelah bercinta ini, Anda dan pasangan bisa saling mengucapkan terimakasih kepada satu sama lain setelah berhubungan seks. Di situ, Anda juga mengevaluasi, bagian mana yang paling Anda suka dan bagaimana mana yang kurang disuka saat melakukan seks tadi. Jangan lupa puja-puji pasangan Anda untuk kehebatannya menaklukan tubuh Anda di ranjang tadi.

Sumber