Dampak Overthinking Bagi Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda boleh saja berpikir kebiasaan overthinking merupakan hal yang biasa. Overthinking memang bisa dialami oleh siapapun. Banyak yang menganggap overthinking sebagai sebuah sikap berhati-hati sebelum memberi keputusan. Padahal nyatanya, terlalu sering overthinking juga dapat memberikan dampak yang tidak baik untuk kesehatan Anda.

Overthinking bukanlah kebiasaan yang baik

Overthinking merupakan istilah yang sering ditujukan pada orang-orang yang terlalu banyak berpikir. Namun jangan keliru menyamakannya dengan pemikir, orang-orang yang overthinking sering memikirkan hal-hal sepele secara berlebihan.

Riset memaparkan, banyak overthinker yang merasa kebiasaan ini akan lebih membantu mereka dalam memahami situasi dari banyak sisi.

Overthinking pun dianggap sebagai hal yang wajar. Bahkan, dari sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Michigan, ditemukan bahwa 73% dari golongan usia 25-35 tahun kerap melakukan kebiasaan overthinking, begitu juga dengan 52% dari golongan usia 45-55 tahun.

Hal yang tidak disadari, overthinking tidak akan membuat masalah menjadi lebih ringan. Overthinking bukanlah gangguan yang hanya terjadi sementara, tapi dapat memberikan dampak pada kesehatan mental Anda di kemudian hari.

Bagaimana dampak overthinking pada kesehatan?

dampak overthinking
Sumber : FreePik

Terjebak pada penyesalan dari masa lalu dan terlalu terpaku pada skenario “bagaimana kalau…” setiap kali hendak memberi keputusan sering dialami si overthinker. Tak jarang berbagai kemungkinan yang terpikir adalah skenario buruk yang belum tentu akan terjadi. Padahal, masalah yang dihadapi juga tidak seberat yang dipikirkan.

Seorang asisten profesor klinis dari departemen psikiatri NYU Langone Health, Laura Price, mengatakan pada Huffington Post bahwa overthinking membuat insting kita tidak bekerja secara maksimal dan malah akan berujung pada pemilihan keputusan yang salah.

Anda juga akan jatuh pada situasi analysis paralysis, dimana Anda terus memikirkan sesuatu secara berulang-ulang tanpa bisa menemukan solusi. Tidak hanya membuang waktu, energi pun ikut terkuras dan hal ini bisa menghambat Anda untuk melakukan sesuatu.

Studi lain yang dilakukan di Inggris juga menyatakan overthinking akan memberi dampak buruk pada kreativitas Anda, hal ini berhubungan dengan kerja otak yang lebih baik saat proses kognitif dalam keadaan tenang. Semakin sering Anda overthinking, maka semakin besar pula hambatan mental yang membuat Anda jadi putus asa dan tidak bisa berpikir lebih kreatif.

Ketika hal ini dibiarkan terlalu lama, otak Anda akan terbiasa mengkhawatirkan baik buruknya sesuatu yang telah Anda lakukan. Tidak hanya berakibat pada kesehatan mental, kekhawatiran yang berlebihan juga dapat memberi dampak pada kesehatan fisik Anda.

Dampak overthinking pada kesehatan fisik

Dampak sering overthinking bisa menimbulkan stres. Pada saat itulah sistem saraf pusat dalam tubuh akan mengirim sinyal ke kelenjar adrenal untuk melepas hormon adrenalin dan kortisol. Pelepasan kedua hormon ini mempengaruhi produksi gula darah dari organ hati yang nantinya berguna untuk memberi energi.

Sayangnya jika energi tidak terpakai, tubuh akan menyerap gula darah kembali. Alhasil proses tersebut menimbulkan efek seperti detak jantung yang meningkat, pusing, sakit kepala, mual, letih, nafas yang tergesa-gesa sampai mengganggu konsentrasi.

Tak jarang overthinking juga membuat Anda jadi susah tidur. Otak yang terus dipaksa untuk berpikir membuat mata sulit menutup. Kekhawatiran Anda akan membuat tubuh menjadi tenang semakin susah. Dampak buruk akibat kurang tidur telah banyak diketahui, salah satunya adalah kekurangan energi yang diperlukan untuk menjalani aktivitas.

Masalah kesehatan lain yang menghantui Anda adalah menurunnya imunitas yang terkait dengan pelepasan kortisol, peradangan tubuh yang berdampak pada kesehatan kulit, meningkatkan risiko masalah kardiovaskular, serta gangguan pencernaan.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi overthinking?

dampak overthinking
Sumber: Girl Talk HQ

Setelah mengetahui dampak buruk yang dapat muncul akibat overthinking, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar dapat mengurangi kebiasaan ini, yaitu:

  • Kendalikan pikiran Anda. Berilah batas waktu agar Anda tidak memikirkan sesuatu secara berulang-ulang.
  • Sadari bahwa skenario buruk yang muncul di kepala Anda hanyalah hasil dari kekhawatiran yang berlebih.
  • Merenung terlalu lama tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih baik merefleksikan diri dan belajar dari kesalahan agar dapat menghindarinya di lain kesempatan.
  • Alihkan kebiasaan overthinking dengan pergi keluar dan melakukan aktivitas yang Anda senangi. Olahraga seperti berenang dan berlari dapat menjadi pilihan untuk mengistirahatkan pikiran sejenak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Stres dan cemas ternyata memengaruhi kualitas hidup orang dengan IBS. Bagaimana bisa terjadi dan adakah cara untuk mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Pencernaan, Health Centers 6 Juni 2020 . Waktu baca 3 menit

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 5 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Terlalu Lama Kerja di Rumah Bikin Stres? Ini Cara Mengatasinya

Apa benar kerja terlalu lama di rumah dapat menyebabkan stres? Jika iya, lalu bagaimana cara mengatasi rasa stres yang muncul sebagai akibatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Psikologi 3 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit