Mengenal Empat Karakter Manusia: Yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/05/2020
Bagikan sekarang

Mengenal karakter seseorang sangat bermanfaat dalam sebuah hubungan yang akan dibangun. Bahkan, untuk mendapat pekerjaan, perusahaan biasanya melakukan tes psikologi dan interview agar dapat melihat kepribadian orang tersebut. Dalam dunia psikologi, terdapat banyak teori yang membahas tentang karakter seseorang. Salah satu teori yang paling terkenal saat ini adalah teori 16 kepribadian yang dikemukakan oleh Carl Jung. Namun, sebelum teori kepribadian ini berkembang, jauh sebelum itu ada teori empat temperamen yang sudah ditemukan dari jaman dahulu kala.

Tahukah Anda bahwa kepribadian seseorang dapat dibedakan berdasarkan temperamennya? Penemuan ini berawal dari tabib Yunani Hippocrates yang menggabungkan empat temperamen ini sebagai bagian dari teori pengobatannya. Ia mengemukakan bahwa empat cairan di dalam tubuh dapat membedakan karakter dan kebiasaan seseorang. Tipologi ini merupakan bagian dari konsep medis kuno, yang disebut sebagai humorism. Humorism di sini mengacu pada cairan tubuh. Setiap orang memiliki cairan tubuh yang berbeda. Dipercaya cairan tubuh yang paling unggul ini mempengaruhi temperamen dan psikologi seseorang.

Di samping itu, ada beberapa orang yang memiliki karakter campuran. Yang dimaksud karakter campuran adalah seseorang tidak bisa direpresentasikan hanya dengan satu karakter yang terdapat pada teori psikologi. Contohnya, pada empat temperamen ini, karakter seseorang dibedakan menjadi empat grup ada sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis. Sedangkan pada karakter campuran, seseorang dapat diidentifikasi bahwa ia adalah sanguinis melankolis.

Apa itu temperamen?

Sebelum mengenal empat temperamen lebih lanjut, kita bahas dulu hal yang berhubungan dengan temperamen. Kesan pertama ketika melihat seseorang adalah berdasarkan apa yang dia lakukan, orang menganggap bahwa temperamen berasal dari luar yang merefleksikan keadaan mentalnya. Misalnya, ketika kita mengatakan bahwa seseorang adalah tipe pemimpin, kita sering melihatnya selalu bernisiatif sebagai pemimpin grup. Namun, kita tidak menjadikan observasi dari luar ini  sebagai patokan untuk menyelesaikan teki-teki mengenai kepribadian seseorang. Padahal, observasi tersebut bisa menjadi pendekatan untuk lebih memahami kepribadian dan warna karakter seseorang.

Temperamen menjadi dasar warna karakter seseorang dan berperan sebagai perwujudan atau representasi dari setiap individu dalam menjalani kehidupannya. Biasanya ketika kita bertemu dengan orang lain, kita dapat merasakan mood yang muncul.

Apa saja empat karakter tersebut?

Ada teori yang berpendapat bahwa semua manusia dibagi menjadi empat bagian, yang pertama adalah tubuh fisik. Lalu ada tubuh eterik, atau mungkin kita mengenalnya sebagai jiwa. Semasa hidupnya, jiwa menyatu dengan fisik seseorang, dan ketika ia meninggal maka akan terpisah dari fisiknya. Ketiga, tubuh astral. Bagian inilah yang menjadi tempat hadirnya naluri, gairah, keinginan, dan perubahan pada pikiran kita. Keempat, yang paling tinggi dibanding yang lain, adalah the bearer of the human ego alias pembawa ego manusia, ini yang membuat kita memiliki rasa penasaran dan kuasa atas kesadaran diri, perasaan, bahkan motivasi yang kita miliki. Salah satu dari empat bagian tersebut ada yang paling dominan, dan inilah yang akan merepresentasikan karakter seseorang.

1. Sanguinis

Darah sebagai cairan tubuh dan tubuh astral adalah yang menyimbolkan tipe sanguinis. Tubuh astral direfleksikan pada sistem saraf agar sistem tersebut memegang kendali. Sistem saraf mampu menyerap ide-ide, visualisasi atau gambar dan sensasi. Aktivitas sistem saraf ini tertahan oleh sirkulasi darah. Jika tidak ditahan oleh sirkulasi darah, maka mental image akan menjadi liar, yang membawa pada halusinasi dan ilusi. Inilah yang menjadi batasan untuk para sanguinis.

Orang-orang dengan karakter sanguinis ini biasanya selalu optimis, riang, antusias dan memiliki semangat hidup yang tinggi. Selalu menarik perhatian atau butuh orang-orang memperhatikannya. Mereka juga gemar mengambil risiko, maka jangan heran jika karakter sanguinis ini menjadi orang-orang yang suka sekali melakukan petualangan karena tipe ini juga suka sekali mencari kesenangan. Saking sukanya dengan tantangan dan hal-hal baru, mereka jadi mudah bosan.

Sanguinis adalah tipe yang tidak mampu menopang ketertarikannya cukup lama. Ia selalu menginginkan pengalaman-pengalaman baru, sehingga mudah terkesan, mudah juga hilang minat. Ini yang membuat mereka mudah berubah-ubah pikirannya.

Orang-orang dengan tipe ini cocok jika bekerja sebagai entertainer, karena pekerjaan ini akan membuat mereka menjadi sorotan penonton, dan mengharuskan mereka untuk selalu tampil antusias tidak peduli apa yang terjadi. Mereka dapat menyerap ide-ide, sehingga pekerjaan dengan kreativitas cocok untuk mereka, contohnya pekerjaan di bidang fashion, kuliner, travelling, dan marketing. Di bidang marketing, orang-orang dengan tipe sanguinis akan  menghasilkan strategi-strategi baru untuk menjual produk dan kemajuan perusahaan. Bahkan mereka orang yang percaya diri untuk mengambil risiko.

2. Plegmatis

Lendir dan tubuh eterik menjadi simbol cairan dari karakter ini. Orang tipe plegmatis lebih fokus pada apa yang terjadi dalam dirinya, sehingga ia membiarkan apa yang ada di luar terjadi sebagaimana mestinya. Tidak heran orang-orang dengan tipe ini menyukai kedamaian.

Yang mereka cari dari sebuah hubungan adalah keharmonisan dan keakraban. Mereka selalu berusaha untuk menghindari konflik yang ada, itu membuat mereka menjadi pasangan yang penuh cinta dan setia. Terlibat dalam kegiatan charity adalah kegiatan yang menyenangkan untuk mereka.  Penuh cinta dan selalu menolong sesama.

Namun terkadang ia merasa tidak terhubung dengan sekitarnya, karena fokus aktivitasnya ada pada tubuh eteriknya. Sehingga, pada kehidupan sosial, ia cenderung menjadi pendiam. Karena ia membiarkan hal yang di luar tubuh eteriknya berjalan sebagaimana mestinya, ini membuatnya menjadi kurang berorientasi pada tujuan.

Namun, orang-orang dengan tipe plegmatis cocok dengan pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal sosial, seperti pengajar, perawat, dan jasa sosial lainnya, karena karakter cinta damai yang ia miliki. Ini juga karena mereka mencari koneksi yang ‘intim’ dari sebuah hubungan, seperti ia terkoneksi secara ‘intim’ dengan dirinya sendiri.

3. Koleris

Empedu kuning dan ego mendominasi pada tipe koleris. Karena ego yang memegang kendali, koleris sangat agresif dan harus selalu mendapatkan apa yang ia inginkan dengan caranya. Orang dengan tipe koleri sangat berorientasi pada target, analitis, dan logis. Tipe-tipe seorang pemimpin.

Karakter koleris ini juga tidak menyukai basa-basi, ia lebih suka menghabiskan waktu dengan hal bermanfaat. Jadi ia akan lebih menyukai percakapan yang jelas tujuan dan intinya. Oleh karena itu, mereka lebih suka berkumpul dengan orang-orang yang memiliki profesi dan kegemaran yang sama.

Biasanya pekerjaan yang cocok untuk tipe koleris adalah di bidang manajemen, teknologi, statistik, teknik, dan programming. Karena mereka dapat bertahan jika harus bekerja sendirian, dan mereka sangat berorientasi pada target.

4. Melankolis

Empedu hitam dan tubuh fisik mendominasi tipe melankolis. Melankolis merasa bahwa ia bukanlah tuan dari tubuhnya dan terikat dengan rasa sakit. Tubuhnya dikendalikan oleh ketiga bagian lain, sehingga ia kehilangan keinginannya untuk bertindak sendiri. Perumpaannya, tubuh fisik hanya menjadi ‘penggerak saja’, sementara yang menggerakkan adalah ketiga bagian lainnya. Padahal seharusnya tubuh fisik menjadi instrumen tertinggi, sebab tanpa fisik, ketiga bagian yang lain itu tidak akan ada.

Tipe melankolis sering berkorban untuk orang lain, cenderung sensitif, penyayang, senang berada di balik layar, namun juga seorang yang pemikir. Ia diibaratkan harus menjadi penggerak, dan memberi kesempatan pada bagian tubuh lainnya, sehingga ia akan sensitif dan memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah. Ia seorang yang cukup kreatif karena dapat berpikir dari berbagai sudut pandang. Memikirkan bagian tubuh lain, membuatnya melihat dari berbagai sudut pandang.

Karena ingin semua bagian puas, tipe ini cenderung perfeksionis dan rendah diri. Sulit melupakan rasa sakit yang terjadi di masa lalu. Bahkan ia mudah larut dalam pikiran-pikiran negatifnya. Merasa tak memiliki kendali, kadang membuatnya terombang-ambing.

Pekerjaan yang cocok untuk melankolis adalah bidang administrasi, manajemen, akuntansi, dan pekerja sosial. Berpikir dari berbagai sudut pandang mampu membuat seorang melankolis memperhitungkan keakuratan dengan baik.

Seberapa akuratnya karakter tersebut?

Ada berbagai jenis tes psikologi untuk mengetahui karakter Anda dan mengukur seberapa dekatnya pendekatan suatu teori terhadap karakter Anda. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, Anda tidak bisa menelannya mentah-mentah begitu saja dalam menilai seseorang. Tetapi parameter pada empat temperamen ini dapat membuat Anda mengatasi kekurangan yang Anda miliki, sehingga membentuk kepribadian yang lebih baik lagi.

Misalnya pada anak dengan tipe melankolis dan plegmatis, mereka harus dilatih untuk lebih percaya diri dan selalu aktif mengikuti kegiatan. Lalu anak tipe koleris, mereka bisa dilatih untuk menghormati pendapat orang lain. Begitu juga dengan tipe sanguinis, bisa dilatih dengan lebih mengenali dirinya sendiri. Apa pun temperamen Anda, kuncinya adalah selalu memperbaiki diri jika memang ada yang salah dari karakter Anda. Temperamen itu sendiri membuat dunia menjadi lebih indah, lebih hidup dan lebih berwarna.

BACA JUGA:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 3, 2020

Teman Divonis Autoimun, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menyemangatinya

Mendengar teman divonis sakit autoimun, ini saatnya Anda memberi dukungan yang tepat agar ia tetap semangat dan tidak merasa sendiri.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Hidup Sehat, Psikologi April 23, 2020

KDRT dan Konflik Rumah Tangga Selama COVID-19 di Indonesia

Kondisi pandemi bisa membuat hal-hal kecil menjadi pertengkaran antara suami istri, tapi konflik rumah tangga ini tidak serta-merta merupakan KDRT.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 April 22, 2020

Tips Mengatasi Rasa Insecure yang Sering Muncul

Rasa insecure bisa dirasakan oleh siapa saja, terkadang kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain tidak bisa tertahankan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Hidup Sehat, Psikologi April 18, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal tayang Mei 26, 2020
stres anak saat pandemi

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 17, 2020
Manfaat detoks digital

Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 15, 2020
Kelulusan saat pandemi

Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 13, 2020