Keseringan Cuci Tangan Pakai Sabun Antiseptik Bikin Anda Gampang Sakit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Cuci tangan bukan sekadar membilas kedua tangan pakai air mengalir dan kemudian dikeringkan. Cuci tangan dengan sabun adalah cara terbaik untuk membunuh kuman penyebab penyakit. Namun ternyata, Anda sebenarnya tidak boleh pakai sabun cuci tangan antiseptik, lho! Meski diklaim ampuh untuk melawan kuman dan bakteri penyebab penyakit, cuci tangan pakai sabun antiseptik justru bikin Anda lebih gampang jatuh sakit. Kenapa?

Sabun cuci tangan antiseptik mengandung triclosan, bahan aktif yang harusnya kita hindari

Sabun cuci tangan antiseptik yang mengandung triclosan memang benar dapat mengurangi risiko infeksi yang disebabkan oleh kuman, virus, atau parasit berbahaya lainnya. Namun penggunaan produk antiseptik sebenarnya hanya diperuntukkan bagi kalangan terbatas, Sabun antiseptik lebih ditujukan bagi tim dokter sebelum dan sesudah melakukan prosedur operasi atau pembedahan tertentu. Sabun antiseptik juga lebih dikhususkan bagi orang-orang yang bekerja di area yang berisiko tinggi terhadap penularan penyakit, contoh area epidemik penyakit menular, rumah sakit, hingga penjara.

Di luar penggunaan ini, kandungan triclosan dalam produk antiseptik untuk kalangan umum sangat tidak disarankan. Triclosan adalah bahan kimia aktif yang awalnya digunakan sebagai pestisida atau pembunuh hama pada tahun 1960-an. Paparan kandungan triclosan dalam jangka panjang dikhawatirkan akan menimbulkan risiko tertentu yang berbahaya bagi manusia.

Triclosan bersifat sangat kuat sehingga dapat menghilangkan komponen pelembap alami kulit. Terlebih meski digunakan hanya pada permukaan kulit, triclosan ternyata mampu diserap oleh tubuh. Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 2008 mengungkapkan bahwa kandungan triclosan bisa ditemukan dalam urin.

Beberapa negara di Eropa telah melarang penggunaan triclosan dalam sabun cuci tangan, sabun badan, atau hand sanitizer yang dijual secara bebas di pasaran. Amerika Serikat juga baru-baru ini mengeluarkan larangan penggunaan kandungan triclosan dalam berbagai produk. Di Indonesia sendiri belum ada aturan yang jelas tentang pemanfaatan zat aktif ini sehingga Anda masih bisa menemukan berbagai produk dengan kandungan triclosan.

Sabun cuci tangan antiseptik meningkatkan risiko tubuh kebal terhadap antibiotik

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makan di Amerika Serikat (FDA), pemakaian sabun cuci tangan yang mengandung triclosan dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Banyak pakar kesehatan dunia percaya bahwa paparan triklosan yang terlalu sering dalam jangka panjang akan merusak keseimbangan bateri baik di kulit dan menyebabkan bakteri jahat menjadi kebal terhadap agen antibakteri lainnya yang mirip, meskipun belum pernah terpapar sebelumnya.

Triclosan benar bekerja membunuh bakteri dengan cara menghancurkan enzim yang membantu bakteri membelah diri, sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak dan kemudian mati. Namun, bakteri dapat mengembangkan mekanisme pertahanan diri dengan cara bermutasi, yang dapat menghentikan efek triclosan dalam menghancurkan DNA bakteri, sehingga bakteri tersebut menjadi resisten terhadap triclosan.

Bahaya triclosan lainnya yang paling menjadi perhatian kalangan medis adalah risiko gangguan hormon. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Toxicological Science mengungkapkan bahwa di dalam tubuh, triclosan akan terperangkap dalam sel dan darah. Sebagai akibatnya, kandungan triclosan akan mengganggu sistem endokrin. Sistem inilah yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan hormon estrogen dan tiroid dalam tubuh.

Gangguan terhadap kedua hormon tersebut berisiko menyebabkan berbagai masalah pada kesehatan Anda, misalnya pada daya tahan tubuhkesuburan, kehamilan, bahkan tumbuhnya sel kanker. Sejauh ini memang penelitian yang dilaksanakan baru dilakukan pada subjek binatang lab, bukan manusia. Akan tetapi, Anda sebaiknya tetap berhati-hati terhadap kemungkinan tersebut. Sabun cuci tangan triclosan juga diduga kuat meningkatkan risiko Anda mengalami eksim. Gejala yang muncul berupa gatal, kemerahan, iritasi hingga kulit terkelupas.

Lantas, harus cuci tangan pakai apa?

Cucilah tangan Anda dengan sabun biasa dan air. Ini merupakan salah satu langkah penting yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penyakit serta mencegah risiko terjadinya resistensi antibiotik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

Jika Anda berencana untuk tetap jogging saat puasa, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan guna menghindari risiko cedera. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 13/05/2020 . 3 menit baca

Cuci Tangan Pakai Sabun Antiseptik dan Air Ternyata Lebih Efektif Bunuh Kuman

Memilih sabun cuci tangan antiseptik dapat memberikan perlindungan dan mengurangi risiko penyakit menular, terutama di tengah wabah COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Fakta Unik 12/05/2020 . 4 menit baca

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Fakta Unik 12/05/2020 . 4 menit baca

Berapa Kali Si Kecil Sebaiknya Cuci Tangan dengan Sabun dan Air dalam Sehari?

Cuci tangan perlu diajarkan pada anak sejak dini. Bagaimana cara agar anak tebiasa melakukannya dan berapa kali sebaiknya dilakukan dalam sehari?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Tips Parenting 05/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara cuci tangan dengan benar

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 4 menit baca
perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . 6 menit baca
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . 3 menit baca
air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . 5 menit baca