home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Risiko Kesehatan Akibat Keseringan Pakai Hand Sanitizer

3 Risiko Kesehatan Akibat Keseringan Pakai Hand Sanitizer

Hand sanitizer adalah solusi pengganti sabun cuci tangan yang praktis. Anda tidak perlu lagi repot mencuci tangan apabila sudah membawa gel pembersih tangan ini. Namun, apakah memakai hand sanitizer aman?

Apa yang terkandung dalam hand sanitizer?

Hand sanitizer mengandung alkohol, seperti ethyl alcohol, yang bekerja sebagai agen antiseptik. Hampir 90% produk hand sanitizer di pasaran mengandung ethanol atau ethyl alkohol.

Beberapa produk gel pembersih tangan yang mengklaim bebas alkohol menggantinya dengan komponen antibiotik yang disebut dengan triclosan atau triclocarban. Bahan ini juga terdapat dalam sabun dan juga pasta gigi.

Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) melaporkan bahwa triclosan dapat membawa beberapa risiko kesehatan seperti yang akan dibahas di bawah ini. Penelitian lain juga turut meragukan apakah hand sanitizer benar lebih efektif untuk membersihkan tangan daripada cara tradisionalnya, dengan cuci tangan pakai sabun.

Risiko kesehatan yang mungkin terjadi jika Anda keseringan pakai hand sanitizer

1. Kebal antibiotik

Antibiotik efektif untuk melawan bakteri. Tapi kandungan triclosan dalam gel pembersih tangan yang berfungsi sebagai antibakteri ini dipercaya oleh para pakar medis berperan besar membuat bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.

2. Menurunkan kekebalan tubuh

Keseringan memakai hand sanitizer yang mengandung triklosan atau triclocarban dapat menurunkan kekebalan tubuh Anda terhadap penyakit dengan membunuh bakteri baik dalam tubuh untuk memerangi bakteri jahat. Jika sistem imun melemah, maka tubuh akan lebih mudah terserang infeksi.

Penggunaan bahan-bahan kimia di atas dalam jangka panjang berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi otot kerangka dan jantung. Terlebih lagi, dampak dari penggunaan gel pembersih tangan yang mengandung triklosan atau triklokarban memang tidak akan langsung terasa. Biasanya penggunaan rutin dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun baru akan mengakibatkan kulit kering dan sensitif.

3. Mengandung bahan kimia berbahaya

Jika Anda mencium hand sanitizer, maka Anda akan merasa bau yang menyengat seperti kimia. Pewangi dari gel pembersih tangan didapat dari senyawa kimia sintetis yang disebut phtalate, cairan tidak berbau sebagai agen pelarut yang baik dan murah untuk parfum. Faktanya, cairan ini membantu melarutkan minyak wangi yang mahal dalam semprotan parfum, krim mandi, gel, dll.

Phtalates terkait dengan berbagai gangguan endokrin, toksisitas perkembangan janin dan sistem reproduksi, penurunan motilitas (gerak) dan konsentrasi (jumlah) sperma, serta alergi, asma, hingga kanker. Kandungan phtalate dalam produk kosmetik juga dicurigai dapat menyebabkan diabetes.

Lebih amannya, bikin sendiri gel pembersih tangan di rumah dari bahan alami

Sebagai pengganti hand sanitizer komersil yang bisa berbahaya bagi tubuh, lebih baik Anda meracik sendiri pembersih tangan buatan rumah dengan menggunakan minyak esensial murni, misalnya saja minyak daun teh (tea tree oil) yang secara alami bersifat antibakteri, antijamur, dan antivirus sehingga dianggap efektif untuk menggantikan bahan-bahan kimiawi yang terdapat di dalam hand sanitizer.

Minyak esensial dari jeruk dan bunga lavender juga sama-sama memiliki fungsi antiseptik dan antioksidan. Sebagai sumber antioksidan, minyak ini akan meregenerasi sel-sel kulit tangan Anda sehingga tangan pun akan senantiasa lembut dan kenyal. Untuk membantu mencegah pertumbuhan virus atau bakteri dalam tubuh, antioksidan bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda.

Tapi yang paling disarankan tetaplah mencuci tangan dengan air dan sabun. Kapanpun Anda bisa, cucilah tangan Anda selama kurang lebih 20 detik dengan menggunakan sabun biasa. Hal ini lebih baik dibandingkan dengan menggunakan hand sanitizer. Sabun dapat tetap menjaga bakteri baik pada tubuh Anda yang dapat membantu melawan bakteri jahat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  1. Why I’m Breaking Up With Hand Sanitizer. http://time.com/96112/why-im-breaking-up-with-hand-sanitizer/. Accessed 08/09/2017
  2. Is Hand Sanitizer Toxic? http://edition.cnn.com/2013/10/16/health/hand-sanitizer-toxic-upwave/index.html/ Accessed 08/09/2017
  3. Arew Hand Sanitizers Actually Harmful? https://www.rush.edu/health-wellness/discover-health/are-hand-sanitizers-harmful. Accessed 08/09/2017
Foto Penulis
Ditulis oleh dr. Marsha Desica Arsanta pada 07/10/2017
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x