7 Ciri Anda Mungkin Mengidap Penyakit Kelamin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Beda dari flu, gejala penyakit kelamin umumnya tidak bisa terdeteksi dengan mudah oleh mata telanjang. Anda bahkan bisa hidup selama bertahun-tahun tanpa pernah menyadari bahwa Anda sudah terinfeksi penyakit. Meski tidak selalu, umumnya waspadailah ciri dan gejala penyakit kelamin berikut ini.

Gejala penyakit kelamin yang paling umum

Tidak semua penyakit kelamin menunjukkan gejala khas, namun ciri-ciri di bawah ini bisa Anda jadikan petunjuk awal untuk dikonsultasikan lebih lanjut kepada dokter.

Beberapa ciri penyakit kelamin yang paling umum adalah:

1. Perih atau sakit saat kencing

Munculnya sensasi perih dan panas seperti terbakar ketika buang air kecil adalah gejala penyakit kelamin yang paling umum. Penyakit kelamin yang menyebabkan gejala ini termasuk:

Perhatikan juga adanya bercak darah pada urin. Namun, gejala ini juga bisa timbul akibat infeksi saluran kencing (ISK) atau batu ginjal.

2. Keluar cairan dari penis

Penis seharusnya sama sekali tidak mengeluarkan cairan apa pun selain air mani saat ejakulasi dan urine saat berkemih. Maka jika Anda belakangan ini menyadari penis mengeluarkan cairan asing yang berbau amis atau busuk, kemungkinan menandakan gejala penyakit kelamin:

  • Klamidia
  • Gonore
  • Trikomoniasis

Jika Anda mengalami ciri penyakit kelamin ini, segera kunjungi dokter untuk mendapat diagnosis akurat.

3. Vagina terasa panas atau gatal

Bacterial vaginosis dan kutu kemaluan bisa menyebabkan rasa gatal di vagina.

Namun, gejala ini tidak selalu diakibatkan oleh penyakit menular seksual. Vagina yang terasa panas terbakar atau gatal bisa jadi disebabkan oleh iritasi atau infeksi ragi. Walaupun begitu, jika Anda mendeteksi sensasi yang tidak biasa di sekitar vagina Anda, konsultasikan dengan dokter Anda.

4. Nyeri saat seks

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks, tapi ini juga bisa menjadi ciri penyakit kelamin yang sering terlewatkan.

Jika Anda mengalami sakit saat seks, konsultasikan dengan dokter jika rasa nyeri tersebut:

  • Baru kali ini Anda alami
  • Berubah (intensitas, lokasi, bentuk)
  • Timbul setelah berganti pasangan seksual
  • Timbul setelah berganti kebiasaan seksual

Rasa sakit saat ejakulasi dapat juga diklasifikasikan sebagai gejala penyakit kelamin untuk pria.

5. Keputihan abnormal atau perdarahan vagina

Keputihan yang berbau busuk atau berwarna selain putih jernih (hijau, kuning, abu-abu, berbusa) dapat menjadi ciri penyakit kelamin umum. Namun, gejala ini juga dapat menandakan infeksi kelamin non-seksual seperti infeksi jamur vagina dan dan bacterial vaginosis. Gejala seperti ini juga bisa muncul sebagai gejala kanker.

Keputihan akibat trikomoniasis biasanya berwarna hijau, berbusa, dan berbau tidak sedap. Keputihan akibat gonore umumnya berwarna kekuningan dengan noda darah.

Jika Anda mengalami keputihan abnormal dan disertau perdarahan vagina di luar jadwal menstruasi, segera laporkan pada dokter.

6. Luka atau kutil kelamin

Luka atau kutil yang muncul tiba-tiba di area genital tanpa penyebab jelas mungkin juga termasuk sebagai ciri penyakit kelamin menular berikut:

Maka, segera konsultasikan dengan dokter bahkan jika benjolan sudah hilang sebelum Anda pergi ke dokter.

Anda masih berpotensi mudah menyebarkan infeksi walaupun benjolan sudah kempis karena virus tetap berada dalam darah Anda.

7. Sakit panggul atau perut bagian bawah

Nyeri panggul bisa diakibatkan oleh banyak kondisi kesehatan dan tidak selalu dikaitkan dengan gejala penyakit kelamin menular.

Namun, salah satu penyebabnya adalah radang panggul. Radang panggul akan timbul ketika penyakit kelamin tidak kenjung diobati. Bakteri naik ke rahim dan perut Anda, menyebabkan peradangan dan luka jaringan parut. Sakit panggul jenis ini bisa amat menyakitkan, dan pada beberapa kasus dapat berujung fatal.

Tes penyakit kelamin itu penting

Satu-satunya cara untuk memastikan Anda mengidap penyakit kelamin atau tidak adalah dengan menjalani tes penyakit kelamin di klinik atau rumah sakit terdekat. Terutama apabila Anda dalam beberapa bulan terakhir pernah melakukan hubungan seks berisiko (tidak pakai kondom atau gonta-ganti pasangan).

Sadari setiap perubahan yang terjadi pada tubuh Anda, sekecil apapun itu. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk pemahaman yang lebih mendalam.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Menurut penelitian, lebih sering berhubungan seks bisa membantu perempuan memperlambat datangnya masa menopause. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Seks & Asmara 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Kapan Idealnya Pendidikan Seks Pada Anak Diberikan?

Memberi pendidikan seks pada anak tidak sama dengan mengajarkan perbuatan asusila, melainkan sebuah aksi preventif untuk menjaga kesehatan reproduksi anak.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Parenting, Tips Parenting 24/02/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Alasan Kenapa Anda Harus Menjalani Tes Penyakit Kelamin

Alasan menjalani tes penyakit kelamin memang untuk mendeteksi adanya penularan. Namun, tidak hanya itu saja alasannya. Cari tahu lebih lanjut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 07/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . Waktu baca 4 menit
efek samping pakai vibrator terlalu sering

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit
seks rutin mencegah lansia

Hubungan Seks Secara Rutin Bisa Mencegah Pikun, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020 . Waktu baca 5 menit