Menguak Hipnotis, Metode Terapi Yang Sering Disalahartikan

Oleh

Hipnosis, atau yang lebih sering Anda kenal dengan hipnotis, adalah suatu teknik terapi di mana seorang tenaga ahli (psikolog atau psikiater) akan membuat seseorang berada dalam keadaan relaks dan tenang agar bisa lebih fokus kepada pikirannya sendiri dan merespon sugesti yang diberikan. Meskipun teknik hipnosis menimbulkan kontroversi, mayoritas tenaga ahli percaya bahwa terapi hipnosis sangat dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan seseorang, seperti misalnya mengatasi rasa sakit, rasa gugup berlebihan, gangguan perubahan mood, hingga membantu orang mengubah atau menghentikan suatu kebiasaan seperti misalnya merokok.

Mana yang benar, hipnosis atau hipnotis?

Anda mungkin lebih sering mendengar hipnotis jika dibandingkan hipnosis. Sebenarnya kedua kata tersebut berbeda artinya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hipnosis merupakan kata benda, yang berarti suatu keadaan seperti tidur karena sugesti. Sementara hipnotis merupakan kata keterangan, yang berarti membuat atau menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hipnosis.

Kegunaan hipnosis untuk terapi psikologi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hipnosis merupakan salah satu metode terapi psikologi yang kontroversial dan terkadang disalahartikan. Hipnosis cenderung lekat dengan image mengorek rahasia seseorang atau memberikan sugesti pada seseorang untuk melakukan hal-hal aneh. Padahal sebenarnya, hipnosis merupakan metode dalam psikologi yang valid untuk digunakan dalam praktik psikologi klinis.

Secara sederhana, hipnosis adalah suatu keadaan di mana seseorang fokus atau berkonsentrasi penuh, sehingga meningkatkan kemampuan menerima sugesti. Hipnosis juga sering diasosiasikan dengan keadaan tenang atau relaks. Saat seseorang sedang dalam keadaan hipnosis, mereka cenderung lebih terbuka terhadap sugesti jika dibandingkan saat tidak sedang dalam keadaan hipnosis. Hipnosis dalam terapi psikolog dapat digunakan untuk mengatasi rasa sakit, terutama sakit pada fisik, anxiety, bahkan bisa mengurangi gejala dementia. Beberapa fungsi lain dari hipnosis yaitu:

  • Sebagai terapi untuk rasa sakit kronis seperti pada penderita rematik artritis.
  • Sebagai terapi untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan.
  • Membantu mengontrol beberapa gejala pada ADHD.
  • Membantu mengurangi mual dan muntah pada terapi penderita kanker.
  • Membantu mengontrol rasa sakit saat menjalani prosedur perawatan atau pengobatan masalah gigi dan mulut.
  • Mengurangi insomnia dan gangguan tidur lainnya.

4 mitos seputar hipnosis

Beberapa pernyataan terkait hipnosis di bawah ini mungkin sering Anda dengar. Tapi apakah mitos-mitos terkait hipnosis tersebut benar?

1. “Anda tidak akan mengingat apa yang Anda lakukan saat berada dalam kondisi hipnosis”

Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah. Amnesia dapat terjadi dalam beberapa kasus, tetapi orang biasanya mengingat semua hal yang terjadi saat mereka berada dalam kondisi hipnosis. Hipnosis memang dapat memberi sedikit pengaruh pada memori. Posthypnotic amnesia dapat membuat seseorang lupa apa yang terjadi sebelum dan saat dihipnotis. Namun keadaan ini biasanya jarang terjadi dan kalaupun terjadi, efeknya hanya bersifat sementara.

2. “Hipnosis dapat membantu seseorang mengingat kejadian dengan detail”

Hipnosis dapat digunakan untuk meningkatkan ketajaman memori atau mengorek kejadian masa lampau seseorang, tetapi sebenarnya efek yang ditimbulkan tidak sebesar yang orang kira. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa hipnosis tidak dapat sepenuhnya membuat orang mengingat hal secara detail dan akurat, bahkan hipnosis bisa membuat seseorang keliru menginterpretasikan memorinya.

3. “Anda bisa dihipnotis meskipun Anda tidak mau”

Ini mungkin sering Anda saksikan di TV, beberapa penonton dipilih secara acak untuk dihipnotis dan nyaris 100% dari orang tersebut kemudian berada dalam kondisi hipnosis. Sebenarnya, hipnosis membutuhkan ‘izin’ dan kemauan dari orang yang akan dihipnotis. Untuk dapat bisa dihipnotis, seseorang harus benar-benar membuka diri dan bersedia dihipnotis. Keadaan ini dapat membuat sugesti yang diberikan oleh psikolog atau psikiater menjadi lebih mudah diterima oleh pasien.

4. “Orang yang menghipnosis Anda memiliki kontrol penuh atas diri Anda”

Meskipun beberapa orang mengalami perasaan di mana mereka bertindak diluar dari keinginan mereka, tetapi sebenarnya orang yang menghipnosis Anda tidak dapat menyuruh Anda untuk melakukan sesuatu yang berada di luar kehendak Anda.

Apakah semua orang bisa dihipnotis?

Anda mungkin berpikir bahwa Anda kebal terhadap hipnotis, namun sebenarnya 15% orang sangat responsif terhadap hipnotis, terutama mereka yang gampang terbawa oleh fantasi atau khayalan. Contohnya seperti anak-anak yang cenderung lebih mudah untuk dibawa ke dalam fase hipnosis. Tetapi memang ada sebagian orang (kurang lebih 10% orang dewasa) yang memang sulit atau bahkan tidak dapat dihipnotis sama sekali.

Keberhasilan hipnotis bergantung pada siapa yang melakukan proses hipnotis dan bagaimana pandangan Anda ketika akan dihipnotis. Mereka yang melihat hipnosis secara lebih positif (misalnya melihat hipnosis sebagai terapi atau alat untuk membantu masalah mereka) akan lebih mudah masuk ke dalam fase hipnosis dan menerima sugesti.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca