Berbagai Cara Mengobati Rematik Pada Lansia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rematik merupakan keluhan yang banyak menyerang lansia. Semakin tua, fungsi tubuh Anda semakin menurun, termasuk fungsi sendi. Hal ini membuat Anda susah untuk bergerak dan membatasi aktivitas Anda. Bagi Anda yang mempunyai rematik, mengobati rematik mungkin harus Anda lakukan untuk meredakan gejalanya.

Rematik pada lansia

Rematik merupakan salah satu penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi. Rematik bisa menyerang banyak sendi di tubuh Anda, seperti sendi di kedua tangan, kedua pergelangan tangan, dan kedua lutut Anda.

Rematik bisa menyerang siapa saja. Namun, umumnya wanita lebih sering mengalami rematik dibandingkan pria. Biasanya, penyakit ini muncul di usia dewasa, tapi juga bisa baru muncul di usia lanjut.

Mengobati rematik di usia yang sudah lanjut atau pada lansia mungkin agak sedikit sulit. Karena, lansia biasanya lebih sensitif terhadap obat yang digunakan untuk mengobati rematik. Seiring bertambahnya usia Anda, biasanya penyakit mulai bermunculan. Sehingga, Anda  mungkin perlu obat lebih banyak untuk mengobati penyakit Anda satu per satu. Artinya, akan terjadi lebih banyak interaksi obat dan efek samping dari obat yang Anda pakai. Sehingga,  hal ini mungkin akan menyulitkan pengobatan rematik Anda.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengobati rematik pada lansia?

Rematik biasanya menimbulkan gejala, seperti nyeri dan bengkak pada daerah sendi, kekakuan pada sendi (biasanya di pagi hari atau setelah duduk dalam waktu lama), dan kelelahan. Nah, pengobatan rematik umumnya fokus hanya untuk mengurangi gejala-gejala tersebut, bukan menyembuhkan.

1. Obat-obatan untuk rematik

Sebagian besar obat-obatan yang digunakan untuk mengobati rematik pada lansia umumnya sama dengan obat yang digunakan untuk mengobati rematik pada orang yang lebih muda. Beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengobati rematik adalah:

  • Obat anti-radang nonsteroid , seperti ibuprofen. Obat ini dapat digunakan untuk meredakan pembengkakan, kekakuan, dan nyeri pada sendi. Namun, penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping, seperti sakit perut dan perdarahan pada lambung. Bagi Anda yang mempunyai masalah pada jantung dan ginjal, Anda harus hati-hati dalam penggunaan obat ini.
  • Obat kortikosteroid, seperti prednisone, juga bisa meredakan gejala dari rematik. Namun, penggunaan obat ini dapat meningkatkan risiko Anda mengalami osteoporosis. Untuk mengurangi risikonya, Anda bisa menggunakan kortikosteroid pada dosis yang lebih rendah.
  • Obat antirematik modifikasi-penyakit (DMARD/disease-modifying anti-rheumatic drug), seperti methotrexate, hydroxychloroquine, dan sulfasalazine. Ini merupakan obat yang biasa digunakan untuk mengobati rematik dalam jangka panjang. Obat ini membantu dalam meredakan gejala rematik dan mencegah kerusakan permanen pada sendi. Namun, Anda harus hati-hati dalam menggunakan obat ini jika Anda mempunyai masalah paru-paru atau ginjal.
  • Terapi biologis, merupakan obat baru untuk mengobati rematik. Obat ini bertindak sebagai zat alami dalam darah untuk menghambat rasa sakit dan pembengkakan. Pemakaian obat biologis ini pada umumnya bisa diikuti dengan pemakaian obat rematik lainnya. Obat ini tentu juga mempunyai efek samping, namun manfaatnya mungkin lebih besar.

2. Istirahat dan olahraga

Selain obat-obatan, hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala rematik adalah istirahat yang cukup dan olahraga teratur. Namun, Anda harus menyesuaikan diri dengan rasa sakit yang Anda rasakan. Jika rematik sedang memburuk, sebaiknya Anda tidak banyak bergerak, istirahatkan sendi Anda. Dan, bila rasa sakit sudah membaik, Anda bisa melakukan olahraga untuk memperkuat otot Anda. Cukup dengan melakukan olahraga ringan, seperti berjalan dan berenang.

3. Operasi

Jika kerusakan sendi akibat rematik makin memburuk dan parah, melakukan operasi mungkin bisa membantu mengobati rematik Anda. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (infeksi saluran kencing) adalah ketika ada bakteri pada organ saluran kencing. Apa gejalanya? Bagaimana menangani kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 6 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit

Mendampingi Orang Terkasih Agar Tetap Tegar Sebelum Menemui Ajalnya

Meski tak mudah, penting sekali untuk membantu seseorang yang sakit keras dan tak bisa diobati lagi untuk mempersiapkan kematian. Ini langkah-langkahnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Penyakit Katup Jantung

Penyakit katup jantung terjadi ketika katup pada jantung tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ketahui lebih lanjut di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit

Mengenal Obat DMARD yang Digunakan untuk Penyakit Autoimun

Pasien dengan penyakit autoimun membutuhkan obat untuk mencegah tubuhnya dari kerusakan sel, salah satunya dengan minum obat DMARD.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Alergi & Penyakit Autoimun, Health Centers 7 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rematik kambuh akibat cuaca Etoricoxib obat

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit
osteoarthritis adalah

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
gaya hidup sehat lansia

Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit