• Definisi

Apa itu gigitan hewan liar?

Ada dua tipe gigitan hewan liar: gigitan dari hewan yang rawan rabies dan gigitan dari hewan yang sehat.

Gigitan hewan yang rawan rabies adalah penyakit fatal. Gigitan atau cakaran dari kelelawar, sigung, rakun, rubah, anjing hutan, atau hewan liar yang besar sangat berbahaya. Hewan ini dapat menularkan rabies bahkan jika mereka sendiri tidak mengidap gejala rabies. Tupai jarang membawa rabies.

Hewan pengerat seperti tikus, tikus, lalat, bajing, berang-berang, dan kelinci untungnya sudah dianggap bebas dari rabies.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Gejala yang mungkin terjadi meliputi:

  • Kuka robek atau luka besar di kulit dengan atau tanpa perdarahan
  • Memar
  • Sasa sakit yang menusuk
  • Jenis luka tusukan
  • Cara menanganinya
  • Apa yang harus saya lakukan?

Pertolongan Pertama Jika Diduga Terkontak Rabies:

Segera cuci luka dengan sabun dan air selama 10 sampai 15 menit. Jika memungkinkan, siram luka secara menyeluruh di bawah keran dengan air yang mengalir. Jika binatang buas masih ada di dekat tempat Anda, segera hubungi kantor polisi. Jika hewan tersebut sudah ditangkap atau mati, hindari kontak dengan hewan. Air liur dari hewan yang mengidap rabies dapat menyebabkan rabies dengan cara masuk melalui luka yang terbuka.

Kapan saya harus ke dokter?

Segera hubungi dokter jika:

  • Anak Anda digigit hewan liar yang rawan rabies
  • Gigitan menembus kulit
  • Anda memiliki kekhawatiran lainnya
  • Pencegahan

Ajarkanlah anak Anda untuk menghindari kontak langsung dengan hewan liar, bahkan jika hewan tersebut terlihat sehat.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca