Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda sudah sering menonton adegan-adegan terapi psikologis di film atau televisi. Sang aktor biasanya menemui seorang terapis dalam sebuah sesi terapi untuk menceritakan segala kesulitannya. Setelah itu terapis akan memberikan analisis dan saran agar sang aktor bisa memperbaiki berbagai masalahnya. Apa yang Anda saksikan di layar hanyalah sebagian kecil dari sesi terapi yang sesungguhnya. Pada kenyataannya, sesi terapi yang sesungguhnya membutuhkan proses yang panjang dan sedikit rumit. Proses konseling dengan seorang psikolog, psikiater, atau terapis ini dikenal sebagai psikoterapi. Untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi selama proses terapi berlangsung, simak penjelasan berikut ini.

Apa itu psikoterapi?

Psikoterapi adalah sebuah bentuk interaksi antara klien (pasien) dan terapis yang bertujuan untuk membantu klien melalui masa-masa sulit dan mempelajari berbagai cara untuk menyelesaikan masalah dalam hidup. Terapi ini bersifat terbuka, yang berarti baik klien maupun terapis akan sama-sama mencari jalan keluar yang terbaik. Klien tidak akan mendapat paksaan, suruhan, atau tuntutan apa pun dari terapis yang dirasa tidak sesuai. Biasanya terapis hanya akan mendampingi serta memberikan bimbingan dan anjuran bagi klien dalam menjalani hidup sehari-hari yang penuh tantangan.

Dengan menjalani psikoterapi, Anda akan mendapat kesempatan untuk berkonsultasi kepada orang yang netral, objektif, serta ahli dalam bidang psikologi dan kesehatan mental. Inilah yang biasanya sulit Anda dapatkan dari orang-orang terdekat ketika Anda sedang dirundung masalah. Dalam sesi terapi, Anda akan diminta untuk menceritakan masalah atau kesulitan yang sedang dihadapi. Setelah itu, Anda dan terapis akan menentukan perubahan apa yang ingin diwujudkan dan tujuan apa yang ingin dicapai. Mengubah pola pikir, perilaku, dan perasaan Anda adalah cara yang ditempuh untuk menyelesaikan masalah Anda. Perubahan dan tujuan ini biasanya akan dipecah oleh terapis menjadi beberapa bagian yang akan diselesaikan dalam periode tertentu. Inilah yang disebut dengan asuhan keperawatan (treatment plan).

Psikoterapi biasanya memakan waktu kurang dari satu tahun, tergantung pada kemajuan yang berhasil Anda buat selama terapi berlangsung. Satu sesi terapi rata-rata berjalan selama 50 menit. Anda dan terapis akan berdiskusi soal teknik menanggulangi perasaan atau pikiran yang mengganggu Anda. Terapis akan terus melatih dan menanamkan teknik tersebut sampai Anda fasih dan berhasil mewujudkan perubahan yang diharapkan.

Siapa yang membutuhkan psikoterapi?

Praktik psikoterapi telah terbukti efektif sejak akhir abad ke-19 untuk membantu orang dengan gangguan mental mencari solusi yang dibutuhkan. Sayangnya, masih banyak orang yang salah paham tentang konsep psikoterapi. Psikoterapi bukanlah metode yang ditempuh untuk menyembuhkan orang yang mengalami cacat mental (gila). Terapi ini justru menyasar orang yang kondisi mentalnya masih berfungsi meskipun mengalami gangguan. Berikut adalah beberapa jenis gangguan yang bisa ditangani lewat psikoterapi.

  • Merasakan kesedihan dan keputusasaan yang berlarut-larut selama beberapa bulan
  • Masalah tak kunjung selesai meskipun sudah berusaha sekuat tenaga dengan bantuan orang-orang terdekat
  • Kesulitan berkonsentrasi dan melakukan aktivitas-aktivitas harian
  • Khawatir dan cemas berlebihan sampai tidak mampu berpikir positif
  • Menunjukkan perilaku yang negatif seperti mudah marah, kecanduan alkohol, atau makan berlebihan (stress eating)

Biasanya mereka yang menunjukkan gangguan-gangguan di atas adalah orang yang menderita depresi atau trauma psikologis, baru saja kehilangan orang yang dicintai, menghadapi perceraian, kehilangan pekerjaan, kecanduan alkohol, dan memiliki gangguan makan seperti anoreksia.

Jenis psikoterapi apa yang cocok untuk Anda?

Ada berbagai pendekatan yang berbeda dalam psikoterapi. Biasanya terapis akan menerapkan salah satu atau kombinasi dari beberapa pendekatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Inilah jenis-jenis psikoterapi yang mungkin Anda jalani.

Terapi kognitif dan perilaku (CBT)

Dalam psikoterapi ini, Anda akan diminta untuk mendeteksi pola pikir atau perilaku tidak sehat yang menjadi sumber masalah dalam hidup Anda. Kemudian Anda harus membiasakan diri untuk membentuk pola pikir dan perilaku baru yang lebih baik.  

Terapi psikoanalitik dan psikodinamik

Jenis terapi ini menuntun Anda melihat lebih dalam ke bawah alam sadar Anda. Anda akan diajak untuk menggali berbagai kejadian atau masalah yang selama ini terpendam dan tidak Anda sadari. Pemahaman baru ini akan membantu Anda dalam mengambil keputusan dan menghadapi berbagai masalah.

Psikoterapi interpersonal

Dalam psikoterapi interpersonal, Anda akan diajak mengevaluasi dan memahami bagaimana cara Anda menjalin hubungan dengan orang lain seperti keluarga, sahabat, atau rekan-rekan kerja. Dari sini, Anda akan jadi lebih peka ketika berinteraksi atau menyelesaikan konflik dengan orang lain.

Terapi penerimaan dan komitmen (ACT)

Supaya Anda bisa menghadapi masalah secara lebih sehat, Anda akan dilatih untuk menyadari dan menerima segala perasaan dan pikiran Anda, bukannya malah menyangkal atau menghindari perasaan tersebut. Setelah itu Anda harus berkomitmen untuk mengubahnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

Sekecil apapun bahaya cyber bullying tidak bisa dianggap remeh. Lambat laun, penindasan di dunia maya ini bisa berisiko pada tindakan bunuh diri.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Psikologi 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
obat sakit gigi

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
alergi binatang kucing dan anjing

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit