Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kasus keracunan makanan masih kerap ditemui di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Kebanyakan kasusnya disebabkan oleh kebiasaan jajan sembarangan di pinggir jalan. Gejala keracunan makanan juga biasanya tidak langsung muncul setelah makan, sehingga banyak orang yang tidak menyadari mereka telah sakit. Namun jika tidak segera diberikan pertolongan pertama, keracunan makanan dapat berakibat fatal. Pelajari cara mengatasi keracunan makanan di bawah ini sebelum terlambat.

Tanda-tanda keracunan makanan

Penyebab keracunan makanan yang paling umum adalah bakteri, meski juga bisa disebabkan oleh jamur, parasit, atau virus. Kuman-kuman tersebut akhirnya ikut tertelan bersama makanan dan masuk ke dalam saluran pencernaan kita, lalu menghasilkan gejala.

Sayangnya, kuman penyebab keracunan butuh waktu yang cukup lama untuk berkembang biak dalam tubuh sehingga biasanya gejalanya tidak langsung muncul.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala keracunan makanan yang harus segera diberikan pertolongan pertama:

  • Mual dan muntah
  • Diare (bahkan dapat disertai darah bila penyebabnya adalah bakteri Campylobacter atau E. coli).
  • Perut nyeri dan kram, biasanya dalam 12-72 jam setelah makan
  • Dehidrasi, sebagai gejala lanjutan dari mual dan muntah
  • Sakit kepala

Cara mengatasi keracunan makanan akan disesuaikan oleh penyebabnya. Sebab beda kuman, beda pula cara pengobatannya. Namun, sebagian besar kasus keracunan makanan dapat sembuh sendiri dan tidak memerlukan pengobatan medis khusus.

Pertolongan pertama mengatasi keracunan makanan pada orang dewasa

1. Tangani gejala mual dan muntahnya

Dalam 6-48 jam setelah mengonsumsi makanan, kemungkinan Anda akan mengalami mual dan muntah-muntah.

Berikut adalah pertolongan pertama keracunan makanan yang gejalanya berupa mual dan muntah:

  • Hindari mengonsumsi makanan padat sampai muntah berakhir. Disarankan makan makanan ringan, hambar, seperti biskuit asin, pisang, nasi, atau roti.
  • Hirup aroma yang dapat membantu menghindari muntah, misalnya seperti minyak kayu putih.
  • Saat penderita muntah, usahakan muntah dengan posisi badan bungkuk menunduk. Ini agar makanan tidak turun lagi ke dalam tenggorokan dan membuat tersedak.
  • Selama masih merasa mual, jangan diberikan makanan yang digoreng, berminyak, pedas, atau manis sampai gejala membaik.
  • Jangan minum obat antimual tanpa bertanya konsultasi dokter.

2. Cegah dehidrasi

Penderita keracunan makanan segera diberi pertolongan pertama sebelum benar-benar menunjukkan gejala dehidrasi. Dehidrasi bisa menyebabkan pingsan, dan yang parah bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh mengarah pada kematian.

Berikut adalah pertolongan pertama untuk mencegah dehidrasi karena keracunan makan:

  • Minum cairan banyak cairan seperti air mineral. Bisa dimulai dengan tegukan kecil dan secara bertahap minum lebih banyak.
  • Jika muntah dan diare bertahan lebih dari 24 jam, minumlah larutan rehidrasi atau oralit yang bisa dibeli di apotek
  • Jika darurat, segera buat larutan oralit dengan air 1 liter dicampur 6 sendok makan gula, dan 1 sendok teh garam. Langung minum air larutan tersebut perlahan

Pertolongan pertama untuk anak yang keracunan makanan

Penanganan darurat untuk anak yang keracunan makanan sedikit berbeda dengan orang dewasa. Dalam kebanyakan kasus, kondisi anak akan membaik sendirinya tanpa perawatan. Akan tetapi jika gejala muntah dan buang-buang airnya tidak juga mereda, lakukan pertolongan pertama berikut untuk mencegah dehidrasi akibat keracunan makanan:

1. Untuk bayi

Untuk bayi, langsung berikan apa pun yang biasa dikonsumsinya. Misalnya ASI atau susu formula. Berikan ASI lebih sering dan lebih lama dari biasanya. Anda juga bisa memberi bayi Anda minuman elektrolit dari oralit mengikuti takaran dokter sesuai berat badan.

2. Untuk anak yang usianya sudah lebih besar

Pertolongan pertama untuk keracunan makanan pada anak-anak adalah dengan memberikan mereka cairan lebih banyak. Anda bisa beri mereka air mineral, jus tanpa gula, atau atau es batu yang diisap.

  • Hindari makan makanan berat selama beberapa jam pertama sampai kondisi muntah atau diare anak membaik
  • berikan makan ketika anak sudah mulai tenang. Makanan yang diberi bisa berupa, roti panggang, buah pisang, dan nasi pakai kuah sayur bening
  • Usahakan anak istirahat, jangan dulu biarkan anak masuk sekolah atau bermain
  • Jangan beri anak Anda obat apa pun untuk menghentikan diare. Diare adalah cara tubuh mengeluarkan bakteri penyebab keracunan makanan. Obat antidiare justru memberikan efek samping yang tidak diinginkan pada anak-anak.

Pertolongan pertama karena keracunan makanan harus segera ditindaklanjuti apabila anak Anda tidak bisa menahan muntah atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. Segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut dari dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit