Kenapa Berat Badan Turun Drastis Saat Sedang Depresi?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Depresi adalah kondisi mental yang serius namun sering disepelekan. Terkadang bahkan depresi yang parah bisa dianggap hanya sekadar stress atau galau biasa. Padahal, depresi mengakibatkan banyak efek buruk pada kesehatan fisik, dan salah satunya ditandai oleh berat badan yang menurun drastis. Apa penyebab berat badan turun banyak saat seseorang sedang mengalami depresi?

Mengenal depresi lebih dalam

Rasa sedih, tak bergairah atau bad mood adalah perasaan yang sering kali Anda alami. Namun saat perasaan-perasaan tersebut Anda alami tanpa alasan dan ternyata bertahan beberapa minggu, bulan, bahkan tahun, bisa jadi yang Anda alami adalah depresi.

Depresi walaupun sudah dianggap umum, sebenarnya adalah gangguan suasana hati yang sebaiknya ditanggapi dengan serius. Depresi dapat terjadi pada usia berapa pun dan masih tidak diketahui dengan pasti apa sebenarnya yang menyebabkan terjadinya depresi. Namun beberapa kasus menunjukkan bahwa rasa gelisah yang teramat pada usia anak-anak memiliki kecenderungan untuk tumbuh menjadi perasaan gelisah dan suasana hati yang buruk pada tingkat kronis saat usia dewasa.

Pada beberapa kasus, depresi juga bisa terjadi, karena:

  • Efek samping dari beberapa pengobatan seperti diabetes, kanker, gagal jantung dan penyakit Parkinson
  • Terjadinya peristiwa yang tidak menyenangkan dan tak mudah untuk dilupakan
  • Kepribadian tertentu, seperti mudah khawatir, rasa percaya diri yang rendah, perfeksionis, dan sebagainya
  • Konsumsi obat-obatan dan alkohol.

Kenapa berat badan turun saat depresi?

Depresi sering kali dikaitkan dengan berat badan. Depresi bisa mengakibatkan peningkatan berat badan, namun depresi juga bisa menurunkan berat badan. Berdasarkan beberapa literatur sebenarnya hal itu tak bisa dipastikan dapat terjadi, namun beberapa kondisi yang terjadi saat depresi ini mungkin dapat memicu turunnya berat badan Anda:

1. Kesulitan tidur

Pada beberapa kasus, terjadinya depresi juga disertai dengan kesulitan tidur saat malam hari. Jika depresi Anda juga seperti itu, mungkin saja Anda dapat menurunkan berat badan dengan depresi. Suatu penelitian yang dipublikasikan pada American Dietetic Association mengungkapkan bahwa kalori yang akan Anda bakar saat Anda tak bisa tidur pada saat waktunya tidur, lebih besar (2.5290) dibandingkan dengan kalori yang dibakar selama Anda tidur (2.360). Kombinasi kalori yang akan Anda bakar saat Anda tidak bisa tidur di malam hari, disertai dengan depresi, tentu mengharuskan pembakaran kalori yang lebih banyak, bukan?

2. Efek samping obat anti-depresi

Beberapa pasien depresi biasanya menangani depresinya dengan menggunakan anti-depresi tertentu. Beberapa anti-depresi mungkin memiliki efek samping yang menyebabkan meningkatnya berat badan, namun ternyata anti-depresi yang mengandung selective serotonin reuptake inhibitor akan memberi efek samping diare kepada konsumennya. Kondisi diare inilah yang kemudian memperbesar peluang Anda dalam menurunkan berat badan dengan depresi.

3. Kelainan makan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Maryland Medical Center, timbulnya depresi seringkali dikaitkan dengan timbulnya kondisi bulimia seseorang. Kondisi ini bisa terjadi karena pada beberapa gejala depresi, seseorang akan cenderung kehilangan selera makannya. Bulimia sendiri adalah kelainan pola makan seseorang yang ditandai dengan pengeluaran secara paksa makanan yang baru saja dimakan. Bila kondisi depresi Anda diikuti dengan bulimia, tentu berat badan Anda akan menurun drastis.

Namun pada beberapa kasus, jika Anda sudah makan dengan porsi yang banyak, selain karena kondisi-kondisi yang disebutkan di atas, bisa jadi karena adanya penyakit kesehatan lain pada tubuh Anda sedang terjadi. Sebaiknya segera Anda periksakan ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . 5 menit baca

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . 5 menit baca

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . 5 menit baca

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 5 menit baca
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 menit baca
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca