Bagaimana Membedakan Gejala Serangan Panik, Manik, dan Psikotik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 April 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Merasa cemas dalam situasi yang menegangkan atau saat ada peristiwa yang penuh tekanan tentu wajar saja. Akan tetapi, beberapa orang mengalami kegelisahan parah dan perubahan suasana hati yang sangat drastis tanpa sebab. Hal ini bisa terjadi akibat gangguan mental tertentu. Namun, ada banyak gangguan yang ditandai dengan gejala tersebut. Di antaranya yaitu serangan panik, manik, dan psikotik. Lalu bagaimana caranya membedakan gejala serangan panik, manik, dan psikotik? Simak di bawah ini.

Perbedaan gejala serangan panik, manik, dan psikotik

1. Serangan panik

penyakit jantung setelah melahirkan

Serangan panik atau panic attack, terjadi secara spontan dan bukan sebagai reaksi dari sebuah situasi yang penuh tekanan. Serangan panik terjadi tanpa alasan dan tidak dapat diprediksi.

Selama gejala serangan panik berlangsung, orang yang mengalaminya akan terjebak dalam teror dan ketakutan yang luar biasa hingga merasa seperti akan mati, kehilangan kendali atas tubuh dan pikiran, atau mengalami serangan jantung. Penderita juga akan diteror perasaan khawatir terhadap munculnya serangan panik selanjutnya.

Gejala serangan panik berbeda-beda pada setiap orang, tapi secara garis besar Anda mungkin mengalami:

  • Jantung berdebar
  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Sesak napas
  • Sakit dada
  • Mual
  • Pusing
  • Menggigil
  • Kesemutan
  • Depersonalisasi (seolah hal-hal di sekitarnya tidak nyata atau sensasi seperti keluar dari tubuhnya sendiri)
  • Takut mati

2. Manik

mengatasi insomnia

Episode manik bisa termasuk bagian dari gangguan bipolar atau jenis depresi lainnya. Berbeda dengan serangan panik, periode manik cenderung tahan lama. Bagi seseorang yang mengalami ini untuk pertama kalinya, hal ini bisa meningkatkan kecemasan sehingga beberapa gejala serangan panik juga bisa muncul.

Gejala manik yang paling sering muncul antara lain:

  • Merasa terlalu antusias dan bersemangat
  • Sangat sensitif dan mudah tersinggung
  • Banyak makan
  • Hanya tidur sebentar, tapi tetap bertenaga seolah-olah tidak butuh tidur
  • Bersikap gegabah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berisiko tanpa pikir panjang
  • Berbicara dengan sangat cepat dan mengubah topik pembicaraan dari satu topik ke yang lainnya (tidak nyambung)
  • Tidak bisa berpikir jernih
  • Anda bisa juga dapat melihat hal-hal aneh dan mendengar suara-suara misterius yang sebenarnya tidak ada

Cara terbaik adalah menemui psikiater (dokter spesialis kesehatan jiwa) untuk mendapatkan diagnosis depresi manik yang tepat. Kondisi ini bisa diobati dengan perawatan yang tepat.

3. Psikotik

jaga kesehatan stres

Psikotik adalah istilah medis yang merujuk pada keadaan mental yang terganggu oleh delusi atau halusinasi. Delusi adalah kesalahpahaman atau pandangan yang keliru terhadap suatu hal, sementara halusinasi adalah persepsi kuat atas suatu peristiwa yang dilihat atau didengar padahal sebenarnya tidak ada.

Psikotik adalah pencetus utama dari banyak gangguan mental termasuk skizofrenia, depresi, gangguan skizoafektif dan gangguan bipolar. Biasanya ini berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari tapi tidak lebih dari sebulan.

Kondisi ini memiliki beberapa gejala seperti:

  • Delusi
  • Halusinasi
  • Bicara meracau
  • Tidak bisa berpikir jernih
  • Perilaku yang sangat tidak terorganisir atau katatonik

Karena kondisi fisik dan psikis setiap orang berbeda, cara terbaik untuk memastikan apakah Anda mengalami gejala serangan panik, manik, atau psikotik adalah dengan periksa ke dokter. Dokter bisa menentukan diagnosis supaya Anda bisa mulai perawatan yang tepat bagi kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Di semua anjuran makanan sehat, selalu saja ada sayur di dalamnya. Bagaimana jika Anda tak suka makan sayur? Berikut ini diet tanpa sayur tapi tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Pernahkan Anda mencicipi teh chamomile? Ternyata salah satu teh herbal ini banyak manfaatnya, lho! Simak manfaat teh chamomile bagi kesehatan tubuh.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Kentut adalah hal yang normal terjadi. Tapi apa yang jadi penyebab tubuh mengeluarkan kentut? Lalu, kenapa kentut bau dan berbunyi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan terbaik untuk kesehatan jiwa

5 Makanan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jiwa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit