Apakah Normal Jika Muncul Flek Cokelat Setelah Haid?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pernahkah Anda menemukan flek cokelat di celana dalam, padahal haid sudah selesai? Tak perlu langsung berpikir aneh-aneh. Hal ini sangat normal terjadi asal tidak disertai gejala lain yang mencurigakan. Jika memang ada gejala yang membuat Anda tidak nyaman, mulailah berhati-hati. Agar tak bertanya-tanya sendiri, berikut hal-hal yang perlu diketahui mengenai kemunculan flek cokelat setelah haid.

Penyebab flek cokelat setelah haid

keputihan sebelum haid

Munculnya flek cokelat setelah haid punya banyak arti. Berikut berbagai faktor yang menyebabkan kemunculannya:

1. Sisa darah di rahim

Flek cokelat yang keluar seringnya merupakan darah sisa haid lalu yang tertinggal dan baru dikeluarkan.

Penampilan darah sisa biasanya berwarna lebih gelap dibanding darah haid biasanya. Warna flek darah yang keluar ini tidak lagi merah terang karena sudah teroksidasi setelah mengendap lama di rahim. Teksturnya juga kadang lebih kental lengket, bergumpal, atau kering.

Kebanyakan wanita mengalami flek cokelat dalam 1-2 setelah haid selesai. Sebagian lainnya mengalami flek cokelat yang “datang dan pergi” selama satu atau dua minggu.

Munculnya flek sisa darah haid yang kemarin adalah fenomena umum. Kondisi ini sangatlah normal dan tidak perlu diperiksakan ke dokter. Flek akan berhenti luruh sendiri seiring waktu. Semua tergantung pada seberapa baik kemampuan rahim meluruhkan lapisannya keluar dari tubuh.

2. Efek samping KB hormonal

Jenis kontrasepsi hormonal seperti Pil KB, cincin vagina, dan IUD bisa memicu kemunculan flek cokelat setelah haid selesai.

Flek cokelat akibat KB cenderung muncul sebagai perwujudan dari haid yang tidak teratur. Akan tetapi, tak perlu khawatir karena kondisi ini sangat normal.

Keluarnya bercak berwarna gelap biasanya disebabkan oleh kadar estrogen yang rendah di dalam tubuh. Hal ini membuat lapisan uterus menjadi kurang stabil, sehingga membuat flek cokelat keluar dari vagina.

Anda bisa meminta dokter untuk mengganti alat kontrasepsi jika tidak nyaman dengan kemunculan flek cokelat. Biasanya dokter akan mencari alternatif lain yang memiliki efek samping paling sedikit untuk Anda.

3. Tanda hamil

Kemunculan bercak cokelat bisa jadi kabar membahagiakan untuk Anda yang sedang menanti kehadiran buah hati. Jika flek cokelat khususnya muncul setelah Anda lama telat haid, ini bisa jadi tanda kehamilan.

Kemunculan flek tanda hamil disebut dengan perdarahan implantasi. Artinya, sel telur sudah dibuahi dan tertanam di dalam lapisan rahim. Ketika sel telur itu tertanam, rahim akan mengalami perdarahan ringan yang kadang berwarna cokelat.

Namun agar lebih yakin flek itu menandakan kehamilan, perhatikan gejala lain yang biasanya muncul di awal kehamilan:

  • Mudah lelah
  • Payudara terasa sakit dan kencang
  • Mual dan muntah (morning sickness)
  • Pusing
  • Mood mudah berubah

Untuk memastikan kehamilan, Anda bisa cek sendiri dengan pakai test pack di rumah atau pergi ke dokter kandungan.

4. Perimenopause

Perimenopause adalah fase peralihan menuju menopause yang umumnya akan dialami wanita menjelang usia paruh baya.

Perimenopause biasanya mulai sekitar 10 tahun sebelum Anda “resmi” menopause. Menopause itu sendiri umumnya mulai di rentang usia 50 tahun. Maka, seorang wanita bisa mulai mengalami gejala-gejalanya di usia 40-an.

Kadar estrogen akan naik dan turun selama masa perimenopause. Hal ini membuat siklus haid Anda berubah, yang kadang juga menyebabkan keluarnya flek cokelat setelah haid.

Flek cokelat yang keluar selama perimenopause bisa sedikit dan berlangsung lama atau sebaliknya, banyak dan sebentar. Semua tergantung pada kondisi tubuh masing-masing orang.

Selain flek cokelat, gejala perimenopause lainnya yaitu:

  • Hot flashes (sensasi panas dari dalam tubuh)
  • Susah tidur
  • Vagina kering
  • Gairah seks menurun
  • Suasana hati atau mood mudah berubah

5. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Polycystic ovary syndrome atau PCOS adalah gangguan keseimbangan hormon tubuh wanita. PCOS umumnya ditandai dengan kadar hormon laki-laki (testosteron dan androgen) yang terlalu tinggi.

Salah satu perwujudan dari ketidakseimbangan hormon ini adalah siklus menstruasi yang kacau, termasuk keluarnya flek cokelat setelah haid.

Munculnya flek cokelat setelah haid sering kali dialami oleh wanita yang memiliki PCOS. Selain itu, wanita dengan PCOS juga akan mengalami berbagai gejala seperti:

  • Munculnya rambut berlebih di area wajah, dada, dan punggung
  • Obesitas
  • Wajah cenderung berjerawat
  • Munculnya kista di ovarium
  • Haid tidak teratur atau tidak haid sama sekali (amenore)

Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan PCOS. Namun, ada dugaan kuat bahwa gen, resistensi insulin, dan peradangan bisa memicu PCOS. Wanita yang memiliki anggota keluarga pengidap PCOS dilaporkan berisiko lebih tinggi untuk mengalami masalah yang sama.

Resistensi insulin itu sendiri adalah kondisi saat pankreas menghasilkan lebih banyak insulin, tetapi sel-sel tubuh tidak dapat menggunakannya dengan baik. Insulin tambahan inilah yang membuat ovarium menghasilkan lebih banyak hormon pria pemicu gejala PCOS.

Sementara itu, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Steroids menyebut reaksi peradangan berlebih di dalam tubuh bisa meningkatkan kadar androgen.

Wanita dengan PCOS cenderung mengalami kesulitan untuk punya anak. Namun, dengan pengobatan yang tepat peluang hamil dapat ditingkatkan.

Obat-obatan yang mengandung hormon estrogen dan progesteron biasanya menjadi pilihan untuk wanita dengan PCOS.

6. Infeksi menular seksual

Gejala paling umum dari infeksi menular seksual (IMS) adalah keputihan tidak normal yang berbau busuk. Namun, beberapa jenis IMS juga bisa memicu keluarnya bercak atau flek di luar waktu haid. Berbagai penyakit yang biasanya ditandai dengan masalah ini yaitu:

  • Klamidia
  • Gonore
  • Bacterial vaginosis

Selain flek cokelat, keberadaan infeksi menular seksual dalam tubuh ditandai dengan berbagai gejala seperti:

  • Vagina terasa gatal
  • Sakit saat buang air kecil
  • Sakit saat berhubungan intim
  • Nyeri panggul
  • Flek cokelat atau cairan yang keluar berbau tidak sedap

Kapan harus ke dokter?

Munculnya flek cokelat setelah haid biasanya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun, tidak semua penyebabnya normal.

Ketika flek cokelat muncul disertai dengan gejala lain yang membuat tidak nyaman, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter. Terutama jika:

  • Selain flek cokelat, vagina juga mengeluarkan cairan berwarna kuning atau kehijauan
  • Flek keluar dengan jumlah banyak dalam waktu lama (lebih dari 7 hari) dan tak kunjung hilang.
  • Mengalami kemerahan dan bengkak di sekitar vulva (kulit luar vagina)
  • Mengalami kram perut yang parah atau nyeri panggul
  • Merasa sakit saat berhubungan seks
  • Sakit dan ada sensasi terbakar saat kencing
  • Demam, biasanya menandai adanya infeksi

Tak perlu takut untuk periksa ke dokter. Pasalnya, semakin cepat penyebabnya diketahui semakin cepat pula Anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Apalagi jika flek cokelat yang muncul karena infeksi menular seksual. Infeksi menular seksual bisa menyebabkan wanita sulit hamil dan sukar disembuhkan jika sudah menyebar luas ke organ yang lain.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca