4 Penyebab Sakit Kepala di Belakang Telinga yang Paling Umum, dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit kepala. Sayangnya, tidak semua sakit kepala itu sama. Ada lebih dari 300 jenis sakit kepala, dari migrain sampai sakit kepala di belakang di telinga. Jika Anda salah satu orang yang sering mengalami kepala terasa nyut-nyutan di belakang telinga, Anda pasti bertanya-tanya apa penyebabnya. Ketahui berbagai penyebab sakit kepala di belakang telinga dalam artikel ini.

Berbagai penyebab sakit kepala di belakang telinga

Ada beberapa hal yang bisa menimbulkan sakit kepala di belakang telinga, di antaranya:

1. Neuralgia oksipital

Salah satu penyebab paling umum dari sakit kepala di belakang telinga adalah kondisi yang disebut dengan neuralgia oksipital. Neuralgia oksipital adalah peradangan saraf oksipital yang ada di atas sumsum tulang belakang hingga dasar leher. Kondisis ini bisa disebabkan oleh cedera atau kebiasaan menahan leher di satu posisi dalam waktu lama.

Neuralgia oksipital sering menimbulkan sakit kepala kronis yang menusuk dan berdenyut. Beberapa orang juga menggambarkan kondisi ini seperti terkena sengatan listrik di leher atas, belakang kepala, dan di belakang telinga. Biasanya neuralgia oksipital hanya muncul di satu sisi kepala saja. Namun, kondisi ini ini juga bisa menyebar ke bagian kepala lainnya.

2. Mastoiditis

Mastoiditis adalah infeksi pada tonjolan tulang di belakang telinga (tulang mastoid), yang terjadi akibat peradangan atau infeksi telinga yang tidak diobati dengan benar. Mastoiditis dapat menimbulkan sakit kepala di belakang telinga, demam, telinga bengkak dan memerah, telinga terasa nyeri, dan bahkan kehilangan pendengaran.

Beberapa orang dapat mengalami komplikasi infeksi telinga, mastoiditis. Namun, infeksi ini jauh lebih umum pada anak-anak dan orang yang daya tahan tubuhnya yang lemah.

3. Nyeri rahang (gangguan temporomandibular joint/TMJ)

Sendi temporomandibular adalah sendi yang membantu rahang Anda terbuka dan menutup saat berbicara, makan, serta menelan. Gangguan pada sendi ini akan menyebabkan rasa sakit luar biasa yang bisa menjalar hingga ke wajah dan telinga.

Kondisi ini bisa menyebabkan suara klik atau sensasi kesat/kasar saat Anda menggerakkan rahang untuk membuka mulut ataupun mengunyah. Bahkan dalam beberapa kasus, sendi bisa terkunci sehingga Anda tidak bisa membuka atau menutup mulut.

4. Masalah gigi

Masalah dengan mulut dan gigi Anda bisa menyebabkan rasa sakit yang bisa menjalar hingga ke bagian kepala dan telinga. Nah, itu sebabnya sangat mungkin sakit kepala di belakang telinga yang sedang Anda alami disebabkan karena adanya masalah gigi. Dokter gigi Anda akan dapat memastikan apakah sakit kepala di belakang telinga yang Anda dialami disebabkan oleh masalah gigi atau tidak saat pemeriksaan.

Yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit kepala di belakang telinga

Penyebab utama sakit kepala di belakang telinga sering tumpang tindih. Itu sebabnya, sangat penting bagi Anda agar mendapatkan diagnosis yang tepat. Dalam kasus yang lebih serius dan sebagai upaya diagnosis lebih lanjut, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan MRI ataupun cek darah.

Sementara menunggu janji konsultasi dokter, ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi sakit kepala di belakang telinga, di antaranya:

  • Perbanyak istirahat atau tidur siang di tempat yang sepi.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen.
  • Mengurangi stres.
  • Letakkan bantal pemanas atau kompres hangat pada belakang leher.
  • Berhenti melakukan kebiasaan menggemeretakkan gigi.

Jika kondisi Anda tidak juga membaik dan cenderung semakin parah, Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Ini dilakukan agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca