Trauma Gigi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

1. Definisi

Apa itu trauma gigi?

Panduan ini meliputi cedera pada gigi (biasanya bagian depan). Sering kali, luka yang disadari adalah yang berdarah dari gusi. Gigi menjadi sedikit longgar. Luka kecil ini biasanya sembuh dalam 3 hari. Luka berikutnya yang umum terjadi adalah letak gigi yang salah (biasanya terdorong ke dalam). Biasanya kembali ke posisi normal dalam kurun waktu beberapa minggu tanpa perawatan apapun. Gigi retak perlu diperiksa oleh dokter gigi. Gigi permanen yang terdorong ke luar (avulse) merupakan kondisi darurat.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Tanda dan gejalanya termasuk:

  • Nyeri gigi yang mungkin berdenyut tajam, atau konstan. Pada beberapa orang, rasa nyeri hanya terjadi ketika adanya tekanan pada gigi.
  • Bengkak di sekitar gigi.
  • Demam atau sakit kepala.
  • Rasa yang buruk dari gigi yang terinfeksi.

2. Cara mengatasinya

Apa yang harus saya lakukan?

Walaupun gigi utama tidak bisa sukses dipasang ulang, gigi permanen perlu dikembalikan ke tempatnya sesegera mungkin. Hasil terbaik terjadi jika gigi dipasang ulang dalam kurun waktu 15 menit. Setelah lewat 2 jam, penempatan akan tidak bermanfaat. Idealnya, gigi sebaiknya dikembalikan pada tempatnya pada saat terjadi kecelakaan:

  • Bersihkan gigi dengan air liur atau air.
  • Letakkan kembali pada tempatnya dengan cara yang benar.
  • Tekan gigi ke bawah menggunakan jempol Anda sampai puncak gigi sama dengan gigi lainnya.
  • Gigit kain untuk menstabilkan gigi sampai Anda tiba di tempat dokter gigi.

Perawatan di Rumah untuk Trauma Gigi

Tempelkan potongan es pada bagian gusi yang terluka, kecuali bila ini meningkatkan rasa nyeri. Jika masih sakit, minum acetaminophen dan ibuprofen. Bila terdapat gigi longgar, makan makanan yang lembut selama 3 hari. Bila gigi keluar dari posisi normal, coba untuk memposisikan ulang dengan sedikit tekanan menggunakan jari. Bila gigi patah dan perawatan gigi tidak bisa segera dilakukan, sementara tutup dengan lelehan lilin. Penundaan selama beberapa hari akan menyebabkan infeksi.

Kapan saya harus ke dokter?

Pergi ke dokter gigi segera jika:

  • Gigi permanen terdorong keluar
  • Sebagian besar gigi terpotong
  • Terlihat titik merah pada gigi yang retak
  • Rasa nyeri parah
  • Perdarahan tidak berhenti setelah 10 menit tekanan langsung (untuk perdarahan karena gigi yang hilang, gigit kain kasa)
  • Gigi terdorong keluar dari posisi aslinya.

Periksakan ke dokter gigi jika:

  • Gigi bayi telah terdorong keluar karena trauma
  • Sebagian kecil gigi lepas
  • Anda bisa melihat garis retak pada gigi
  • Gigi sensitif terhadap cairan dingin
  • Gigi cenderung lebih longgar
  • Muncul gejala baru
  • Gigi menjadi sensitif terhadap cairan panas atau dingin selama minggu berikutnya
  • Gigi berwarna lebih gelap

3. Pencegahan

Cegah trauma gigi dengan memakai pelindung mulut selama berolahraga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Pertolongan Pertama Ketika Telinga Kemasukan Serangga

Salah satu benda asing yang paling sering masuk ke dalam telinga adalah serangga. Lantas, bagaimana pertolongan pertama saat telinga kemasukan serangga?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Social Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Sosial)

Berbeda dengan pemalu atau gugup, penderita social anxiety disorder bisa terserang panik dan rasa takut saat bersosialisasi. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 25 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
mata kelilipan

Tidak Boleh Sembarangan, Ini Cara Mengatasi Mata Kelilipan yang Benar

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Mitos Keliru Tentang Orang Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
laktosa untuk anak

Manfaat Laktosa pada Susu Pertumbuhan Anak & Takaran Konsumsi yang Aman

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit