Beda dari flu, gejala penyakit kelamin umumnya tidak bisa terdeteksi dengan mudah oleh mata telanjang. Anda bahkan bisa hidup selama bertahun-tahun tanpa pernah menyadari bahwa Anda sudah terinfeksi penyakit. Meski tidak selalu, umumnya waspadailah ciri dan gejala penyakit kelamin berikut ini.

Gejala penyakit kelamin yang paling umum

Tidak semua penyakit kelamin menunjukkan gejala khas, namun ciri-ciri di bawah ini bisa Anda jadikan petunjuk awal untuk dikonsultasikan lebih lanjut kepada dokter.

Beberapa ciri penyakit kelamin yang paling umum adalah:

1. Perih atau sakit saat kencing

Munculnya sensasi perih dan panas seperti terbakar ketika buang air kecil adalah gejala penyakit kelamin yang paling umum. Penyakit kelamin yang menyebabkan gejala ini termasuk:

Perhatikan juga adanya bercak darah pada urin. Namun, gejala ini juga bisa timbul akibat infeksi saluran kencing (ISK) atau batu ginjal.

2. Keluar cairan dari penis

Penis seharusnya sama sekali tidak mengeluarkan cairan apa pun selain air mani saat ejakulasi dan urine saat berkemih. Maka jika Anda belakangan ini menyadari penis mengeluarkan cairan asing yang berbau amis atau busuk, kemungkinan menandakan gejala penyakit kelamin:

  • Klamidia
  • Gonore
  • Trikomoniasis

Jika Anda mengalami ciri penyakit kelamin ini, segera kunjungi dokter untuk mendapat diagnosis akurat.

3. Vagina terasa panas atau gatal

Bacterial vaginosis dan kutu kemaluan bisa menyebabkan rasa gatal di vagina.

Namun, gejala ini tidak selalu diakibatkan oleh penyakit menular seksual. Vagina yang terasa panas terbakar atau gatal bisa jadi disebabkan oleh iritasi atau infeksi ragi. Walaupun begitu, jika Anda mendeteksi sensasi yang tidak biasa di sekitar vagina Anda, konsultasikan dengan dokter Anda.

4. Nyeri saat seks

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks, tapi ini juga bisa menjadi ciri penyakit kelamin yang sering terlewatkan.

Jika Anda mengalami sakit saat seks, konsultasikan dengan dokter jika rasa nyeri tersebut:

  • Baru kali ini Anda alami
  • Berubah (intensitas, lokasi, bentuk)
  • Timbul setelah berganti pasangan seksual
  • Timbul setelah berganti kebiasaan seksual

Rasa sakit saat ejakulasi dapat juga diklasifikasikan sebagai gejala penyakit kelamin untuk pria.

5. Keputihan abnormal atau perdarahan vagina

Keputihan yang berbau busuk atau berwarna selain putih jernih (hijau, kuning, abu-abu, berbusa) dapat menjadi ciri penyakit kelamin umum. Namun, gejala ini juga dapat menandakan infeksi kelamin non-seksual seperti infeksi jamur vagina dan dan bacterial vaginosis. Gejala seperti ini juga bisa muncul sebagai gejala kanker.

Keputihan akibat trikomoniasis biasanya berwarna hijau, berbusa, dan berbau tidak sedap. Keputihan akibat gonore umumnya berwarna kekuningan dengan noda darah.

Jika Anda mengalami keputihan abnormal dan disertau perdarahan vagina di luar jadwal menstruasi, segera laporkan pada dokter.

6. Luka atau kutil kelamin

Luka atau kutil yang muncul tiba-tiba di area genital tanpa penyebab jelas mungkin juga termasuk sebagai ciri penyakit kelamin menular berikut:

Maka, segera konsultasikan dengan dokter bahkan jika benjolan sudah hilang sebelum Anda pergi ke dokter.

Anda masih berpotensi mudah menyebarkan infeksi walaupun benjolan sudah kempis karena virus tetap berada dalam darah Anda.

7. Sakit panggul atau perut bagian bawah

Nyeri panggul bisa diakibatkan oleh banyak kondisi kesehatan dan tidak selalu dikaitkan dengan gejala penyakit kelamin menular.

Namun, salah satu penyebabnya adalah radang panggul. Radang panggul akan timbul ketika penyakit kelamin tidak kenjung diobati. Bakteri naik ke rahim dan perut Anda, menyebabkan peradangan dan luka jaringan parut. Sakit panggul jenis ini bisa amat menyakitkan, dan pada beberapa kasus dapat berujung fatal.

Tes penyakit kelamin itu penting

Satu-satunya cara untuk memastikan Anda mengidap penyakit kelamin atau tidak adalah dengan menjalani tes penyakit kelamin di klinik atau rumah sakit terdekat. Terutama apabila Anda dalam beberapa bulan terakhir pernah melakukan hubungan seks berisiko (tidak pakai kondom atau gonta-ganti pasangan).

Sadari setiap perubahan yang terjadi pada tubuh Anda, sekecil apapun itu. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk pemahaman yang lebih mendalam.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca