Kenapa Berat Badan Turun Drastis Saat Sedang Depresi?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Depresi adalah kondisi mental yang serius namun sering disepelekan. Terkadang bahkan depresi yang parah bisa dianggap hanya sekadar stress atau galau biasa. Padahal, depresi mengakibatkan banyak efek buruk pada kesehatan fisik, dan salah satunya ditandai oleh berat badan yang menurun drastis. Apa penyebab berat badan turun banyak saat seseorang sedang mengalami depresi?

Mengenal depresi lebih dalam

Rasa sedih, tak bergairah atau bad mood adalah perasaan yang sering kali Anda alami. Namun saat perasaan-perasaan tersebut Anda alami tanpa alasan dan ternyata bertahan beberapa minggu, bulan, bahkan tahun, bisa jadi yang Anda alami adalah depresi.

Depresi walaupun sudah dianggap umum, sebenarnya adalah gangguan suasana hati yang sebaiknya ditanggapi dengan serius. Depresi dapat terjadi pada usia berapa pun dan masih tidak diketahui dengan pasti apa sebenarnya yang menyebabkan terjadinya depresi. Namun beberapa kasus menunjukkan bahwa rasa gelisah yang teramat pada usia anak-anak memiliki kecenderungan untuk tumbuh menjadi perasaan gelisah dan suasana hati yang buruk pada tingkat kronis saat usia dewasa.

Pada beberapa kasus, depresi juga bisa terjadi, karena:

  • Efek samping dari beberapa pengobatan seperti diabetes, kanker, gagal jantung dan penyakit Parkinson
  • Terjadinya peristiwa yang tidak menyenangkan dan tak mudah untuk dilupakan
  • Kepribadian tertentu, seperti mudah khawatir, rasa percaya diri yang rendah, perfeksionis, dan sebagainya
  • Konsumsi obat-obatan dan alkohol.

Kenapa berat badan turun saat depresi?

Depresi sering kali dikaitkan dengan berat badan. Depresi bisa mengakibatkan peningkatan berat badan, namun depresi juga bisa menurunkan berat badan. Berdasarkan beberapa literatur sebenarnya hal itu tak bisa dipastikan dapat terjadi, namun beberapa kondisi yang terjadi saat depresi ini mungkin dapat memicu turunnya berat badan Anda:

1. Kesulitan tidur

Pada beberapa kasus, terjadinya depresi juga disertai dengan kesulitan tidur saat malam hari. Jika depresi Anda juga seperti itu, mungkin saja Anda dapat menurunkan berat badan dengan depresi. Suatu penelitian yang dipublikasikan pada American Dietetic Association mengungkapkan bahwa kalori yang akan Anda bakar saat Anda tak bisa tidur pada saat waktunya tidur, lebih besar (2.5290) dibandingkan dengan kalori yang dibakar selama Anda tidur (2.360). Kombinasi kalori yang akan Anda bakar saat Anda tidak bisa tidur di malam hari, disertai dengan depresi, tentu mengharuskan pembakaran kalori yang lebih banyak, bukan?

2. Efek samping obat anti-depresi

Beberapa pasien depresi biasanya menangani depresinya dengan menggunakan anti-depresi tertentu. Beberapa anti-depresi mungkin memiliki efek samping yang menyebabkan meningkatnya berat badan, namun ternyata anti-depresi yang mengandung selective serotonin reuptake inhibitor akan memberi efek samping diare kepada konsumennya. Kondisi diare inilah yang kemudian memperbesar peluang Anda dalam menurunkan berat badan dengan depresi.

3. Kelainan makan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Maryland Medical Center, timbulnya depresi seringkali dikaitkan dengan timbulnya kondisi bulimia seseorang. Kondisi ini bisa terjadi karena pada beberapa gejala depresi, seseorang akan cenderung kehilangan selera makannya. Bulimia sendiri adalah kelainan pola makan seseorang yang ditandai dengan pengeluaran secara paksa makanan yang baru saja dimakan. Bila kondisi depresi Anda diikuti dengan bulimia, tentu berat badan Anda akan menurun drastis.

Namun pada beberapa kasus, jika Anda sudah makan dengan porsi yang banyak, selain karena kondisi-kondisi yang disebutkan di atas, bisa jadi karena adanya penyakit kesehatan lain pada tubuh Anda sedang terjadi. Sebaiknya segera Anda periksakan ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Menahan Diri untuk Tidak Berlebihan Memikirkan Sesuatu

Apakah Anda salah satu orang yang sering berlebihan memikirkan sesuatu? Hal ini dapat menghambat aktivitas. Lalu, bagaimana cara mengatasi overthinking?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Psikologi, Tips Sehat 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Sebelum Ibu Menyusui Diet Menurunkan Berat Badan, Ketahui Dulu 7 Aturan Pentingnya

Setelah melahirkan, Anda mungkin ingin langsung kembali ramping. Bagaimana cara menjalani diet sehat untuk ibu menyusui agar tetap aman bagi bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Konten Bersponsor
diet ibu menyusui
Bayi, Parenting, Menyusui 9 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Leukosit yang rendah bisa membuat Anda rentan kena infeksi. Makanan penambah sel darah putih bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan leukosit Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 8 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Kalau Ingin Berat Badan Ideal, Berapa Kalori yang Harus Dibakar?

Berapa banyak kalori yang harus dibakar per hari? Jika ingin berat badan ideal, olahraga juga perlu untuk membakar kalori, bukan hanya membatasi makanan.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kebugaran, Hidup Sehat 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan terbaik untuk kesehatan jiwa

5 Makanan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jiwa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
komunikasi dengan anak

Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenali Ciri-Ciri Psikopat di Sekitar Anda

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit