Kulit Sudah Keriput, Masih Perlukah Pakai Skincare di Usia Senja?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Merawat kulit perlu dilakukan setiap orang. Pasalnya, kulit adalah baris perlindungan pertama tubuh. Itu kenapa perawatan kulit sebaiknya dimulai sedini mungkin. Nah, bagaimana jika usia sudah terlanjur tua? Merawat kulit mungkin sudah bukan lagi jadi hal yang diprioritaskan seperti waktu muda dulu. Namun, rejime perawatan kulit tetap penting, lho, untuk lansia!

Masalah utama kulit lansia

keriput

Tekstur dan kondisi kulit akan terus berubah mengikuti bertambahnya usia. Semakin tua, jaringan lemak antara kulit dan otot cenderung makin menipis sehingga kulit pun kelihatan meregang dan kendur.

Namun selain karena faktor usia, kondisi kulit di usia senja juga dipengaruhi oleh gaya hidup, pola makan, stres, keturunan, dan kebiasaan lain sewaktu muda dulu, seperti merokok misalnya. Penuaan kulit juga dapat dipengaruhi oleh kondisi medis yang dimiliki, seperti obesitas, atau gerakan wajah sehari-hari.

Selain itu, paparan sinar matahari juga menjadi penyebab utama kerusakan dan penuaan pada kulit. Sinar matahari memecah jaringan elastis di kulit hingga membuatnya melar, kendur, berkerut, dan timbul bercak.

Dilansir dari American Academy of Dermatology, lorang-orang berusia di atas 60 tahun biasanya mengalami masalah kulit seperti:

  • Kulit kasar dan kering
  • Pertumbuhan kulit jinak seperti keratosis seboroik
  • Kulit wajah yang mengendur terutama di sekitar mata, pipi, dan rahang
  • Kulit mulai menipis dan terlihat seperti kertas licin
  • Kulit mudah memar karena kurang elastis
  • Lebih rentan terhadap infeksi
  • Kulit mudah gatal

Perawatan kulit tetap penting untuk lansia

perawatan rambut lansia

Banyak yang beranggapan bahwa penuaan kulit adalah hal alami dan tak terelakkan, sehingga perawatan kulit tak lagi diperlukan orang-orang lansia. Namun, ini tidak sepenuhnya tepat. Setiap orang tetap perlu menjaga dan merawat kulitnya di segala usia. Begitupun saat usia lanjut.

Rutin melakukan perawatan kulit membantu orang-orang lansia untuk terhindar dari masalah lebih lanjut. Misalnya begini: kulit lansia memang cenderung kering. Jika tidak dirawat, kulit yang dibiarkan kering akan mudah sekali terasa gatal. Ketika kulit sudah gatal minta ampun dan terus digaruk, lama-lama kulit bisa terluka.

Padahal, kecepatan kulit untuk menyembuhkan luka di usia tua sudah sangat melambat. Luka tak bisa sembuh dan kering secepat saat muda. Hal ini membuat risiko infeksi cenderung meningkat.

Oleh karena itu, jangan abaikan rutinitas perawatan kulit agar kulit lansia tetap sehat meski tampilannya memang tidak sudah tidak lagi sama seperti dahulu.

Produk perawatan kulit wajib untuk lansia

Produk perawatan kulit untuk lansia tidaklah sebanyak dan serumit milik anak-anak muda. Fokus dari kebanyakan produk skincare untuk orang tua biasanya sebagai perawatan lanjutan agar kulit bisa tetap sehat. Berikut produk perawatan kulit wajib yang sebaiknya tak dilewatkan oleh lansia:

Pelembap

Pelembap tetap wajib dipakai oleh lansia untuk melembapkan kulitnya agar tidak mudah kering dan terluka.

Produk yang digunakan pun jangan cuma yang khusus untuk wajah. Pakai juga body lotion untuk melembapkan seluruh tubuh, mulai dari tangan sampai kaki. Usapkan pelembap secara merata setiap harinya agar seluruh bagian kulit yang kering dapat terhidrasi dengan baik.

Pilihlah produk dengan kandungan ringan yang tidak mudah mengiritasi. Jika Anda bingung atau ragu memilih produk yang tepat, konsultasikan ke dokter kulit dan mintalah rekomendasinya.

Selain sering-sering pakai pelembap dan minum air, lansia juga perlu menghindari mandi pakai air hangat terlalu lama agar agar kulit tidak cepat kering.

Sunscreen

Siapa bilang lansia tidak perlu sunscreen? Suncscreen merupakan produk perawatan kulit lain yang wajib digunakan oleh lansia. Apalagi saat berkegiatan di luar ruangan.

Sunscreen membantu menghalau bahaya radiasi sinar UVA dan UVB yang bisa memicu munculnya bintik hitam pada kulit. Selain itu, sunscreen juga membantu menurunkan risiko kanker kulit yang sangat rentan menyerang orang tua.

Gunakan sunscreen dengan minimal SPF 15 agar kulit terlindungi dengan baik. Jangan lupa mengoleskan tabir surya dua jam sekali, terutama sehabis berkeringat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Seringkali Anda menyamakan arti dari hydrating dan juga moisturizing. Agar tidak salah lagi, kenali perbedaan produk skincara hydrating dan moisturizing!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 8 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah Wujudkan Kulit Bening Bercahaya ala Glass Skin

Glass skin adalah tren kecantikan kulit bening bercahaya berasal dari Korea Selatan. Bagaimana langkah perawatan kulit untuk mendapatkannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 3 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Mana yang Lebih Baik: Eksfoliasi Pakai Chemical Peeling atau Scrub?

Mungkin Anda bingung lebih baik pilih chemical peeling atau scrub untuk perawatan kulit. Ternyata perawatan kulit perlu menyesuaikan kondisi kulit Anda.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Trik Mengatasi Kulit Kering di Bawah Mata

Mengatasi kulit kering di bawah mata dapat dilakukan dengan perawatan dan konsumsi asupan bernutrisi untuk menjaga kelembapan kulit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati eksim di kaki

7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Dermatitis herpetiformis

Dermatitis Herpetiformis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
ciri kulit sensitif

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
skin fasting adalah

Menilik Skin Fasting, Tren ‘Puasa’ Skincare agar Kulit Lebih Cantik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit