home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kelelahan Biasa Atau Gejala Depresi? Kenali Perbedaannya

Kelelahan Biasa Atau Gejala Depresi? Kenali Perbedaannya

Anda mungkin pernah merasakan kelelahan dan kepenatan yang tak tertahankan. Seolah-olah untuk bangkit dari tempat duduk saja tubuh sudah tidak sanggup. Saat hal ini terjadi, Anda mungkin tak menyadari bahwa salah satu penyebab kelelahan berlebihan mungkin saja depresi yang terselubung. Pasalnya, kebanyakan orang memang tidak menyadari kalau dirinya mengidap depresi. Lalu, apa bedanya kelelahan biasa dengan lelah yang jadi gejala depresi? Simak jawabannya berikut ini.

Penyebab kelelahan berlebih

Ada tiga kemungkinan ketika Anda mengalami lelah yang tak tertahankan. Tiga kemungkinan tersebut adalah kebanyakan aktivitas, sindrom kelelahan kronis, dan depresi. Lelah karena kebanyakan aktivitas umumnya akan hilang dalam waktu beberapa hari atau setelah Anda cukup beristirahat.

Kemungkinan kedua yaitu sindrom kelelahan kronis. Kelelahan ini cenderung bersifat jasmani. Sederhananya, gangguan tersebut menyerang sistem tubuh Anda. Maka, tak heran jika ciri-ciri lain dari sindrom kelelahan kronis yang tidak dirasakan orang dengan depresi adalah sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, nyeri tulang, demam ringan, serta gangguan penglihatan.

Sementara itu, jika penyebab kelelahan yang Anda rasakan merupakan gejala depresi, tanda lainnya bisa diamati dari kondisi kejiwaan Anda. Anda mungkin merasakan kesedihan dan keputusasaan yang berlarut-larut, kehilangan minat terhadap hal-hal yang tadinya dinikmati, merasa tidak berdaya dan tidak berguna, sulit berkonsentrasi, tidak bisa mengambil keputusan, atau ingin bunuh diri.

Bagaimana kelelahan bisa jadi gejala depresi?

Kelelahan saat depresi menjadi salah satu cara otak untuk melindungi diri. Thomas Minor, seorang ahli ilmu saraf dari University of California, Los Angeles (UCLA) memaparkan bahwa depresi merupakan reaksi tubuh terhadap stres akut. Stres yang dimaksud merupakan gangguan di mana tubuh memproduksi hormon stres seperti kortisol secara berlebihan.

Banyaknya hormon kortisol dalam tubuh dibaca oleh otak sebagai adanya ancaman dari luar yang perlu dilawan atau dihindari (fight or flight response). Untuk mencegah kehabisan energi, otak pun memerintahkan tubuh untuk beristirahat. Akibatnya, Anda jadi sangat kelelahan dan tidak bertenaga. Padahal, pengidap depresi sebenarnya tidak sedang menghadapi ancaman yang harus dilawan atau dihindari secara fisik.

Depresi secara tidak langsung meminta Anda untuk berhenti sejenak dari hal-hal yang membebani mental Anda. Entah itu kegagalan, masalah keluarga, masalah keuangan, atau trauma akibat kehilangan orang yang dicintai. Namun, karena tubuh tidak bisa “berbicara” langsung pada Anda, salah satu tanda yang ditunjukkan merupakan rasa lelah berlebihan.

Cara mengatasi kelelahan berlebih karena depresi

Jika gejala depresi jadi penyebab kelelahan berlebih, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau terapis. Hanya dengan mengatasi depresi Anda bisa mengusir kelelahan berlebih. Anda mungkin akan dianjurkan untuk menjalani sesi terapi atau mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter dalam waktu tertentu. Dokter juga biasanya akan meminta Anda untuk melakukan perubahan gaya hidup, misalnya menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga.

Ingat, jika tidak mencari bantuan, depresi mungkin akan menghantui seseorang selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Anda jadi tak bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Depresi juga bisa berujung pada kematian. Maka, jangan meremehkan gejala depresi yang Anda rasakan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Depression and Fatigue: A Vicious Cycle. http://www.healthline.com/health/depression/fatigue Diakses pada 20 Maret 2017.

Why Is Fatigue A Symptom of Depression and Anxiety? The Science-Backed Answer. http://www.medicaldaily.com/why-fatigue-symptom-depression-and-anxiety-science-backed-answer-408995 Diakses pada 20 Maret 2017.

How Tired is Too Tired? http://www.webmd.com/balance/how-tired-is-too-tired?page=2 Diakses pada 20 Maret 2017.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 29/03/2017
x