Depresi Tak Diobati Fatal Akibatnya, dari Kerusakan Otak Hingga Kehilangan Nyawa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/08/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menurut catatan National Institute of Health di Amerika Serikat, sejumlah 80% orang yang mengalami depresi bisa sembuh dalam beberapa minggu dan bulan setelah menjalani pengobatan. Sayangnya, di Indonesia sendiri kesadaran untuk mengenali gejala depresi dan pergi ke dokter spesialis kejiwaan atau psikolog masih sangat minim. Akibatnya, banyak orang mengabaikan depresi begitu saja tanpa berobat atau berkonsultasi dengan tenaga ahli. Padahal, jika depresi tidak diobati, dampaknya bisa mengancam nyawa. Perhatikan lima akibat depresi yang tidak diobati berikut ini.

5 akibat depresi yang tak diobati

1. Penyakit jantung

cara mengatasi jantung berdebar

Sejumlah penelitian terbaru membuktikan bahwa akibat depresi berkepanjangan dan tidak diobati adalah memicu berbagai jenis penyakit jantung. Mulai dari stroke, penyakit jantung koroner, hingga serangan jantung.

Depresi membuat seseorang lebih rentan terserang penyakit jantung karena adanya ketidakseimbangan hormon dalam darah. Saat depresi, otak terus-terusan menerima sinyal adanya ancaman.

Maka, otak pun melepaskan hormon stres yaitu adrenalin dan kortisol ke dalam darah. Tingginya kadar kedua hormon tersebut meningkatkan tekanan darah, membuat detak jantung Anda tidak teratur, dan lama-lama merusak pembuluh darah.

Penelitian yang diterbitkan oleh Oxford University tahun 2014 juga menguak bahwa orang yang mengidap depresi memiliki kecenderungan meninggal dunia lebih tinggi akibat penyakit jantung. Terutama beberapa bulan setelah mengalami serangan jantung.

2. Kecanduan

bedanya ketergantungan dan kecanduan obat

Bila depresi tidak diobati dengan tepat, Anda berisiko tinggi mengalami kecanduan. Baik itu kecanduan obat-obatan, minuman keras, rokok, atau judi.

Ini karena sebagian orang keliru dengan mengira hal yang menjadi candu bisa membantu mereka mengatasi gejala depresi. Misalnya rasa putus asa bisa hilang selama beberapa saat karena penggunaan narkoba.

Padahal, narkoba justru semakin menyebabkan kerusakan pada sirkuit otak dan sistem tubuh. Akibatnya suasana hati yang sejatinya diatur oleh otak pun jadi tambah kacau dan sulit dikendalikan. Setelah efeknya habis, keputusasaan justru makin melimpah.

3. Kerusakan otak

kebiasaan ubah bentuk dan fungsi otak

Sudah banyak riset yang mempelajari akibat depresi yang tak diobati pada otak. Menurut dr. David Hellerstein, spesialis kejiwaan dari New York State Psychiatric Institute, depresi menyebabkan kelainan pada struktur otak di bagian hipokampus, korteks prefrontal, dan anterior cingulate.

Hal ini bisa mengakibatkan turunnya fungsi kognitif otak yaitu berpikir, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan mengingat segala sesuatu. Dalam beberapa kasus, depresi kronis yang tidak ditangani juga bisa memicu gangguan jiwa seperti skizofrenia, gangguan obsesif-kompulsif, dan gangguan bipolar.

4. Sulit menjalin hubungan dengan orang lain

merasa kesepian berisiko bagi kesehatan

Selain berbagai akibat depresi yang dibiarkan bagi kesehatan, hubungan Anda dengan orang-orang terdekat akan terganggu pula. Jiwa sosial manusia diatur oleh hormon serotonin.

Sementara itu, depresi membuat Anda kekurangan serotonin. Akibatnya, Anda pun jadi lebih susah bersosialisasi dan menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang terdekat seperti pasangan, anak, dan sahabat. Anda mungkin lebih memilih untuk menyendiri dan menjauhi keluarga.

5. Bunuh diri

orang yang berisiko bunuh diri

Dilansir dari situs kesehatan WebMD, kira-kira 90% orang yang bunuh diri menunjukkan gejala-gejala depresi. Maka, depresi yang dibiarkan begitu saja lambat laun bisa meningkatkan risiko Anda meregang nyawa karena bunuh diri. Padahal, bunuh diri sangat mungkin dicegah apabila Anda atau orang terdekat minta bantuan ke tenaga kesehatan.

Pada pengidap depresi, bunuh diri bukanlah cara untuk mencari perhatian atau wujud balas dendam pada orang yang menyakitinya, melainkan lebih karena faktor biologis.

Maksudnya, gangguan jiwa serius yang dialaminya membuat otak kehilangan kemampuan kognitif untuk berpikir jernih dan menimbang pilihan. Ketidakseimbangan zat kimia dalam otak juga semakin memicu rasa putus asa, seolah-olah memang tak ada gunanya lagi melanjutkan hidup.

Bila Anda merasakan dorongan untuk mengakhiri hidup, segera minta bantuan orang terdekat serta tenaga ahli. Anda juga disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan psikolog atau dokter spesialis kejiwaan.

Jadi, jangan sepelekan gejala depresi

Dampak buruk tersebut cukup sering terjadi karena banyak orang yang tidak terlalu peduli dengan penyakit mental yang satu ini. Kebanyakan berpikir bahwa depresi bukanlah suatu penyakit dan akan sembuh dengan sendirinya. Padahal, depresi termasuk penyakit mental yang berbahaya jika tak ditangani segera.

Maka itu, yuk mulai sekarang lebih peduli dengan kondisi mental ini. Anda bisa menunjukkan kepedulian dan mendukung kampanye tentang depresi dan penyakit mental dengan mengikuti acara Ribbon Run.

Ribbon Run adalah acara penggalangan dana yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa i3L (Indonesia International Institute for Life Sciences), yang bertujuan untuk menciptakan kesadaran serta mengubah persepsi publik terhadap depresi dan penyakit mental. Ribbon Run akan diadakan di The Breeze, BSD City pada 9 September 2018.

Untuk tahu informasi lebih lanjut tentang acara ini, Anda bisa langsung mengunjungi website resmi Ribbon Run di sini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sarang nyamuk

4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit
bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit