Memahami Andropause, Ketika Pesona Pria Mulai Memudar

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/02/2019 . 6 mins read
Bagikan sekarang

Anda merasa tidak bergairah dan mudah kelelahan belakangan ini? Mungkin itu tanda dari andropause. Ya, bisa dibilang andropause adalah masa menopause bagi laki-laki. Lantas apa saja tanda dari andropause? Apakah kondisi ini dapat dicegah?

Apa itu andropause?

Andropause berakar dari kata Yunani kuno “Andras” (pria) dan “pause” (berhenti). Jadi, andropause sebenarnya bisa diartikan sebagai sindrom penurunan kepuasan dan gairah seksual pada pria akibat rendahnya kadar testosteron.

Bisa dibilang, andropause adalah sekumpulan gejala, tanda, dan keluhan pada pria yang mirip menopause pada perempuan. Bedanya dengan menopause, andropause pada pria biasanya terjadi dalam waktu yang cukup lambat.

Di dunia kedokteran, berbagai istilah lain diberikan untuk menyebut andropause, seperti klimakterik pada pria, androclise, Androgen Decline in Ageing Male (ADAM), Partial Androgen Deficiency of the Ageing Male (PADAM), sindrom penuaan pria (ageing male syndrome), late onset hypogonadism (LOH).

Istilah hipogonadisme sendiri merupakan sindrom atau masalah kesehatan yang biasanya disebabkan oleh kekurangan hormon androgen, sehingga memengaruhi fungsi multiorgan dan kualitas kehidupan. Dengan demikian, “pesona” alias keperkasaan para pria yang mengalami andropause akan memudar seiring bertambahnya usia.

Apa yang menyebabkan andropause terjadi?

Andropause terjadi pada usia 40-60 tahun. Hal yang dapat menyebabkan andropause adalah:

Faktor lingkungan

Biasanya kondisi ini dipicu karena tubuh terkena polusi lingkungan serta pengaruh bahan kimia, termasuk  bahan pengawet makanan dan limbah. Penerapan diet dan pola makan yang tidak baik juga bisa menjadi hal pemicu andropause.

Faktor dari dalam tubuh

Hal yang merangsang andropause terjadi adalah perubahan hormon pada laki-laki. Hormon yang menjadi pemicu, yaitu:

  • Testosteron
  • DHEA (dehydroepiandrosteron)
  • DHEA-S (Dehydroepiandrosteron Sulfat)
  • Melatonin
  • GH (Growth Hormone)
  • IGF-1 (Insulin-like Growth Factor-1)
  • Prolaktin

Faktor psikogenik

Stres psikis dan fisik juga menjadi penyebab andropause. Biasanya, ketika memasuki masa pensiun hingga perubahan kondisi lingkungan serta sosial, menjadi salah satu pemicu stres pada pria paruh baya dan lanjut usia.

Faktor risiko lain

Pria yang mengalami penyakit kronis akan cenderung lebih cepat mengalami andropause. Penyakit kronik yang dimaksud yaitu:

  • Diabetes mellitus
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
  • Penyakit artritis inflamasi
  • Penyakit ginjal
  • Sindrom metabolik
  • Obesitas
  • Penyakit terkait HIV, dan hemokromatosis.

Bagaimana proses andropause terjadi di dalam tubuh?

membunuh gairah seks

Hormon testosteron pria menurun sekitar 1-15% per tahun, dimulai pada usia 45 tahun. ‘Menopause’ pada pria ini terjadi ketika kadar testoteron menurun drastis. Selain karena faktor usia, penurunan kadar testoteron ini juga berkaitan dengan tingginya lemak viseral alias lemak yang berada di antara organ.

Lemak ini biasanya terlihat dengan jelas pada perut yang buncit. Nah, tumpukan lemak tersebut akan mengacaukan sistem metabolisme, mengganggu hormon insulin untuk memecah kadar gula darah, hingga menyumbat pembuluh darah.

Penyumbatan ini akan memengaruhi respon sistem saraf terhadap testosteron. Ketika tubuh tidak mendeteksi adanya testosteron, akhirnya hasrat dan gairah seksual pun menurun.

Apa saja gejala dari andropause?

Bukan cuma merasa kurang bergairah, andropause juga akan menunjukkan tanda lain. Gejala andropause adalah:

  • Mudah lupa
  • Merasa kurang energi dan cepat lelah
  • Sering mengantuk
  • Mudah tersinggung
  • Berkurangnya kemampuan ereksi

Bahkan, pria yang mengalami andropause mungkin mengalami perubahan tingkah laku seperti memiliki rasa takut berlebihan terhadap suatu gangguan kesehatan, uring-uringan, hingga sangat cemas ketika merasa sakit.

Bagaimana saya tahu jika saya memasuki masa andropause?

Selain berkonsultasi dengan dokter, Anda juga bisa mengetahui apakah gejala yang Anda alami termasuk tanda dari andropause dengan menjawab beberapa pertanyaan dari kuesioner ADAM (Androgen Deficiency in Ageing Males).

  1. Apakah Anda mengalami penurunan libido (gairah seks)?
  2. Apakah Anda merasakan kekurangan energi?
  3. Apakah kekuatan atau daya tahan Anda menurun?
  4. Apakah tubuh Anda terasa memendek?
  5. Apakah Anda kurang atau tidak menikmati hidup?
  6. Apakah Anda merasa sedih dan/atau sering marah-marah?
  7. Apakah ereksi Anda kurang kuat?
  8. Pernahkah akhir-akhir ini Anda memperhatikan penurunan kemampuan di dalam berolahraga?
  9. Apakah Anda tertidur setelah makan malam?
  10. Apakah akhir-akhir ini terjadi penurunan produktivitas?

Jika Anda cenderung menjawab “ya” dari semua pertanyaan tersebut, bisa jadi Anda memang memasuki masa andropause. Namun, untuk memastikannya Anda dapat berkonsultasi pada dokter.  

Apakah kondisi ini dapat diobati?

meningkatkan gairah seksual pria

Sebenarnya, andropause adalah kondisi yang terjadi secara alami. Namun, Anda bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah efek andropause kian parah. Misalnya saja mengonsumsi multivitamin seperti vitamin E dan D serta tambahan kalsium. Pemberian mulitivitamin dapat membantu daya tahan tubuh Anda selalu prima.

Sementara untuk masalah gairah yang kian menurun, dokter biasanya akan memberikan pengobatan supaya kadar hormon testosteron tetap stabil, entah itu melalui terapi hormon atau pemberian obat-obatan.

Lagi-lagi, sebaiknya diskusikan pada dokter Anda sebelum menjalani pengobatan tertentu, karena beberapa pengobatan memiliki efek samping bagi tubuh. Misalnya saja terapi testosteron yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker prostat.

Apakah mungkin andropause dicegah?

Karena proses ini terjadi secara alami, Anda hanya dapat memperlambat ‘kedatangannya’. Caranya dengan menerapkan pola hidup sehat, menghindari berbagai paparan polusi dari lingkungan.

Mulai sekarang hindari makan makanan berpengawet, berkalori dan berlemak tinggi. Sebagai gantinya, makan makanan yang penuh gizi dan serat supaya tubuh tetap sehat. Iringi pola makan sehat dengan olahraga rutin yang membuat tubuh makin kuat.

Jangan lupa juga untuk mengelola stres dengan baik dan belajar menerima keadaan. Kebanyakan pria yang memasuki usia paruh baya cenderung tidak bisa menerima perubahan pada dirinya. Hal ini hanya akan menimbulkan stres dan rasa tertekan, akhirnya andropause datang dengan cepat.

Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika testis kemeng atau nyeri, terasa sakit saat kencing, beser, ejakulasi dini, kencing mengejan, atau tidak lancar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli dr. Dito Anurogo, M.Sc.

Mengenal Serebral Palsi, Kondisi Bahaya yang Menyerang Otak

Serebral palsi adalah masalah berbahaya yang menyerang otak. Lalu, apa saja penyebab dan gejalanya? Apakah kondisi ini bisa diobati?

Ditulis oleh: dr. Dito Anurogo, M.Sc.
serebral palsi adalah cerebral pasy adalah

Meresahkan, Ini Fakta Tentang Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia

Tahukah Anda jika semakin hari pengguna narkoba kiuan meningkat di Indonesia? Kondisi ini cukup memprihatinkan. Begini tanda gejala dari pengguna narkoba.

Ditulis oleh: dr. Dito Anurogo, M.Sc.
pengguna narkoba di indonesia

Memahami Andropause, Ketika Pesona Pria Mulai Memudar

Hampir sama dengan wanita, pria juga akan mengalami masa andropause. Andropause adalah hal alami, tapi bisakah diobati atau bahkan dicegah?

Ditulis oleh: dr. Dito Anurogo, M.Sc.
andropause adalah

Direkomendasikan untuk Anda

andropause

Mengenali Ciri-ciri Andropause, ‘Menopause’ Pada Pria

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 30/03/2017 . 3 menit baca