3 Cara Bijak dan Dewasa Menyikapi Orang yang Menyebalkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semua orang memiliki sifat yang berbeda; ada yang pribadinya disukai ada juga yang sebaliknya. Orang yang memiliki sifat tidak menyenangkan tentu akan mengganggu bila orang tersebut berada di sekitar Anda. Bisa saja itu teman sekelas, teman kantor, atau bahkan tetangga sebelah rumah Anda. Agar tidak memicu permusuhan atau hubungan tidak baik antara Anda dengan orang tersebut, simak ulasan mengenai tips berteman atau menghadapi orang yang menyebalkan berikut ini.

Cara berteman dan menghadapi orang yang menyebalkan

Orang yang sifatnya menyebalkan dan menurut Anda sangat mengganggu bisa ditemui di mana saja. Bila Anda bertemu dengan orang yang menyebalkan di tempat umum, misalnya ketika ada orang yang menyerobot antrian, Anda mungkin bisa mengabaikannya begitu saja.

Akan tetapi, beda cerita jika Anda harus bertemu dengan orang tidak Anda suka di sekolah, di tempat kerja, atau di sekitar rumah Anda. Tentu butuh kesabaran ekstra setiap kali orang tersebut berulah. Walau Anda tidak menyukai sikapnya teersebut, Anda tetap harus menjalin hubungan yang baik dengan orang tersebut. Anda tidak mungkin terus-menerus menghindari kontak dengan orang tersebut, bukan? Oleh karena itu, berikut cara berteman atau menghadapi orang yang menyebalkan.

1. Cari tahu kenapa Anda tidak menyukainya

Dr. Jenny Brockis, seorang praktisi medis dan pendiri Brainfit mengatakan kepada Huffington Post Australia bahwa seseorang perlu bertanya kepada dirinya sendiri tentang apa yang salah dengan orang yang dianggap sebagai mengganggu. Apakah sifat orang ini benar-benar menyebalkan?

Terkadang beberapa orang memang memiliki sifat yang menyebalkan. Namun, orang yang baik-baik saja di mata orang lain pun bisa saja tidak Anda sukai, misalnya karena caranya berpakaian atau berbicara.

Bila Anda merasa kurang yakin dengan jawaban Anda sendiri, coba tanyakan hal ini kepada teman Anda yang lain. Ini akan membantu Anda menemukan jawabannya. Bila ternyata orang lain tidak menganggapnya menyebalkan, Anda mungkin harus mulai membuka diri dan menerimanya. Ketidaksukaan Anda terhadap orang tersebut juga bisa berkaitan dengan trauma di masa lalu yang tidak ingin Anda ingat.

2. Jangan memupuk kebencian dalam hati

Bila orang tersebut benar-benar mengganggu Anda, coba bicarakan baik-baik. Pilih kata-kata yang sopan dan tidak menyakiti hatinya. Jelaskan mana sifat dari dirinya yang Anda sukai dan yang mengganggu Anda, kemudian beri batasan yang jelas padanya bila dia sering berulah berlebihan. Masukan yang tulus dari Anda akan membantunya menyadari sifat buruknya dan mencoba untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik.

Bila tidak berhasil, satu-satunya cara adalah mengabaikannya. Ini bukan berarti Anda mengabaikan hubungan atau interaksi dengannya, tapi lebih menekankan mengabaikan apa yang Anda pikirkan tentang dirinya. Semakin Anda pikirkan, semakin besar perasaan emosi dan stres yang Anda pupuk dalam hati.

Belajar mengelola perasaan akan membantu Anda menyesuaikan diri saat bereaksi dengan sifatnya yang mengganggu. Anda perlu melihat sisi positif dari orang tersebut karena tidak semua yang dilakukannya adalah salah atau juga menyebalkan. Untuk mengelola emosi, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam sebelum Anda mengatakan sesuatu atau mengambil tindakan apa pun. Ini bisa membantu Anda berpikir lebih jernih dan bersikap dewasa, tidak hanya terpancing emosi sesaat.

3. Ambil tindakan kalau perilakunya sudah kelewat batas

Ada kalanya perilaku yang mengganggu dianggap pelecehan jika sudah melewati batas privasi orang lain. Bila terjadi di tempat umum dan bingung harus melakukan apa, cobalah untuk berteriak. Ini akan mengundang perhatian dan tindakan yang membuat Anda terganggu akan berhenti. Kemudian, perlihatkan sikap yang tegas agar orang tersebut benar-benar menghentikan tindakan tersebut.

Akan tetapi, bila pelecehan atau penganiayaan terjadi di sekolah, kampus, kantor, atau di lingkungan tempat tinggal Anda, mintalah bantuan orang yang lebih berwenang. Ini bisa berarti guru, kepala sekolah, dosen, manajer HRD, atasan di kantor, hingga ketua RT dan RW setempat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Perceraian memang bukan sesuatu yang tabu. Tapi keutuhan rumah tangga adalah cita-cita banyak orang. Bagaimana cara menghindari perceraian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
arti warna dahak

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit