home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Sering Kesetrum Saat Menyentuh Benda Logam? Begini Cara Mencegahnya

Sering Kesetrum Saat Menyentuh Benda Logam? Begini Cara Mencegahnya

Pernahkah Anda merasa ada sengatan kecil mengagetkan saat menyentuh besi, baik pada pegangan tangga maupun gagang pintu? Jangan panik dulu, ini adalah efek listrik statis yang normal. Agar tak mengalaminya lagi, ikuti tips berikut untuk mencegah Anda kesetrum listrik statis.

Menyentuh benda tanpa aliran listrik, kenapa bisa kesetrum?

Perpindahan muatan listrik

Tahukah Anda jika tubuh manusia termasuk konduktor atau bersifat menghantarkan listrik?

Ya, kemampuan ini ternyata berguna bagi sistem saraf dalam mengirimkan berbagai sinyal ke otak.

Dengan aliran listrik, tubuh juga dapat mengontrol irama detak jantung, ritme sirkadian (jam biologis tubuh), serta sirkulasi darah.

Di samping itu, benda-benda yang ada di sekitar Anda juga mengandung muatan listrik meski bukan barang eletronik yang mendapatkan aliran listrik secara langsung.

Saat Anda menggunakan alas kaki berbahan karet atau plastik dan bergesekan dengan lantai kayu atau karpet, perpindahan muatan listrik bisa terjadi.

Benda seperti kayu dan karpet adalah insulator yang cenderung melepaskan muatan listrik. Sementara karet atau plastik dapat menampung muatan listrik berlebih.

Oleh karena itu, saat terjadi gesekan antara kedua benda, maka muatan listrik dari permukaan yang Anda injak akan berpindah ke alas kaki.

Nah, karena tubuh bersifat konduktor, muatan listrik dari kaki akan mengalir ke seluruh bagian tubuh, termasuk telapak tangan.

Hal inilah yang membuat Anda sering kesetrum saat memegang gaggang pintu, pegangan tangga, pintu mobil, atau benda lain yang terbuat dari bahan logam seperti besi.

Bahan logam merupakan jenis konduktor yang lebih baik sehingga muatan listrik dari dalam tubuh akan mengalir dengan cepat pada logam.

Alhasil, Anda merasakan efek seperti kesetrum. Peristiwa inilah yang dikenal sebagai hantaran listrik statis.

Untungnya, risiko tersengat listrik statis tidak berbahaya layaknya kesetrum listrik yang mengalir dari stop kontak, barang elektronik, atau sumber aliran listrik lainnya.

Tips mencegah kesetrum listrik statis

Kesetrum listrik statis

Sekalipun tidak bahaya, bukan berarti Anda boleh menyepelekan hantaran listrik statis.

Pada kasus yang parah, sengatan listrik statis bisa membuat Anda kaget dan menimbulkan kecelakaan.

Saat kesetrum, Anda bisa spontan melepaskan benda yang dipegang atau refleks bergerak mundur sehingga jatuh dan menabrak sesuatu sampai cedera.

Agar hal tersebut tidak terjadi, penting bagi Anda mengetahui cara untuk mencegah kesetrum listrik statis.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda ikuti.

1. Pakai humidifier

Menurut University of Birmingham, penumpukan muatan statis pada tubuh akan meningkat ketika udara di sekitar lebih kering.

Hal ini dapat meningkatkan risiko Anda kesetrum listrik kecil ketika menyentuh benda berbahan besi.

Kandungan air dalam udara kering lebih sedikit, padahal air juga merupakan konduktor yang bisa menghantarkan aliran listrik.

Oleh karena itu, muatan listrik yang berasal dari benda lain tidak langsung berpindah ke udara, tetapi menumpuk di dalam tubuh.

Jadi, untuk mencegah kesetrum listrik statis, Anda dapat menjaga kelembapan udara. Anda bisa menggunakan humidifier di dalam ruangan agar udara tidak kering.

Namun, Anda harus memperhatikan kebersihan dalam penggunaan humidifier.

Pastikan Anda membersihkan alat ini secara rutin agar tidak melepaskan udara kotor yang terkontaminasi oleh bakteri dan jamur.

2. Gunakan sepatu bersol rendah

Semakin tebal sol sepatu Anda, semakin besar muatan listrik yang menumpuk. Jika Anda menyentuh besi, risiko terjadinya sengatan listrik statis pun akan semakin besar.

Untuk mencegah sengatan listrik statis, pilihlah sepatu dengan dengan sol yang lebih tipis.

Anda bisa juga memilih sepatu dengan sol yang bukan berbahan karet atau plastik, melainkan sol kulit.

Sol sepatu dari kulit dianggap jauh lebih baik dibanding karet atau plastik yang cenderung mengumpulkan muatan listrik sehingga Anda lebih rentan tersengat listrik statis.

Itulah sebabnya beberapa perusahaan menginstruksikan penggunaan sepatu khusus untuk para pekerjanya demi menghindari terjadinya kecelakaan akibat sengatan listrik yang membahayakan.

3. Perbaiki cara berjalan

Tidak hanya bahan dan ketebalan sol, cara berjalan juga bisa membuat Anda berisiko kena sengatan listrik statis.

Cara berjalan yang diseret dengan sepatu bersol tebal akan memperbesar muatan listrik.

Akibatnya, Anda akan lebih mudah tersengat listrik statis saat menyentuh benda-benda di sekitar, terutama yang terbuat dari logam.

Oleh karena itu, untuk mencegah diri Anda kesetrum listrik statis, hindari menyeret kaki ketika Anda berjalan.

4. Pakai pelembap

Anda mungkin bertanya-tanya kenapa memakai pelembap menjadi cara untuk mencegah kesetrum listrik statis?

Ya, kondisi kulit kering sama efeknya dengan udara kering yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami sengatan listrik statis.

Menggunakan pelembap kulit sesering mungkin bisa menjadi cara mencegah kulit kering sekaligus mengurangi atau menghilangkan penumpukan muatan listrik statis di permukaan tubuh.

Cara mencegah kesetrum listrik statis sangat beragam. Namun, tidak semuanya berhasil pada setiap orang.

Jadi, tidak ada salahnya mencoba satu per satu untuk mengetahui cara paling tepat untuk Anda.

Apabila Anda atau orang lain mengalami sengatan listrik yang serius, segera lakukan langkah pertolongan pertama dengan mematikan sumber arus listrik.

Hindari menyentuh orang yang kesetrum atau berada terlalu dekat dengannya karena listrik bisa ikut menghantar ke tubuh Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

University of Brimingham. (n.d.). Static Electricity-shocks and how to avoid. Retrieved 17 May 2021, from https://intranet.birmingham.ac.uk/hr/documents/public/hsu/information/electrical/staticelectricity.pdf

Safety First Aid. (2021). Electric shock first aid treatment. Retrieved 17 May 2021, from https://www.safetyfirstaid.co.uk/electric-shock-first-aid-treatment/

St John Ambulance. (2021). Electrocution – Symptoms & First Aid. Retrieved 17 May 2021, from https://www.sja.org.uk/get-advice/first-aid-advice/minor-illnesses-and-injuries/low-voltage-electrocution/

Mayo Clinic. (2021). Electrical shock: First aid. Retrieved 17 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-electrical-shock/basics/art-20056695

Health Direct Australia. (2021). Electric shocks and burns. Retrieved 17 May 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/electric-shocks-and-burns

Nemours KidsHealth. (2021). Why Do I Get an Electric Shock? (for Kids). Retrieved 17 May 2021, from https://kidshealth.org/en/kids/electric-shock.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 28/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.