Ratus Vagina Ternyata Berbahaya, Ini 3 Alasannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebagai perempuan, kita melakukan banyak hal untuk menjaga daerah kewanitaan kita selalu dalam kondisi prima: cukur rambut, waxing, menjauhi douching dan sabun berpewangi, menghindari pakai pakaian dalam yang terlalu ketat, hingga menjalani pemeriksaan tahunan. Di Indonesia, khususnya, ada satu perawatan kewanitaan tradisional yang sudah turun-temurun dilakukan sejak zaman priyayi, yaitu ratus vagina.

Ratus vagina diklaim memiliki khasiat penyembuh segala macam keluhan seputar masalah kewanitaan, mulai dari mengatasi kram menstruasi, mengencangkan otot vagina yang mengendur setelah melahirkan, hingga meningkatkan kesuburan wanita.

Apa itu ratus vagina?

Ratus vagina adalah perawatan vagina tradisional dengan cara pengasapan langsung di organ intim wanita, dari hasil pembakaran ramuan berbagai rempah alami. Untuk melakukan ratus vagina, seorang wanita akan diminta untuk duduk di atas kursi khusus yang bagian tengahnya telah dilubangi sebagai jalur masuk asap. Setelah itu, panci tanah yang sudah berisi air rebusan ramuan ratus diletakkan di bawahnya. Uap yang dihasilkan akan mengasapi daerah vagina Anda. Rata-rata sesi perawatan ratus vagina memakan waktu selama 30 menit.

Ramuan air rebusan ratus pada umumnya terkandung dari kayu secang, kunyit, bunga mawar, temu lawak, pala, hingga akar wangi. Kombinasi dari semua rempah alami ini yang dipadukan dengan uap hangat, melebarkan pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah, menyediakan asupan oksigen, dan merelaksasi otot-otot panggul. Ratus vagina diklaim bermanfaat membersihkan, mengharumkan, dan menjaga kesehatan area intim sekaligus juga menyeimbangkan kembali hormon wanita.

Beberapa salon penyedia jasa ratus vagina yang lebih modern bahkan memadukan ramuan rempah tradisional dengan penyinaran sinar inframerah langsung ke organ intim. Sinar panas yang dipancarkan dari inframerah kemudian diserap oleh kulit dan jaringan vagina untuk energi ekstra dan tampak awet muda.

Apa kata ahli medis tentang ratus vagina?

Beberapa dokter meragukan kebenaran dari manfaat ratus vagina. “Tidak ada bukti ilmiah yang bisa mendukung bahwa ratus vagina benar efektif,” kata Dr Draion Burch, dokter kandungan di Pittsburgh, dilansir dari Live Science.

Sementara itu, Camilo Gonima, dokter kandungan di Texas, dilansir dari Medical Daily, menyatakan bahwa uap ramuan herbal dapat membawa beberapa efek relaksasi dan beberapa khasiat kesehatan sementara bagi kulit, sama seperti spa wajah atau sauna, “Tapi tidak ada dasar kuat untuk membuktikan efek nyata dari penguapan vagina terhadap kesuburan atau siklus menstruasi,” ungkap Gonima.

Sejumlah pakar kesehatan sepakat bahwa menguapi daerah intim Anda justru dapat memicu timbulnya efek samping yang bisa merugikan kesehatan Anda.

Apa efek buruk yang bisa terjadi akibat ratus vagina?

1. Kulit vagina melepuh

Uap yang dihasilkan ramuan ratus memiliki suhu panas, sehingga luka bakar tingkat dua adalah salah satu potensi risiko yang harus diperhitungkan sejak awal. Bukaan vagina berada tepat sejajar dengan kandung kemih dan anus, sehingga luka bakar parah dari penguapan yang terlalu panas dan dekat bisa merusak jaringan kulit di sekitar tiga bukaan ini dan menyebabkan banyak masalah lainnya.

Selain itu, panas yang diakibatkan oleh penguapan juga dapat memicu pertumbuhan ragi dan jamur dan peningkatan aliran darah ke vagina akibat panas tersebut membuat vagina mudah terasa gatal.

2. Memicu pertumbuhan bakteri dan jamur berlebih

Untuk membersihkan vagina, sebenarnya tak perlu perawatan yang muluk-muluk karena vagina memiliki sistem pembersihan mandiri. Layaknya douching, upaya “cuci gudang” untuk membersihkan vagina dengan penguapan malah dapat mengeringkan ekosistem dalam vagina, sehingga mengganggu keseimbangan koloni bakteri baik yang hidup di dalamnya. Bakteri baik yang hidup dalam vagina semua saling bekerja sama untuk memastikan bahwa partikel asing dari dunia luar tidak akan bisa masuk terlalu jauh ke dalam vagina menuju organ dalam.

Vagina dilumasi dengan cairan berminyak. Air, produk dari uap rebusan, tidak bersifat melembabkan untuk sel. Sebaliknya, air malah dapat membilas minyak alami dari kulit vagina sehingga membuat vagina jadi lebih kering dan rentan terhadap luka dan iritasi. Oleh karena itu, infeksi jamur kandida (jenis jamur yang tumbuh subur di kondisi hangat dan lembap) dan bacterial vaginosis merupakan risiko pasti dari ratus wangi. Bacterial vaginosis telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penularan HIV.

3. Tidak berpengaruh pada kelancaran menstruasi dan kesuburan

Klaim bahwa uap ratus wangi bisa menyeimbangkan hormon tidak masuk di akal. Hormon diproduksi oleh kelenjar pituitary dalam otak dan di dalam indung telur, tidak di dalam vagina atau rahim itu sendiri. Hormon kemudian ikut mengalir dalam aliran darah dan memiliki efek tertentu pada organ target mereka. Mengasapi vagina tidak mungkin berdampak pada perubahan kadar hormon. Lagipula, sulit untuk dapat dipastikan bahwa uap yang dihasilkan dari air rebusan rempah benar-benar bisa mencapai sejauh rahim. Ditambah lagi, tidak ada bukti konkrit dari manfaat kesehatan sejumlah herbal ini saat diseduh dalam air hangat.

Jika Anda memilih untuk melakukan ratus vagina atau sudah pernah melakukannya, Gonima berpendapat wanita bisa melakukannya sesering yang mereka inginkan, tapi ia menyarankan untuk melanjutkan dengan hati-hati setelah mempertimbangkan segala risikonya. “Saya menekankan bahwa penguapan harus sepenuhnya sebatas kulit eksternal, dan agar Anda berhati-hati untuk menghindari risiko kulit melepuh,” katanya kepada Medical Daily.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Phthalate, Kandungan Utama Plastik yang Katanya Bisa Pengaruhi Kesuburan

Tahukah Anda apa yang disebut dengan phthalate? Phthalate adalah bahan kimia yang diduga dapat memengaruhi kesuburan. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesuburan, Kehamilan 21/02/2020 . Waktu baca 3 menit

Makan Makanan Berlemak Ternyata Ada Pengaruhnya Bagi Kesuburan

Lemak tubuh yang rendah bisa mengganggu kesuburan. Jika demikian, apakah wanita harus banyak makan makanan berlemak untuk meningkatkan kesuburan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesuburan, Kehamilan 19/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Bertambahnya Usia Dapat Memengaruhi Kesuburan Wanita

Mungkin banyak dari Anda yang belum mengetahui bahwa usia bisa memengaruhi kesuburan wanita. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesuburan, Kehamilan 23/12/2019 . Waktu baca 3 menit

7 Perawatan Vagina Agar Tidak Mudah Lembap dan Berkeringat

Mengenakan celana dalam yang basah karena vagina lembap dan berkeringat tentu tidak nyaman. Lantas, bagaimana cara menghindarinya? Intip di sini!

Ditinjau oleh: Fajarina Nurin
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 17/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tidak Semua Perawatan Vagina Baik untuk Kesehatan, Ini 4 yang Bahaya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 6 menit
pria mendeteksi wanita terangsang

Studi: Pria Dapat Mendeteksi Wanita yang Sedang Terangsang Lewat Bau

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 4 menit
masker vagina

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 4 menit
puasa pengaruhi kesuburan

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 3 menit