Apa Itu Kanker Endometrium?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Secara keseluruhan, ada 300.000 kasus kanker endometrium yang didiagnosis setiap tahunnya di Amerika Serikat. Selain itu, penyakit ini adalah kanker ganas ginekologi paling umum tidak hanya di AS tetapi juga di negara-negara maju lainnya. Berikut adalah informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini.

Apa itu kanker endometrium?

Kanker endometrium adalah jenis kanker yang terjadi pada rahim. Rahim merupakan organ panggul yang berbentuk pir dan berongga, di mana pertumbuhan janin terjadi.

Kanker endometrium tumbuh dalam lapisan sel yang membentuk dinding rahim (endometrium). Kanker endometrium kadang disebut kanker rahim. Ada satu jenis kanker lain yang dapat ditemukan dalam rahim, yang disebut sarkoma uterus, tetapi penyakit ini lebih jarang daripada kanker rahim.

Kanker endometrium biasanya terdeteksi dari pembentukan jaringan kista yang memicu pendarahan vagina abnormal, yang membuat wanita cepat-cepat memeriksakan diri ke dokter. Jika kanker endometrium terdiagnosis dini, pengobatan kanker biasanya meliputi operasi pemotongan rahim.

Apa penyebab kanker endmetrium?

Kanker endometrium adalah jenis kanker rahim yang paling banyak ditemukan kasusnya. Penyebab pasti dari kanker endometrium tidak pasti. Kenaikan kadar estrogen dapat menyebabkan kondisi kesehatan ini. Estrogen adalah membantu percepatan pertumbuhan dinding rahim. Ini dapat menjadi penyebab penumpukan berlebih dari jaringan dinding rahim yang bisa memicu kanker.

Siapa saja yang berisiko memiliki kanker endometrium?

Kebanyakan kasus kanker endometrium terjadi pada wanita golongan usia 60 hingga 70 tahun. Beberapa kasus dapat timbul sebelum usia 40 tahun.

Faktor berikut yang berkaitan dengan kadar hormon meningkatkan resiko kanker endometrium:

  • terapi penggantian estrogen tanpa menggunakan progesteron
  • riwayat polip endometrium
  • haid yang tidak teratur
  • belum pernah hamil
  • obesitas
  • polycystic ovary syndrome (PCOS)
  • mulai menstruasi pada usia dini (sebelum usia 12 tahun)
  • mulai menopause pada usia 50 tahun
  • Tamoxifen, obat yang digunakan untuk pengobatan kanker payudara

Wanita dengan kondisi berikut juga dianggap beresiko tinggi untuk kanker endometrium:

  • kanker usus besar atau kanker payudara
  • diabetes
  • penyakit kandung empedu
  • hipertensi

Yang mungkin terjadi setelah terdiagnosis kanker endometrium

Kanker endometrium biasanya didiagnosis pada stadium awal.

Jika sel-sel kanker belum menyebar, 95% wanita hidup setelah lima tahun. Namun, jika sel-sel kanker telah menyebar ke organ lainnya, sekitar 25% wanita dapat hidup setelah lima tahun.

Komplikasi apa yang mungkin timbul dari kanker endometrium?

Komplikasi dari kanker endometrium dapat meliputi:

  • Anemia karena kehilangan darah (sebelum diagnosis)
  • Lubang (perforasi) di rahim, yang dapat terjadi selama D&C (dilatasi dan kuret) atau biopsi endometrium
  • Efek samping dari operasi, radiasi, dan kemoterapi

Nama lain dari kanker endometrium

Adenokarsinoma endometrium, Adenokarsinoma uterus, Kanker rahim, Adenokarsinoma – endometrium, Adenokarsinoma – uterus, Kanker – rahim, Kanker – endometrium, Kanker korpus rahim

Kunjungi dokter untuk informasi lebih lanjut mengenai kanker endometrium.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Mengobati Kanker, Mulai dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis

    Cara mengobati penyakit kanker tidak hanya dengan minum obat. Tersedia juga prosedur medis lain yang dapat mengatasi kanker. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 12 menit

    5 Jenis Obat Herbal yang Berpontensi Mengobati Kanker Kolorektal

    Selain pengobatan dokter, ada beberapa obat herbal yang digunakan secara tradisional sebagai obat kanker kolorektal (usus besar dan rektum). Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kanker Usus Besar, Kanker 31 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

    Cara Mencegah Kanker Lambung (Perut) yang Dapat Anda Lakukan

    Ahli kesehatan merekomendasikan berbagai cara mencegah penyakit kanker lambung (perut). Lantas, apa saja tindakan pencegahan kanker lambung (perut)?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kanker, Kanker Lambung 25 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

    Obat Herbal yang Berpotensi Mengobati Kanker Lambung (Perut)

    Selain kemoterapi atau radioterapi, kanker lambung (perut) mungkin juga bisa diredakan gejalanya dengan obat herbal (tradisional). Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kanker, Kanker Lambung 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kanker penis

    Kanker Penis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    gejala kanker lidah

    Kanker Lidah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit
    kanker mulut gusi gigi bibir

    Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit
    perawatan paliatif apa itu

    Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit