Panduan Aman Mengobati Luka Bakar Pada Kulit Si Kecil

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update November 29, 2019
Bagikan sekarang

Tidak seperti orang dewasa, anak-anak sangat mudah sekali cedera. Misalnya, terjatuh sehingga menimbulkan luka terbuka atau pun terkena benda panas sehingga kulitnya terbakar. Supaya luka bakar pada anak tidak menyebabkan rasa perih berkepanjangan, Anda harus sigap memberikan pertolongan pertama. Bagaimana caranya? Simak panduannya berikut ini.

Panduan mengatasi luka bakar pada anak

Luka bakar menyebabkan rasa perih pada kulit. Ini bisa membuat anak jadi rewel atau terbaring lemah karena tidak bisa bergerak dengan bebas. Oleh karena itu, semua luka bakar harus ditangani dengan cepat untuk mengurangi suhu daerah yang terbakar dan mengurangi kerusakan pada kulit dan jaringan di bawahnya (jika luka bakar parah). Saat Anda menghadapi situasi ini, perhatikan langkah-langkah berikut ini.

1. Pahami penyebabnya dan tingkat keparahannya

Luka bakar pada anak bisa terjadi karena berbagai hal. Mulai dari ketumpahan air panas, kontak langsung dengan benda panas atau kabel listrik terkelupas, terbakar sinar matahari (sunburn) atau terkena bahan kimia. Setelah mengetahui penyebabnya, segera jauhkan benda yang menyebabkan luka bakar dari tubuh anak.

Nah, sebelum menentukan langkah selanjutnya, perhatikan seberapa parah luka tersebut pada kulit si kecil. Anda 3 kategori tingkatan yang perlu Anda pahami, yaitu:

Luka bakar tingkat pertama

Luka terjadi pada lapisan kulit paling luar, sehingga menyebabkan kulit kemerahan dan bengkak atau kulit menjadi kering tapi tidak lecet. Keduanya pasti menimbulkan rasa sakit. Luka seperti ini dapat sembuh dalam 3 hingga 6 hari.

Luka bakar tingkat kedua

Luka yang terjadi lebih serius karena sudah mengenai lapisan kulit di bawahnya. Luka bakar pada anak ini menyebabkan kulit melepuh, kemerahan, dan terasa amat sakit. Lepuhan akan pecah dalam beberapa hari menyebabkan luka terbuka. Untuk bisa sembuh total, biasanya luka ini bisa memakan waktu 3 minggu atau lebih.

Luka bakar tingkat ketiga

Luka paling serius ini melibatkan semua lapisan dan jaringan kulit di bawahnya. Luka bakar ini menyebabkan kulit jadi kering, memutih, atau hangus. Area kulit yang terbakar mungkin terasa sakit atau mati rasa pada awalnya karena adanya kerusakan saraf. Waktu penyembuhan memakan waktu sangat lama.

Untuk luka bakar tingkat dua yang areanya cukup kecil, bisa Anda tangani sendiri. Namun, jika luka bakarnya cukup luas, dianjurkan melakukan perawatan tambahan dari dokter. Sementara, untuk luka bakar pada anak tingkat ketiga, Anda harus segera membawa anak ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

2. Lakukan pertolongan pertama

Setelah menjauhkan anak dari sumber yang menyebabkan kulit terbakar, segera lakukan pertolongan pertama, meliputi:

  • Membasahi kulit anak yang terbakar dengan air mengalir. Ini biasanya dilakukan untuk mendinginkan kulit sekaligus membersihkan zat kimia penyebab luka bakar yang menempel di kulit.
  • Kompres area kulit yang terbakar dengan air biasa (tidak dingin atau pun panas) selama 3 sampai 5 menit.
  • Oleskan obat luka bakar yang bisa Anda beli di apotek.
  • Berikan ibuprofen atau acetaminophen untuk mengurangi rasa sakit jika perlu.
  • Tutupi luka dengan perban atau kain bersih selama 24 jam supaya luka tetap bersih.

3. Lanjutkan dengan perawatan penyembuhan

Proses penyembuhan luka bakar pada anak memakan waktu. Supaya lebih cepat pulih, Anda bisa menerapkan perawatan lanjutan, meliputi:

  • Menyiapkan makanan tinggi protein untuk anak. Protein dapat membangun sel-sel tubuh yang rusak sehingga mempercepat penyembuhan luka bakar. Anda bisa menyisipkan susu, daging, telur, yogurt, keju, dan kacang-kacangan.
  • Selalau oleskan obat luka bakar rutin hingga luka mengering. Kemudian, lanjutkan dengan mengoleskan pelembap setidaknya 4 kali sehari supaya kulit tidak gatal, tetap halus, dan kembali kenyal.
  • Pastikan perban yang menutupi luka tidak basah sehingga tidak perlu sering diganti.
  • Untuk sementara gunakan pakaian yang tidak menimbulkan luka tambahan pada area kulit yang terbakar.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting April 16, 2020

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting April 13, 2020

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak April 1, 2020

Benarkah Pola Asuh Orangtua Memengaruhi Kesehatan Anak?

Apa yang diajarkan orang tua kepada anak memengaruhi kepribadiannya. Bagaimana dengan kesehatan anak? Apakah pola asuh orangtua memengaruhi kesehatan anak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Parenting, Tips Parenting Maret 28, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 10, 2020
Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 8, 2020
Encephalocele

Encephalocele

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang April 28, 2020
Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang April 18, 2020