4 Penyebab Vagina Sakit Saat Kencing yang Tidak Boleh Disepelekan (Plus Cara Mengatasinya)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Mengalami vagina yang sakit saat sedang kencing tentu sangat menyiksa. Bayangkan jika dalam sehari Anda 10 kali kencing, sebanyak itu pula Anda akan merasakan sakit. Jika sudah begini, cari tahu penyebabnya dan segera periksakan ke dokter untuk tahu penanganan terbaiknya.

Berbagai penyebab vagina sakit saat kencing

infeksi bakteri vagina bacterial vaginosis

Ada banyak hal yang membuat vagina bisa terasa sakit saat kencing. Berikut penjelasan lebih jelasnya:

1. Infeksi vagina

Infeksi merupakan penyebab paling sering dari rasa sakit pada vagina saat kencing. Dalam dunia medis, infeksi vagina disebut vaginitis. Penyebabnya bisa berupa infeksi bakteri seperti bacterial vaginosis, atau infeksi jamur Candida (candidiasis).

Infeksi jamur vagina adalah kondisi yang terjadi akibat pertumbuhan jamur berlebih. Infeksi jamur menyebabkan vagina serta vulva mengalami iritasi. Sementara itu, bacterial vaginosis adalah jenis infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri jahat secara berlebihan dalam vagina.

Vagina yang terinfeksi akan meradang hingga menimbulkan gejala seperti pembengkakan dan rasa sakit atau terbakar saat kencing. Sakitnya mungkin juga terasa saat berhubungan seks.

Infeksi vagina dianggap tidak terlalu berbahaya. Namun jika dibiarkan, infeksi bisa meningkatkan risiko berbagai komplikasi seperti HIV dan penyakit menular lainnya.

2. Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual memang tak selalu menimbulkan gejala. Akan tetapi, ada banyak gejala yang bisa mulai dirasakan ketika kondisinya sudah parah.

Vagina yang sakit dan terbakar saat kencing menjadi ciri yang kerap muncul pertama kali. Terutama pada penyakit gonore, klamidia, dan herpes genital (kelamin).

Selain rasa sakit pada vagina saat kencing, penyakit menular seksual juga kerap ditandai dengan ciri lain seperti:

  • Luka atau benjolan pada area mulut vagina dan dubur
  • Keluarnya keputihan yang berwarna dan berbau
  • Sakit saat berhubungan seks
  • Kelenjar getah bening membengkak dan sakit terutama di pangkal paha
  • Perut bagian bawah terasa sakit
  • Mengalami demam

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, jangan anggap enteng. Coba ingat kembali apakah belakangan Anda berganti pasangan seks atau tidak menggunakan kondom saat berhubungan seks? Jika ya, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Berbagai gejala di atas bisa muncul beberapa hari setelah terpapar atau bertahun-tahun setelahnya. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memeriksakan diri saat gejala mulai terasa.

3. Infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing adalah penyakit akibat infeksi bakteri Escherichia coli yang membuat vagina terasa sakit saat kencing.

Penyakit ini dapat menginfeksi wanita dari kebiasaan membersihkan vagina dengan gerakan dari belakang ke depan. Bakteri E.coli yang ada di sekitar lubang anus akan dapat berpindah ke lubang kencing (uretra) jika Anda membersihkan vagina dengan cara ini.

Terlebih, panjang saluran uretra wanita cenderung pendek sehingga bakteri bisa lebih cepat dan mudah masuk ke kandung kemih.

Infeksi saluran kencing biasanya ditandai dengan:

  • Vagina terasa panas dan sakit saat buang air kecil
  • Dorongan untuk terus buang air kecil, padahal yang dikeluarkan sangat sedikit
  • Rasa sakit seperti tertekan di perut bawah
  • Urine berwarna gelap, berdarah, dan berbau
  • Merasa sangat lelah
  • Demam hingga menggigil

4. Interstitial cystitis

Interstitial cystitis (sindrom nyeri kandung kemih) adalah kondisi saat area kandung kemih terasa sakit dan tertekan. Kondisi ini biasanya menyerang kandung kemih bagian bawah dan berlangsung selama lebih dari 6 minggu tanpa penyebab yang jelas.

Dilansir dari Urology Care Foundation, pada wanita kondisi ini biasanya ditandai dengan:

Rasa sakit yang muncul biasanya kambuhan. Artinya sakit bisa datang dan pergi tanpa alasan yang jelas.

Cara mengobati sakit pada vagina saat kencing

obat gerd medis rumahan

Untuk mengatasi vagina yang terasa sakit saat kencing, dokter biasanya meresepkan antibiotik dan antijamur. Antibiotik bisa membantu mengatasi penyakit yang diakibatkan oleh bakteri. Misalnya infeksi saluran kencing, dan penyakit menular seksual.

Biasanya dokter akan memberikan resep untuk antibiotik minimal 3 hari. Jangan melewatkan satu dosis pun atau menghentikannya di tengah jalan agar pengobatan berjalan efektif. Ketika Anda mulai minum antibiotik, biasanya rasa nyeri pada vagina saat kencing mulai berkurang.

Untuk antijamur, jenis obatnya disesuaikan dengan keparahan kondisi. Untuk kondisi yang ringan hingga sedang dokter akan meresepkan obat oles. Sementara untuk kasus berat, obat minum juga akan diresepkan berbarengan.

Untuk mengobati sindrom nyeri kandung kemih, dokter akan meresepkan kombinasi obat dan terapi untuk memaksimalkan pengobatan. Berbagai obat yang biasanya diresepkan yaitu:

  • Oral pentosan polysulfate, untuk mengurangi pembengkakan dan mengembalikan lapisan pelindung jaringan kandung kemih
  • Dimethyl sulfoxide, mengurangi pembengkakan, rasa sakit, dan menghilangkan racun perusak jaringan kandung kemih
  • Hydroxyzine, membantu mengurangi rasa sakit

Selain itu, dokter juga akan meminta Anda agar sebisa mungkin mengurangi stres dan menghindari makanan serta minuman tertentu. Empat makanan dan minuman utama yang perlu dihindari karena bisa mengiritasi kandung kemih yaitu buah sitrus (jeruk, lemon), tomat, cokelat, dan kopi.

Baca Juga:

Sumber