Apa Artinya Kalau Jumlah Sel Darah Putih Naik Waktu Tes Darah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Setelah periksa ke dokter, Anda mungkin diminta untuk melakukan tes darah. Waktu hasilnya keluar, mungkin saja sel darah putih atau leukosit Anda dinyatakan tinggi. Ketika hasil tes sel darah putih Anda tinggi, Anda berarti mengalami kondisi yang disebut leukositosis. Lantas, apa artinya kalau sel darah putih naik? Apakah kondisi tersebut bahaya? Begini penjelasan lengkapnya.

Apa itu leukositosis?

Leukositosis merupakan peningkatan sel darah putih di atas kadar normal. Leukosit dinyatakan tinggi jika berada pada kisaran 50.000 hingga 100.000/mm3. Biasanya sel darah putih naik diketahui lewat tes darah merah. Peningkatan ini bisa menunjukkan adanya reaksi tubuh terhadap infeksi dan peradangan.

Sel darah putih berperan penting pada proses kekebalan tubuh (imun). Peningkatan sel darah putih harus dibedakan apakah mengarah ke ganas atau tidak, seperti pada infeksi atau penyakit radang lainnya.

Berikut adalah kadar normal sel darah putih berdasarkan rentang usianya, menurut American Associaton of Family Physician (AAFP):

  • Bayi baru lahir: 13.000 – 38.000/mm3
  • Bayi dan anak: 5.000 – 20.000/mm3
  • Dewasa: 4.500 – 11.000/mm3
  • Wanita hamil (trimester tiga): 5.800 – 13.200/mm3

Penyakit kanker seperti leukemia (kanker darah), melanoma (kanker kulit), dan limfoma bisa ditandai dengan sel darah naik. Namun, kasus seperti ini secara umum lebih jarang ditemukan. Umumnya, leukositosis yang serius dan perlu dikhawatirkan adalah bila jumlah sel darah putih naik sampai di atas 100.000/mm3.

Jenis leukositosis yang paling umum adalah neutrofilia, yaitu peningkatan sel darah putih jenis neutrofil hingga lebih dari 7.000/mm3. Kondisi ini dapat timbul akibat infeksi, stres, peradangan kronis, hingga penggunaan obat. 

Jenis lain yang juga umum adalah limfositosis, yaitu ketika sel darah putih jenis limfosit membentuk lebih dari 40% jumlah sel darah putih absolut. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan pertusis, sifilis, infeksi virus, reaksi hipersensitivitas, dan berbagai jenis leukemia atau limfoma tertentu. 

Apa penyebab leukosit tinggi?

Leukosit tinggi paling sering disebabkan oleh infeksi atau peradangan pada sumsum tulang. Dalam beberapa kasus, leukosit tinggi adalah tanda penyakit sumsum tulang yang lebih serius, seperti leukemia. 

Selain infeksi atau peradangan, stres fisik, seperti kejang dan kelelahan, serta stres emosional juga dapat menyebabkan leukosit tinggi. Berikut penjelasannya:

1. Peradangan atau infeksi

Umumnya, leukosit yang  tinggi adalah hasil dari sumsum tulang normal yang bereaksi terhadap peradangan atau infeksi. Leukositosis yang berhubungan dengan peradangan terjadi salah satunya pada luka bakar. 

2. Stres emosional

Leukosit tinggi juga dapat terjadi karena stres fisik dan emosional. Penyebab stres yang mengakibatkan leukositosis termasuk:

  • Aktivitas berlebihan
  • Kejang
  • Kecemasan
  • Anestesi
  • Pemberian epinefrin

Leukosit yang tinggi akan kembali ke kadar normal, beberapa jam setelah stres mereda. 

3. Penyebab lainnya

Leukosit tinggi juga dapat disebabkan oleh beberapa hal lain, seperti obat-obatan, splenektomi, anemia hemolitik, dan kanker. Obat-obatan yang umumnya berkaitan dengan peningkatan leukosit adalah:

  • Kortikosteroid
  • Litium
  • Agonis beta

Splenektomi atau operasi pengangkatan limpa dapat menyebabkan leukositosis sementara selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Sementara itu, anemia hemolitik menyebabkan peningkatan produksi sel darah merah yang berhubungan dengan peningkatan produksi leukosit. 

4. Penyebab leukosit tinggi pada bayi

Peningkatan leukosit pada bayi yang baru lahir dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti penjepitan tali pusat yang terlambat dan penyakit yang diwariskan dari orangtua. Selain itu, risiko leukositosis pada bayi dapat meningkat karena hal-hal di bawah ini: 

  • Ibu yang mengidap diabetes gestasional
  • Sepsis neonatal
  • Bayi down syndrome
  • Kurangnya oksigen yang dikirimkan ke jaringan di dalam tubuh janin

Leukomoid

Sel darah putih yang naik sampai pada kisaran 50.000 – 100.000/mm3 disebut dengan reaksi leukemoid. Keganasan (misalnya kanker) memang bisa menjadi salah satu pertimbangan penyebab reaksi leukemoid. Namun, umumnya reaksi ini disebabkan oleh kelainan seperti infeksi berat, keracunan, perdarahan berat, pemecahan darah, atau hemolisis akut.

Infeksi yang dapat menyebabkan reaksi leukemoid adalah infeksi tuberkulosis, disentri, dan berbagai infeksi bakteri lain yang menyebabkan gejala diare. Radang paru akibat bakteri, cacingan, dan malaria juga dapat menyebabkan terjadinya reaksi ini.

Selain itu, reaksi sel darah putih naik juga dapat disebabkan oleh keracunan. Penyebabnya antara lain penggunaan obat seperti golongan sulfanilamide dan kortikosteroid, atau keracunan akibat tingginya kadar urea dalam darah. Pengobatan dengan radioterapi (misalnya untuk menangani kanker) juga diketahui bisa menyebabkan sel darah putih naik. 

Apa bahaya leukosit tinggi?

Leukosit tinggi disebut sebagai tanda darurat kematian pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Hal tersebut dibuktikan oleh beberapa penelitian, termasuk studi yang dipublikasikan oleh Iranian Journal of Medical Sciences

Penelitian itu menyebutkan bahwa leukositosis adalah tanda awal kematian pada pasien di rumah sakit, terlepas dari penyebab utama pasien dirawat.

Bagaimana mengatasi leukositosis?

Leukositosis biasanya dideteksi ketika dokter meminta Anda melakukan tes darah. Jumlah sel darah putih yang tinggi mungkin menunjukkan penyebab penyakit Anda. 

Pengobatan leukositosis tergantung penyebab yang mendasarinya. Dokter mungkin akan merekomendasikan pilihan pengobatan di bawah ini untuk mengatasi leukositosis:

  • Antibiotik untuk mengatasi infeksi
  • Perawatan untuk mengatasi peradangan
  • Kemoterapi, terapi radiasi, atau transplantasi sumsum tulang untuk leukemia
  • Perawatan untuk mengatasi stres dan gangguan kecemasan

Pada pasien leukemia myeloid kronis, obat hydroxyurea diberikan untuk menurunkan jumlah leukosit dalam darah. Obat ini dikonsumsi melalui mulut dan mampu membantu mengurangi ukuran limpa. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Complete blood count (CBC) - Mayo Clinic. (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/complete-blood-count/about/pac-20384919

Khairollah Asadollahi, P. (2011). Leukocytosis as an Alarming Sign for Mortality in Patients Hospitalized in General Wards. Iranian Journal Of Medical Sciences, 36(1), 45. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3559113/

Chabot-Richards, D., & George, T. (2014). Leukocytosis. International Journal Of Laboratory Hematology, 36(3), 279-288. doi: 10.1111/ijlh.12212

Riley, L., & Rupert, J. (2015). Evaluation of Patients with Leukocytosis. American Family Physician, 92(11), 1004-1011. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2015/1201/p1004.html

Parvez, Y., & Mathew, A. (2013). Hyperleukocytosis in Newborn: A Diagnosis of Concern. Indian Journal Of Hematology And Blood Transfusion, 30(S1), 131-132. doi: 10.1007/s12288-013-0286-8

N, A., & B, M. (2000). Leukocytosis: basics of clinical assessment. American Family Physician, 62(9). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11087187/

Lowering High White Blood Cell Counts (Leukapheresis) | Leukemia and Lymphoma Society. (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.lls.org/leukemia/chronic-myeloid-leukemia/treatment/lowering-high-white-blood-cell-counts-leukapheresis

Khairollah Asadollahi, P. (2011). Leukocytosis as an Alarming Sign for Mortality in Patients Hospitalized in General Wards. Iranian Journal Of Medical Sciences, 36(1), 45. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3559113/

Yang juga perlu Anda baca

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Pasien kanker ovarium harus menjalani diet. Lantas, apa makanan, baik sayur dan buah yang baik dan bagus untuk kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 06/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit