Menguak Hipnotis, Metode Terapi Yang Sering Disalahartikan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hipnosis, atau yang lebih sering Anda kenal dengan hipnotis, adalah suatu teknik terapi di mana seorang tenaga ahli (psikolog atau psikiater) akan membuat seseorang berada dalam keadaan relaks dan tenang agar bisa lebih fokus kepada pikirannya sendiri dan merespon sugesti yang diberikan. Meskipun teknik hipnosis menimbulkan kontroversi, mayoritas tenaga ahli percaya bahwa terapi hipnosis sangat dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan seseorang, seperti misalnya mengatasi rasa sakit, rasa gugup berlebihan, gangguan perubahan mood, hingga membantu orang mengubah atau menghentikan suatu kebiasaan seperti misalnya merokok.

Mana yang benar, hipnosis atau hipnotis?

Anda mungkin lebih sering mendengar hipnotis jika dibandingkan hipnosis. Sebenarnya kedua kata tersebut berbeda artinya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hipnosis merupakan kata benda, yang berarti suatu keadaan seperti tidur karena sugesti. Sementara hipnotis merupakan kata keterangan, yang berarti membuat atau menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hipnosis.

Kegunaan hipnosis untuk terapi psikologi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hipnosis merupakan salah satu metode terapi psikologi yang kontroversial dan terkadang disalahartikan. Hipnosis cenderung lekat dengan image mengorek rahasia seseorang atau memberikan sugesti pada seseorang untuk melakukan hal-hal aneh. Padahal sebenarnya, hipnosis merupakan metode dalam psikologi yang valid untuk digunakan dalam praktik psikologi klinis.

Secara sederhana, hipnosis adalah suatu keadaan di mana seseorang fokus atau berkonsentrasi penuh, sehingga meningkatkan kemampuan menerima sugesti. Hipnosis juga sering diasosiasikan dengan keadaan tenang atau relaks. Saat seseorang sedang dalam keadaan hipnosis, mereka cenderung lebih terbuka terhadap sugesti jika dibandingkan saat tidak sedang dalam keadaan hipnosis. Hipnosis dalam terapi psikolog dapat digunakan untuk mengatasi rasa sakit, terutama sakit pada fisik, anxiety, bahkan bisa mengurangi gejala dementia. Beberapa fungsi lain dari hipnosis yaitu:

  • Sebagai terapi untuk rasa sakit kronis seperti pada penderita rematik artritis.
  • Sebagai terapi untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan.
  • Membantu mengontrol beberapa gejala pada ADHD.
  • Membantu mengurangi mual dan muntah pada terapi penderita kanker.
  • Membantu mengontrol rasa sakit saat menjalani prosedur perawatan atau pengobatan masalah gigi dan mulut.
  • Mengurangi insomnia dan gangguan tidur lainnya.

4 mitos seputar hipnosis

Beberapa pernyataan terkait hipnosis di bawah ini mungkin sering Anda dengar. Tapi apakah mitos-mitos terkait hipnosis tersebut benar?

1. “Anda tidak akan mengingat apa yang Anda lakukan saat berada dalam kondisi hipnosis”

Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah. Amnesia dapat terjadi dalam beberapa kasus, tetapi orang biasanya mengingat semua hal yang terjadi saat mereka berada dalam kondisi hipnosis. Hipnosis memang dapat memberi sedikit pengaruh pada memori. Posthypnotic amnesia dapat membuat seseorang lupa apa yang terjadi sebelum dan saat dihipnotis. Namun keadaan ini biasanya jarang terjadi dan kalaupun terjadi, efeknya hanya bersifat sementara.

2. “Hipnosis dapat membantu seseorang mengingat kejadian dengan detail”

Hipnosis dapat digunakan untuk meningkatkan ketajaman memori atau mengorek kejadian masa lampau seseorang, tetapi sebenarnya efek yang ditimbulkan tidak sebesar yang orang kira. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa hipnosis tidak dapat sepenuhnya membuat orang mengingat hal secara detail dan akurat, bahkan hipnosis bisa membuat seseorang keliru menginterpretasikan memorinya.

3. “Anda bisa dihipnotis meskipun Anda tidak mau”

Ini mungkin sering Anda saksikan di TV, beberapa penonton dipilih secara acak untuk dihipnotis dan nyaris 100% dari orang tersebut kemudian berada dalam kondisi hipnosis. Sebenarnya, hipnosis membutuhkan ‘izin’ dan kemauan dari orang yang akan dihipnotis. Untuk dapat bisa dihipnotis, seseorang harus benar-benar membuka diri dan bersedia dihipnotis. Keadaan ini dapat membuat sugesti yang diberikan oleh psikolog atau psikiater menjadi lebih mudah diterima oleh pasien.

4. “Orang yang menghipnosis Anda memiliki kontrol penuh atas diri Anda”

Meskipun beberapa orang mengalami perasaan di mana mereka bertindak diluar dari keinginan mereka, tetapi sebenarnya orang yang menghipnosis Anda tidak dapat menyuruh Anda untuk melakukan sesuatu yang berada di luar kehendak Anda.

Apakah semua orang bisa dihipnotis?

Anda mungkin berpikir bahwa Anda kebal terhadap hipnotis, namun sebenarnya 15% orang sangat responsif terhadap hipnotis, terutama mereka yang gampang terbawa oleh fantasi atau khayalan. Contohnya seperti anak-anak yang cenderung lebih mudah untuk dibawa ke dalam fase hipnosis. Tetapi memang ada sebagian orang (kurang lebih 10% orang dewasa) yang memang sulit atau bahkan tidak dapat dihipnotis sama sekali.

Keberhasilan hipnotis bergantung pada siapa yang melakukan proses hipnotis dan bagaimana pandangan Anda ketika akan dihipnotis. Mereka yang melihat hipnosis secara lebih positif (misalnya melihat hipnosis sebagai terapi atau alat untuk membantu masalah mereka) akan lebih mudah masuk ke dalam fase hipnosis dan menerima sugesti.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

    Sekecil apapun bahaya cyber bullying tidak bisa dianggap remeh. Lambat laun, penindasan di dunia maya ini bisa berisiko pada tindakan bunuh diri.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

    Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

    Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

    Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    vaksin MMR

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
    efek samping imunisasi

    Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
    obat sakit gigi

    Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
    alergi binatang kucing dan anjing

    Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit