Vitamin C Lebih Baik dari Makanan atau Suplemen?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/04/2020
Bagikan sekarang

Setiap harinya kita perlu vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh. Namun, untuk mendapatkannya, ada beberapa sumber dan bentuk. Bisa langsung dari makan seperti buah dan sayur, bisa juga lewat suplemen vitamin. Lantas, dari antara makanan dan suplemen, manakah yang merupakan sumber vitamin C terbaik?

Perlukah konsumsi vitamin C dosis tinggi?

Banyak orang mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi, karena memiliki asumsi dosis tinggi dapat memperkuat daya tahan tubuh dan menjaga vitalitas. Meski banyak sumber vitamin C, suplemen sepertinya menjadi pilihan banyak orang.

Seperti dilansir Kompas, menurut dokter spesialis gizi klinik dan juga dokter dari Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Fiastuti Witjaksono, meski penting, bukan berarti vitamin C harus dikonsumsi secara berlebihan.

“Kebutuhan vitamin C tubuh orang dewasa hanya 75 miligram per hari. Jika dikonsumsi lebih dari itu, maka akan dikeluarkan dari tubuh,” ujar dokter Fiastuti.

“Vitamin C memiliki larut air, sehingga mudah dikeluarkan tubuh melalui urine. Karena bersifat larut air, maka vitamin C tidak bisa disimpan terlalu lama dalam tubuh,” lanjutnya.

Perlu diingat bahwa vitamin C adalah nutrisi yang paling aman dan paling efektif, menurut para ahli. Manfaat suplemen C sendiri termasuk melindungi tubuh dari lemahnya sistem kekebalan tubuh, penyakit kardiovaskular, masalah kesehatan prenatal, penyakit mata, dan bahkan masalah kulit.

“Vitamin C telah mendapatkan perhatian yang luar biasa dan dengan alasan yang baik. Tingkat vitamin C dalam darah yang lebih tinggi dapat menjadi nutrisi ideal bagi keseluruhan kesehatan Anda,” ujar peneliti Mark Moya, MD, MPH, dari University of Michigan, seperti dikutip dari WebMD.

“Namun, dosis yang ideal bisa lebih tinggi dari yang direkomendasikan untuk kecukupan gizi,” tambah Moyad.

Mana lebih baik, vitamin C dari makanan atau suplemen?

Banyak yang bilang sumber vitamin C terbaik ada pada buah, karena merupakan sumber makanan alami dibandingkan suplemen.

Namun, kebutuhannya sendiri, menurut Moyad, adalah setidaknya 500 miligram setiap hari. Itu lebih tinggi daripada yang direkomendasikan RDA, 75-90 miligram per hari bagi orang dewasa.

Memang lebih baik mendapat vitamin langsung dari buah dan sayuran atau makanan alami lainnya. Namun jika makanan Anda kurang mengandung vitamin C, Anda mungkin perlu tambahan dari suplemen. Moyad merekomendasikan 500 miligram sehari dari suplemen, ditambah memakan 5 buah buah dan sayur.

Vitamin C dalam buah bertahan lebih lama

Dokter Fiastuti memaparkan, meskipun kita mengonsumsi sampai 1.000 miligram vitamin C, bukan berarti ia akan bertahan lama sampai 10 hari. Vitamin C akan keluar dari tubuh setiap harinya, jadi akan percuma bila mengkonsumsi banyak vitamin C, bahkan lewat suplemen.

Namun, dokter Fiastuti mengatakan, vitamin C yang dikonsumsi melalui buah-buahan akan bertahan lebih lama dibandingkan yang didapat dari suplemen. Penelitian dari Universitas Otago yang dilakukan pada mencit (tikus kecil) memperlihatkan, vitamin C bertahan lebih lama di jaringan bila diberikan dari buah dibandingkan dari suplemen. Para peneliti membuktikan, setelah 2 hari sampai 1 minggu, meski menurun drastis, kadar vitamin C di jaringan mencit masih lebih tinggi dibandingkan yang diberikan melalui buah.

Beberapa suplemen bisa membuat perut iritasi

Moyad mengatakan, bila ingin mendapatkan vitamin C yang cukup bagi tubuh Anda, Anda tidak hanya dapat mengonsumsi buah dan sayur secara konsisten, tapi Anda bisa mengkonsumsi suplemen satu kali setiap hari. Itu aman, efektif, dan mudah dilakukan. Moyad menambahkan hanya 10%-20% orang dewasa yang melakukan sesuai rekomendasi untuk mengonsumsi 9 buah dan sayuran setiap hari.

Sayangnya, meski direkomendasikan untuk mengonsumsi 500 miligram vitamin C dari suplemen, beberapa suplemen dapat menimbulkan iritasi pada perut. Makanya Moyad merekomendasikan untuk mengkonsumsi suplemen non-asam.

“Batas aman untuk vitamin C adalah 2.000 miligram per hari, dan ada bukti kuat bahwa mengonsumsi 500 miligram setiap hari aman,” tambah Moyad.

Bila Anda masih bingung mana yang kira-kira cocok dan baik untuk Anda, apakah baiknya mengonsumsi suplemen saja, mengonsumsi buah saja, atau mengonsumsi buah dan suplemen secara berbarengan untuk mendapatkan vitamin C yang cukup, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda.

Perlu diingat bahwa vitamin C akan menjaga daya tahan tubuh Anda dan Anda akan memerlukannya setiap hari. Jadi jangan sampai Anda kekurangan.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Kebutuhan Vitamin C dalam Tubuh Meningkat saat Sakit atau Sama Saja?

    Vitamin C pentin agar sistem imun tetap bekerja melawan berbagai virus atau bakteri. Tapi apakah kebutuhan vitamin C dalam tubuh meningkat saat sakit?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Nutrisi, Hidup Sehat 23/04/2020

    Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

    Vitamin merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan anak. Lantas, jenis vitamin mana yang paling baik? Lihat di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Kebutuhan Vitamin untuk Balita Usia 2-5 Tahun

    Memilih vitamin untuk balita memang harus hati-hati. Kalau salah, bisa sebabkan alergi dan masalah lain. Berikut penjelasan seputar vitamin untuk balita.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah

    Pentingnya Asupan Vitamin C untuk Bantu Lawan Demam Berdarah

    Tindakan untuk mencegah demam berdarah tak hanya menjaga kebersihan ingkungan saja tetapi Anda juga perlu memenuhi nutrisi seperti asupan vitamin C harian.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Nutrisi, Hidup Sehat 08/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    suplemen hormon testosteron

    3 Suplemen Penambah Hormon Testosteron untuk Para Pria

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020
    suplemen penambah berat badan

    Selain Menambah Nafsu Makan, 3 Suplemen Ini Bisa Menaikkan Berat Badan

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020
    vitamin c dan zinc untuk puasa

    Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020
    serba-serbi diet alkaline

    10 Jenis Sayur dan Buah yang Bisa Jadi Sumber Vitamin C Saat Sahur

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020